<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809</id><updated>2012-02-17T22:44:21.813+08:00</updated><category term='Zikir'/><category term='Madah'/><category term='Tafakur'/><category term='Aqidah'/><category term='Wali Allah'/><category term='Kitab Al-Hikam'/><category term='Durarul Quran'/><category term='Rasulullah s.a.w'/><category term='Muat Turun'/><category term='Sajak'/><category term='Hadith'/><category term='Jawahirul Quran'/><category term='Tasawuf'/><category term='Tanda Akhir Zaman'/><category term='Doa'/><category term='Allah s.w.t'/><category term='Al-Quran'/><category term='Nasihat'/><category term='Kisah'/><category term='Cinta'/><category term='E-books'/><category term='Hadith Qudsi'/><title type='text'>Cahaya Mukmin</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>470</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3036693687164035951</id><published>2012-02-14T21:10:00.002+08:00</published><updated>2012-02-14T21:10:51.784+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><title type='text'>Menangis Yang Dianjurkan</title><content type='html'>Lazimnya, menangis dipersepsikan secara negatif sebagai perkara yang menunjukkan sikap lemah dan cengeng. Sehingga sering kita diberi nasihat: Sudahlah, janganlah menangis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada menangis yang dianjurkan, hukumnya menurut syara' adalah sunnah. Artinya, menangis yang membuat pelakunya dapat pahala. Apa itu: menangis karena takut kepada Allah dan tatkala ingat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis karena takut kepada Allah disunahkan. Dalilnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Adapun dalil-dalil dari al-Qur’an antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (Qs. al-Isrâ’ [17]: 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (Qs. Maryam [19]: 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil dari as-Sunnah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata; telah bersabda Nabi Saw kepadaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacakanlah al-Qur’an untukku.” Wahai Rasul! Apakah aku harus membaca al-Qur’an untukmu, sedangkan al-Qur’an itu diturunkan kepadamu? Beliau Saw bersabda, “Aku sangat menyukai mendengarkan al-Qur’an dari orang lain.” Ibnu Mas’ud berkata; Maka aku membacakan al-Qur’an surat an-Nisâ’ untuk Rasul, hingga aku sampai pada ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (Qs. an-Nisâ’ [4]: 41). Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Cukup sampai di sini.” Aku menoleh kepada Rasul Saw, ternyata kedua matanya mengucurkan air mata. [Mutafaq ‘alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Anas ra., ia berkata; Rasulullah Saw pernah berkhutbah dengan khutbah yang selama aku hidup tidak pernah mendengarnya. Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kalian mengetahui apa-apa yang aku ketahui, maka niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kemudian sahabat menutupi wajah mereka dan menangis tersedu-sedu. [Mutafaq ‘alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Abu Hurairah ra., ia berkata; Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya…. Orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya. [Mutafaq ‘alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Ibnu Umar, ia berkata; ketika sakit Rasulullah Saw semakin parah, maka disampaikan kepada beliau tentang shalat (siapa yang akan menjadi imamnya, penj.). Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintahkan kepada Abu Bakar untuk menjadi imam shalat. ‘Aisyah berkata, “[i]Sesunggunya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Jika ia membaca (al-Qur’an, penj.), maka ia pasti akan banyak menangis.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari. Dalam riwayat Muslim dikatakan ‘Aisyah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata, “Wahai Rasulullah Saw, sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Apabila ia membaca al-Qur’an, maka ia tidak akan bisa menahan air matanya.” [Mutafaq ‘alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Anas ra., ia berkata; Rasulullah Saw bersabda kepada Ubay bin Ka’ab ra.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan kepadamu ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya). (Qs. al-Bayyinah [98]: 1). Ubay berkata, “Apakah Allah menyebutkan namaku?” Rasulullah Saw bersabda, “Ya” Kemudian Ubay pun menangis. [Mutafaq 'alaih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan masuk Neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu kembali lagi ke payudara. Dan tidak akan berkumpul debu perang fi sabilillah dengan asap Neraka Jahannam. [HR. Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Abdullah bin Syukhair ra. ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendatangi Rasulullah saw. pada saat beliau sedang shalat. Di perut beliau terdapat suara mendidih -seperti mendidihnya kuali- karena menangis. [Imam Nawawi berkata hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dalam kitab Asy-Syamail dengan sanad shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf, sesungguhnya Abdurahman bin Auf diberikan makanan pada saat ia (hendak berbuka) shaum. Maka ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush’ab bin Umair telah terbunuh padahal ia lebih baik dariku. Ia dikafani dengan bajunya. Apabila kepalanya ditutup maka kakinya kelihatan. Bila kakinya ditutup maka kepalanya kelihatan dan aku melihatnya. Dan Hamzah telah terbunuh, ia lebih baik dariku. Sementara (kehidupanku) di dunia dilapangkan seperti saat ini. Atau ia berkata, “Aku diberi harta dunia seperti saat ini. Aku khawatir kebaikan-kebaikanku dipercepat.” Ibrahim berkata, “Kemudian ia menangis hingga membiarkan makanannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Al-Irbad bin Sariyah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah telah menasihati kami dengan nasihat yang menyebabkan hati kami bergetar dan air mata kami bercucuran. [HR. Abu Dawud. At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Anas ra. bahwa Nabi saw ia bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mengingat Allah kemudian keluar air matanya karena takut kepada Allah hingga bercucuran jatuh ke tanah, maka dia tidak akan disiksa di Hari Kiamat kelak. [HR. Hakim dalam kitab shahihnya, disetujui oleh Adz-Dzahabi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Abu Raihanah, ia berkata; kami keluar bersama Rasulullah Saw dalam satu peperangan. Kami mendengar beliau Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraka diharamkan atas mata yang mengeluarkan air mata karena takut kepada Allah. Neraka diharamkan atas mata yang tidak tidur di jalan Allah. Abu Raihanah berkata; Aku lupa yang ketiganya. Tapi setelahnya aku mendengar beliau bersabda, “Neraka diharamkan atas mata yang berpaling dari segala yang diharamkan Allah.” [HR. Ahmad, Hakim dalam kitab shahihnya, disetujui oleh Adz-Dzahabi dan An-Nasa’i].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Ibnu Abi Malikah, ia berkata; aku duduk bersama Abdullah bin Amru di atas batu, maka ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah! Jika tidak bisa berusahalah untuk menangis. Jika kalian mengetahui ilmu yang sebenarnya, niscaya salah seorang dari kalian akan shalat hingga patah punggungnya. Dia ia akan menangis hingga suaranya terputus. [HR. Hakim dalam kitab shahihnya, disetujui oleh Adz-Dzahabi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Ali ra. ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada ahli berkuda di antara kami pada perang Badar kecuali Miqdad. Dan aku telah memperhatikan keadaan kita, tidak ada yang berdiri kecuali Rasulullah Saw di bawah suatu pohon. Beliau shalat dan menangis hingga waktu shubuh. [HR. Ibnu Huzaimah dalam kitab shahihnya].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dari Tsauban ra., ia berkata; Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan bagi orang yang bisa menguasai dirinya, dilapangkan rumahnya, dan dibuat menangis oleh kesalahannya. [HR. Ath-Thabrani dengan sanad hasan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas menyadarkan kepada kita, siapa sebenarnya kita? Apakah kita termasuk orang yang takut kepada Allah ataukah kita berani kepada-Nya? Tentu yang terakhir, na’uudzubillahi mindzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kesuksesan hidup masa depan, marilah kita renungkan sabda Nabi saw. dalam hadits qudsi dimana Allah SWT berfirman: “Tidak akan kukumpulkan dalam diri hamba-Ku: dua rasa takut dan dua rasa aman. Siapa saja yang takut kepada-Ku di dunia, maka akan Kuberi rasa aman di akhirat. Siapa saja yang merasa aman dari-Ku di dunia, maka akan Kuberi rasa takut di akhirat.” [HR. Najjar dalam Kanzul Umal, II/709].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menangis terhadap sikap diamnya kita serta merasa amannya kita atas dominasi kekufuran dan kemungkaran dan dicampakkannya syariah Allah di muka bumi, karena takut kepada Allah SWT, dan selamat berjuang meninggikan kalimat Allah dan menegakkan hukum syariah-Nya di muka bumi untuk mendapatkan keridloan-Nya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3036693687164035951?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3036693687164035951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/02/menangis-yang-dianjurkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3036693687164035951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3036693687164035951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/02/menangis-yang-dianjurkan.html' title='Menangis Yang Dianjurkan'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3350767844809770305</id><published>2012-02-07T22:02:00.002+08:00</published><updated>2012-02-14T21:02:40.610+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Peranan Tuhan</title><content type='html'>Untuk mendapat iman sangat susah berbanding dengan menghafal. Iman sebenamya campuran di antara percaya dan yakin. Ramai orang percaya Zat Tuhan. Tidak ada orang yang tidak percaya. Bahkan orang kafir pun percaya wujudnya Tuhan. Orang Islam percaya tentang adanya zat yang Maha Agung tetapi itu tidak cukup. Kita hendaklah yakin. Orang tidak yakin kerana dua sebab iaitu; tidak belajar dan susah menerima sesuatu yang dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak diyakini itu bukan zat Tuhan tetapi tidak yakin dengan peranan Tuhan. Bila tidak yakin dengan peranan Tuhan boleh dilihat cara hidup seseorang itu. Tentu banyak cacat celanya terutama bila Tuhan uji kita. Bagi yang yakin dia akan bersyukur dengan ujian itu dan menganggap Allah hendak menghapuskan dosanya. Terasa Tuhan memberi ujian istimewa kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, bersedekah dalam ajaran Islam, bukan sahaja diberi pahala bahkan hidupnya diberkati. Orang yang pemurah, walaupun tidak kaya, tetapi dia tidak akan papa sebab ada berkatnya. Sebagaimana Rasulullah yakin tentang berkat bersedekah. Ada seorang perempuan menjadi tetamunya. Baginda tahu lahir dan batin seseorang. Rasulullah beritahu isterinya supaya perempuan itu tidak tinggal di rumah Rasulullah kerana tidak ada berkat. Perempuan itu diminta meninggalkan rumah Rasulullah dengan dibekalkan sebiji tamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, dia sedekahkan tamar itu kepada orang lain. Belum pun perempuan itu pergi jauh, Tuhan beritahu Rasulullah supaya dipanggil semula perempuan itu ke rumah Rasulullah kerana dia telah diberkati Tuhan. Ertinya Tuhan suruh orang bersedekah agar orang itu diberkati. Itu peranan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramai orang tahu tentang perkara ini tetapi dia hanya boleh bersedekah apabila disuruh, digesa atau waktu sesekali naik semangat setelah mendengar ceramah. Kita tahu memberi sedekah itu berkat tetapi kita seperti tidak yakin dengan peranan Tuhan memberi berkat kepada sedekah. Sebab itu dia tidak bersedekah. Tuhan memberi kekayaan kepada seseorang dengan tujuan supaya orang itu dapat membuat kebajikan. Orang yang belajar tahu tentang perkara ini tetapi bolehkah dilaksanakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kekayaan seseorang itu hanyalah saluran. Tuhan menyuruh kita mengagih-agihkannya. Kekayaan tidak boleh dinikmati seorang diri. Peranan Tuhan, itulah yang kita tidak yakin. Zat-Nya kita yakin. Percaya dicampur yakin barulah dikatakan beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendak yakin peranan Tuhan, itu yang payah. Tuhan berjanji di dalam Al Quran, barang siapa yang takut kepada-Nya, Allah beri rezeki dari sumber yang tidak diduga. Kita selalu ragu dengan janji Tuhan. Kalau berniaga pun kita ragu dengan bantuan Tuhan. Kalau kita berdakwah pun kita tidak yakin pertolongan Tuhan. Bila tidak yakin dengan Tuhan, datanglah sangka jahat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haram hukumnya bersangka jahat dengan manusia. Bersangka jahat dengan Tuhan lagilah besar dosanya kerana ia berkait dengan aqidah. Kalau seseorang itu kuat ibadahnya sekalipun tetapi bersangka jahat dengan Tuhan, ini amat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiyidina Abu Bakar diangkat oleh Tuhan kerana keyakinannya yang kental di hatinya. Bukan kerana ibadah yang banyak atau pengorbanan yang hebat. ltulah kemuliaannya di sisi Tuhan. Kalau setakat percaya mudah tetapi hendak yakin payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru yang kecil-kecil tetapi kalau yang besar-besar, contohnya atas nama negara atau bangsa, bagaimana? Seorang Perdana Menteri mungkin tahu kalau dia membawa negara kepada taqwa, negara akan aman makmur. Kemudian dia berubah dengan tidak mengambil Islam tetapi berpaling kepada ideology seperti komunis, sosialism dan pragmatism. ltupun kerana dia ragu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3350767844809770305?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3350767844809770305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/02/peranan-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3350767844809770305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3350767844809770305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/02/peranan-tuhan.html' title='Peranan Tuhan'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7360296365822838882</id><published>2012-01-31T11:20:00.003+08:00</published><updated>2012-01-31T23:16:04.523+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Merenung Ujian Allah</title><content type='html'>1. Banyak ketikanya yang mungkin kita tidak mengerti dan mulai berasa pelik dengan cara Allah SWT menguji hambanya. Kenapakah bila Allah SWT sayang kepada hambaNya, Dia timpakan musibah? Kenapakah ada ketikanya, Allah SWT murka kepada hambaNya tetapi diberi rezeki, melimpah ruah? Kenapakah Allah SWT datangkan musuh kepada kekasihNya?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Nabi SAW yang merupakan kekasihNya dan antara yang berpendapatan lumayan (satu perlima daripada rampasan perang milik baginda) tetapi hidup miskin dan terpaksa mengikat perut dengan batu kerana menahan lapar. Sedangkan Umayyah bin Khalaf hidup mewah, senang lenang dengan rezeki melimpah ruah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Nabi Musa a.s. juga pernah hidup dalam keadaan miskin sehingga terpaksa memakan daun-daun kayu, sedangkan Qarun yang jahat itu hidup mewah semewah-mewahnya. Kunci gudang hartanya sahaja pun terlalu banyak dan berat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Allah SWT menyesatkan Firaun tetapi memberi hidayah kepada isterinya sehinggakan doa Asiah yang memohon dibina rumah untuknya dalam syurga dimaktubkan dalam wahyuNya. Allah SWT menjadikan Nabi Nuh dan Nabi Lut sebagai nabiNya dan hambaNya yang soleh tetapi menyesatkan isteri-isteri mereka. Bila Nabi Nuh cuba berdoa untuk anaknya, Allah mencegah Nabi Nuh dari berbuat demikian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Allah SWT menjadikan Nabi Ibrahim a.s sebagai kekasihNya (khalil) tetapi menyesatkan bapa Ibrahim a.s. Apabila Ibrahim a.s cuba memohon ampun kepada Allah bagi pihak bapanya, Allah SWT melarang doa tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Allah SWT memilih untuk memberi hidayah dan kemuliaan iman kepada Bilal Bin Rabah, seorang hamba abdi berkulit hitam yang dihina masyarakat berasal dari Ethiopia, tetapi tidak memberi hidayah kepada Abu Talib bapa saudara Nabi SAW, seorang bangsawan yang banyak menolong dan melindungi Nabi SAW. Allah juga tidak memberi hidayah kepada Abu Lahab seorang elit yang sangat dihormati oleh bangsanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Apa kata Allah Jalla wa ‘Ala? Jawapannya, dalam Surah Al-Anbiya ayat 23, maksudnya, “Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan tetapi merekalah (manusia) yang akan ditanya (tentang apa yang mereka lakukan). SUBHANALLAAH…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7360296365822838882?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7360296365822838882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/merenung-ujian-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7360296365822838882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7360296365822838882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/merenung-ujian-allah.html' title='Merenung Ujian Allah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-2423108050209920165</id><published>2012-01-24T12:41:00.003+08:00</published><updated>2012-01-24T12:44:48.296+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Namurd Hancur Kerana Nyamuk</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;"Dan tidak ada yang mengetahui tentera Tuhanmu melainkan Dia sendiri?" (Surah al-Muddatsir: 31)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suatu ketika Kota Babylon (kini Iraq) yang diperintah Raja Namrud megah dengan ketinggian tamadunnya. Namun masyarakat purba itu begitu naif dalam beragama. Sekian lama mereka menjadikan patung-patung sebagai Tuhan. Di saat Namrud dan orang-orang Babylon tenggelam dalam kesyirikan, Allah mengutuskan Nabi Ibrahim Al-Khalil bagi menyeru mereka kembali menyembah Tuhan yang Esa. Malangnya dakwah Nabi Ibrahim disambut kata-kata nista dan digelar orang gila. Namrud bukan sahaja ingkar malah sanggup mengerah rakyatnya menyalakan unggun api unruk membakar Nabi Ibrahim. Baginda dlikat pada manjanik (lastik besar) lalu dilontar-kan ke dalam api yang sedang marak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;Bagaimanapun Allah menyelamatkan pesuruh-Nya itu dengan memerintahkan api agar tidak menyambar tubuh baginda. Namun kejadian itu langsung tidak menginsafkan Namrud. (Surah Al-Anbiya: 69-70)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namrud yang mempunyai ratusan bala tentera mencabar Nabi Ibrahim dengan penuh angkuh." Sekiranya Tuhanmu mempunyai malaikat, maka kirimkanlah mereka supaya berperang dengan aku," kata-nya kepada Nabi Ibrahim. Justeru Nabi Ibrahim bermunajat memohon bantuan Allah. Sampailah satu ketika, Namrud dan tenteranya berkumpul di padang yang luas, Allah memerintahkan nyamuk agar menyerang mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentera Namrud ketakutan apabila ruang angkasa berubah menjadi gelap. Jutaan nyamuk menuju ke arah mereka dengan dengungan yang membingitkan. Tentera Namrud kebingungan. Mereka bertempiaran cuba menyelamatkan diri. Namun seorang demi seorang rebah menyembah bumi menjadi 'ratahan' nyamuk yang rakus menghisap darah. Namun Allah menunda kematian Namrud agar dia dapat menyaksikan sendiri kehancuran tenteranya kerana berani mencabar Tuhan. Namrud dibiarkan pulang ke mahligainya dalam keadaan penuh terseksa akibat gigitan nyamuk di seluruh tubuhnya. Selama tiga hari nyamuk menghurung pekarangan mahligai Namrud. Bagaimanapun selama tempoh itu ternyata dia tetap enggan bertaubat. Lantas serangga kecil itu menyelinap masuk ke lubang hidung serta seluruh rongga raja yang angkuh itu. Dia menggelupur dan menjerit menanggung kesakitan yang amat sangat. Beberapa ketika kemudian Namrud menemui ajalnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kisah Namrud perlu dijadikan pedoman bagi seluruh umat Islam kerana ia menceritakan pembalasan Allah terhadap manusia yang ingkar dengan ajaran Allah. Umat Nabi Muhammad lebih bernasib baik kerana ujian yang diturunkan lebih ringan. Walaupun wujud penentangan terhadap dakwah Rasulullah namun Allah tidak meranapkan umat akhir zaman ini sekali gus.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah tetap menguji kita seperti bencana alam, kesempitan hidup atau wabak penyakit yang masih mampu kita tangani setelah berlaku kemungkaran secara terdedah dan tanpa segan silu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;Allah ada berfirman, "Telah timbul pelbagai kerosakan (bala bencana) di darat dan laut akibat tangan-tangan manusia sendiri kerana Allah hendak mereka merasakan sebahagian dari balasan perbuatan buruk itu agar mereka kembali insaf." (Surah Al-Rum: 41)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebenaran ayat suci itu terbukti kerana memang benar manusia melakukan kemusnahan dan menyimpang dari ajaran-Nya. Justeru kita sering diduga dalam pelbagai bentuk. Inilah amaran Allah. Segala ujian yang menimpa sebenarnya mengajak umat kembali ke landasan yang benar. Ini kerana Islam mempunyai konsep taubat bagi sesiapa yang sudah terlajak. Meskipun Allah tunjukkan tanda-tanda kecil kemurkaan-Nya namun masih ramai yang tidak insaf. Dibimbangi jika manusia terus menerus ingkar, Allah akan turunkan dugaan yang lebih berat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akuinya, memang benar rakyat negara ini banyak menikmati keselesaan hidup. Pun begitu, umat Islam harus sedar segala kesenangan akan terhakis apabila berlaku kepincangan dalam kehidupan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ujarnya, jika Namrud dihancurkan dengan nyamuk kerana keangkuhannya kepada Allah, kini serangga pembawa virus berbahaya itu turut mengorbankan puluhan nyawa akibat kelalaian manusia. Jelasnya, ini juga akibat dari kegiatan secara tidak terkawal dan rakus terhadap alam yang bukan sahaja mendatangkan mudarat kepada manusia malah menjejas hidupan haiwan dan tumbuhan. Mengelak dugaan Allah datang bertimpa-timpa umat Islam perlu kembali pada agama yang menuntut kita meletakkan asas kukuh dalam menguruskan kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-2423108050209920165?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/2423108050209920165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/namurd-hancur-kerana-nyamuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2423108050209920165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2423108050209920165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/namurd-hancur-kerana-nyamuk.html' title='Namurd Hancur Kerana Nyamuk'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5787217679362918036</id><published>2012-01-19T22:25:00.004+08:00</published><updated>2012-01-19T22:26:26.893+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah s.w.t'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Tuhan Penghibur Agung</title><content type='html'>Bismillahirahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedatangan Islam di dunia adalah untuk menghiburkan manusia. Di situ indahnya Islam, sebab Islam itu menghibur. Penghibur yg paling besar ialah Tuhan Yang Maha Agung. Kalau Tuhan itu dikenali, kalau kita tahu kerja2 Tuhan, maka Tuhan sangat menghiburkan. Tuhan penghibur agung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contohnya menceritakan benda biasa yg selalu kita tempuh, kita tidak sedar, spt menyedut udara, udara itu udara Tuhan. Kalau tidak ada udara kita mati. Kita tak sedar ini menghibur. Bila Tuhan cabut udara itu, ertinya tak terhibur. Bumi yg kita pijak adalah ciptaan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila mendongak ke langit biru, langit Tuhan, menghiburkan mata. Melihat pemandangan hijau dan indah. Kita pergi ke pasar cari lauk, ikan, daging, sayur2an, ini semua menghiburkan. Tapi kita tak perasan dan tak pernah diceritakan. Kita hanya pandang bersahaja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila kita bekerja kita gunakan tenaga, kita jadi letih dan perlu rehat. Tuhan bagi kita mengantuk. Kalau kita tidak mengantuk walaupun cuba tidur tak boleh tidur. Mengantuk menghiburkan Bila tidur menyegarkan badan dan segar kembali. Itu hiburan dari Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bertemu manusia, kita meluahkan perasaan, dapat berkongsi rasa. Dia pun meluahkan perasaannya kepada kita. Lega rasanya, itu hiburan dari Tuhan. Tuhan menghiburkan sahaja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apabila kita membuat sesuatu perkara yg baik kita disuruh menyebut nama Tuhan. Sebab itu Tuhan pilih salah satu dari 99 nama Allah. Tuhan suruh kita sebut Bismillahirahmanirrahim. Tuhan kenalkan diri-Nya, Akulah Penghibur. Tuhan tak suruh kita sebut Bismillahijabbarul Qahhar. Tapi kita tak perasan, kita tak sedar. Kita hanya tahu kalau kita sebut dapat fadhilat. Kita selama ini tak diajar Tuhan penghibur agung. Kita diajar fadhilat sahaja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan buat siang dan malam. Kejadian siang malam itu hiburan dari Tuhan. Kalau malam saja menyusahkan kita. Demikian pula kalau siang saja, siang utk keperluan kerja. Malam utk berehat, kena tidur. Tak terhiburkah? Kita selama ini tak pernah diajar tauhid macam ini. Tuhan itu penghibur agung, tak ada penghibur seagung Tuhan. Sebab itu Allah datangkan syariat, seolah2 Tuhan berkata "Kalau Aku menciptakan kamu, Aku adalah penghibur agung kamu. Sebab itu Aku buat syariat sebagai peraturan dan system hidup buat menghiburkan kamu."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tuhan adalah penghibur agung. Didatangkan syariat itu sebagai hiburan kedua. Syariat mengajarkan kita, kalau orang bersalah kita maafkan. Tak terhiburkah? Padahal kalau tidak dimaafkan sakit orang itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jiran kena jaga walaupun bukan Islam, perlu dibuat macam keluarga sendiri. Tak terhiburkah? Bila berkawan, Tuhan kata kena setia. Tak terhiburkah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila ada orang menentang kita dalam berdakwah, kita doakan dia. Tak terhiburkah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cuba baca sejarah, orang yg paling kuat berjuang seperti Rasul tak ada tandingannya. Baca sejarah Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi Daud. Mereka tak pernah bunuh orang, kecuali Nabi Musa sebelum jadi nabi. Itupun secara tak sengaja. Rasulullah masuk medan perang 27 kali tetapi tak sekalipun membunuh orang, padahal peluang ada. Kalaupun ada peluang Rasulullah maafkan. Tak terhiburkah hati orang?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan datangkan Rasulullah utk menghiburkan manusia. Dengan musuh, kalau mereka tak masuk Islam, Rasulullah biarkan, dengan harapan suatu hari nanti anak cucunya masuk Islam. Tak terhiburkah?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapakah ulama hari ini bila menyuruh tentang jihad, mau bunuh orang? Dari mana mereka dapat? Dari mana mereka belajar? Para Rasul tak ada yg berbuat begitu. Orang bukan Islam jadi takut, orang Islam pun jadi takut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi hari ini Tuhan minta kepada manusia utk menghiburkan orang. Tuhan datangkan orang2 berjuang utk menghiburkan orang walaupun mereka susah, yg penting orang terhibur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ali-Imran ayat 190-191:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, pertukaran malam dan siang silih berganti, terdapat tanda2 akan keesaan/kekuasaan/kebesaran/keagungan dan kebijaksanaan Allah bagi ORANG-ORANG YANG BERAKAL ".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Iaitu mereka yang berzikir ( ingat ) akan Allah semasa berdiri , duduk dan berbaring sambil memikirkan kejadian langit dan bumi, sambil berkata ; Wahai tuhan kami, tidaklah engkau menjadikan semuanya ini sia2, Maha suci engkau maka peliharalah kami dari azab api neraka."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5787217679362918036?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5787217679362918036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/tuhan-penghibur-agung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5787217679362918036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5787217679362918036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/tuhan-penghibur-agung.html' title='Tuhan Penghibur Agung'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-1301043760100676768</id><published>2012-01-19T22:17:00.000+08:00</published><updated>2012-01-19T22:30:22.661+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kitab Al-Hikam'/><title type='text'>Ibnu Athaillah: Pengarang Kitab Al Hikam</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Athaillah Askandary yang hidup pada zaman Dinasti Mamluk itu dapat merasai keadaan dan suasana kestabilan politik pada ketika itu. Oleh yang demikian tidak hairan jika beliau dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mencapai cita-cita beliau dalam bidang ilmu pengetahuan, khasnya ilmu pengetahuan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan dan tamadun Islam yang telah dibina pada zaman Rasulullah SAW berkembang dengan pesatnya pada zaman Kerajaan Bani Umayyah dan Kerajaan Bani Abbasiah itu bukan sekadar mempengaruhi kehidupan umat Islam seluruh pelusuk dunia malahan orang Kristian di Benua Eropah juga telah bangun kerana kejutan kebudayaan dan ketamadunan Islam. Situasi ini disebabkan pada abad ke-7 Hijrah atau ke-13 Masehi, bangsa Eropah telah terlibat secara khusus dalam peperangan Salib. Hubungan mereka dengan tentera-tentera Islam dalam peperangan tersebut telah meninggalkan kesan yang besar terhadap ketamadunan bangsa Eropah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir sendiri pada akhir abad ke-7 Hijrah, tidak dapat dinafikan ia telah menjadi sebuah pusat kebudayaan dan tamadun Islam yang setanding pada ketika itu dengan Kota Baghdad dan beberapa kota yang lain di Sepanyol. Beberapa kota besar di Mesir seperti Kaherah, Iskandariah dan lain-lainnya telah menjadi pusat perkembangan kebudayaan dan tamadun Islam pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun para sarjana yang pernah membuat kajian tentang biografinya menegaskan bahawa maklumat perkembangan awal hidupnya terlalu sedikit yang diperolehi, namun secara logiknya dapat kita mengandaikan bahawa beliau pada peringkat awalnya adalah mendapat didikan dan asuhan agama seperti juga kanak-kanak lain pada masa itu. Berdasarkan kepada satu petunjuk bahawa keluarga beliau adalah ahli agama yang bijak dan terkenal pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang kanak-kanak yang terdedah dengan pengajian tradisional Islam, beliau mempelajari ilmu yang berkaitan dengan Fardhu ’Ain, membaca, menulis, menghafaz al-Quran dan sebagainya lagi. Apabila umurnya meningkat remaja, beliau telah mempelajari berbagai cabang ilmu Islam yang pada lazimnya dipelajari oleh para pemuda pada masa itu. Sesuai dengan zaman tersebut, Kota Iskandariah merupakan salah sebuah pusat kegiatan ilmu pengetahuan yang penting di Mesir sehingga menjadi tumpuan para ilmuan pada ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara bidang ilmu yang berkembang pesat di Kota Iskandariah pada ketika itu ialah ilmu fiqh, ilmu hadis, ilmu usuluddin dan tidak ketinggalan juga dengan ilmu tasawuf . Ibn Ataillah mempelajari ilmu-ilmu zahir seperti feqah, tafsir, hadis, falsafah dan lainnya dari sebuah madrasah fiqh mazhab Maliki yang terkenal di Iskandariah pada masa itu. Madrasah ini diasaskan oleh oleh seorang ulama yang terkenal dalam Mazhab Maliki iaitu Syeikh Abu Hassan al-Ibyari yang meninggal dunia pada pada tahun 618H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Ataillah sangat bertuah kerana sempat berguru dengan ramai ulama terkenal. Dalam ilmu fiqh, beliau berguru dengan seorang ahli fiqh terkenal bernama Syeikh Nasir al-Din Ibn Munir. Manakala dalam bidang ilmu hadis pula beliau berguru dengan Syeikh Shihab al-Din Abu Ma’ali yang terkenal dengan gelaran Syeikh al-Abraquhi. Dalam bidang nahu dan tata bahasa Arab, beliau berguru dengan Syeikh al-Muhyi al-Mazuni, seorang ulama yang setaraf dengan Syeikh Ibn al-Nuhas yang terkenal di Mesir pada ketika itu. Ibn Ataillah juga pernah berguru dengan al-Syeikh al-Imam al-Syaraf al-Din al-Dimyati yang hidup antara tahun 613-705 H. Manakala dalam bidang usul fiqh, tauhid, falsafah, dan mantiq pula, beliau pernah berguru dengan Syeikh Muhammad Ibn Mahmud yang terkenal dengan gelaran Shamsuddin al-Isbahaniy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;ULAMA FIQH MAZHAB AL-MALIKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kepada beberapa fakta yang berkaitan dengan kegiatan beliau seperti yang telah dihuraikan di atas, maka tidak menghairankan bahawa Ibn Ataillah semasa mudanya sudah menjadi seorang ahli feqah yang terkenal dalam mazhab Maliki, sebelum menceburkan diri dalam ilmu dan amalan tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa bergiat aktif dalam bidang fiqh, beliau banyak memberikan fatwa tentang hukum hakam kepada orang ramai. Seperti ulama-ulama lain dalam bidang fiqh, beliau sering meragui kebenaran ilmu dan amalan tasawuf. Beliau sering mempertikaikan kedudukan ulama tasawuf dan para pengamalnya. Tidak salah jika dikatakan Ibn Ataillah adalah salah seorang yang lantang menentang ilmu tasawuf, khasnya ilmu tasawuf yang dipelopori oleh Tariqah al-Syadziliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJADI ULAMA TASAWUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah menentukan bahawa Ibn Ataillah menjadi seorang tokoh ilmu tasawuf yang masyhur. Keraguannya terhadap kebenaran ilmu tasawuf amnya, dan terhadap Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi khasnya, telah bertukar menjadi keyakinan yang teguh dan kental. Perubahan tersebut adalah disebabkan oleh desakan batinnya yang sentiasa ingin mengetahui kemungkinan perkara yang ditentang selama ini dan dianggap sebagai salah itu adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertemuan pertama tersebut, beliau terus mendapat didikan serta asuhan dari gurunya, al-Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi dalam ilmu dan amalan tasawuf khasnya Tariqat al-Syadziliyyah. Beliau adalah murid kesayangan Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi. Hubungan mereka berdua sentiasa rapat sesuai dengan syarat dan prinsip-prinsip tariqah. Beliau mendapat didikan serta asuhan dari Syeikhnya selama kira-kira 12 tahun. Dalam masa yang singkat Ibn Ataillah telah berupaya mengarang kitabnya yang tersohor dalam ilmu tasawuf iaitu 'Al-Hikam' semasa al-Syeikh Abu al-’Abbas masih hidup dan al-Hikam mendapat pengesahan dari Syeikhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu babak baru dan mencabar dalam sejarah kehidupan Ibn Ataillah bermula apabila beliau berpindah ke Kaherah. Di sini beliau menyebarkan ilmu pengetahuannya, baik yang zahir mahu pun ilmu batin iaitu ilmu tasawuf. Tentunya beliau menjadi orang penting (mursyid) dalam Tariqat Syadziliyyah, terutamanya setelah kewafatan gurunya Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi. Beliau bukan sahaja menyebarkan ilmu tersebut kepada orang ramai di tempat-tempat awam tetapi juga berkesempatan menjadi pensyarah di Universiti al-Azhar dan di Madrasah al-Mansuriyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIDIKAN DAN ASUHAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran dan asuhannya mendapat sambutan yang baik dari semua lapisan masyarakat Mesir, khasnya di Kota Kaherah. Beberapa tokoh terkenal merekodkan bagaimana keadaan dan suasana sambutan orang ramai terhadap pengajaran dan asuhan beliau itu. Antaranya ialah Ibn Hajar al-’Asqalany menyebutkan:&lt;br /&gt;"Ibn Ataillah Askandary itu bersyarah dengan kata-kata yang melunakkan hati, di atas sebuah kerusi, di Universiti al-Azhar. Beliau menyulamkan ajaran ahli tasawuf dengan ajaran angkatan salaf dan kehalusan ilmu Islam, maka ramailah para pengikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Ataillah berperanan penting meneruskan kesinambungan pengajaran dan penyebaran, asuhan dan didikan Islam khasnya dalam ilmu dan amalan tasawuf Tariqah al-Syadziliyyah. Malahan menurut catatan Dr Al-Taftazaniy, beliau sebenarnya berperanan penting mempopularkan gerakan tariqah-tariqah pada zamannya dengan mengajak orang ramai mengikuti Tariqah al-Syadziliyyah selepas ketiadaan syeikhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan lebih jauh dari itu, Dr. Al-Taftazaniy berpendapat bahawa Ibn Ataillah adalah sebagai contoh yang ulung dalam bidang tasawuf di Mesir di akhir kurun ke-7 Hijrah dan pemimpin yang penting dalam pembentukan tariqat dan tasawuf aliran Syadziliyyah. Dengan ketokohan tersebut, beliau dapat mempertahankan dan menangkis tohmahan yang ditujukan oleh golongan yang mempertikaikan ajaran tasawuf ke atas pengamal tariqat tasawuf khasnya Tariqat al-Syadziliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kesungguhan dan penat lelah Ibn Ataillah dalam usaha mendidik dan mengasuh murid-muridnya selama kira-kira 23 atau 24 tahun di Kaherah, maka lahirlah beberapa orang muridnya yang terkenal dalam usaha menyambung dan menyebar, mendidik dan mengasuh orang ramai dalam ilmu dan amalan Tariqah al-Syadziliyyah. Antara murid-muridnya yang terkenal ialah Syeikh Taqiy al-Din al-Subkiy (w.756H), ayah kepada Taj al-Din al-Subkiy, pengarang kitab Tabaqat al-Shafi’iyyah al-Kubra (w.771H), Syeikh Daud Ibn ’Umar Ibn Ibrahim al-Syadziliy terkenal dengan gelaran Ibn Bakhula, pengarang kitab al-Lata’if al-Mardiyyah dan al Syeikh Abu al-Abbas Ahmad Ibn Milaq al-Iskandari al-Usuliy (w.749 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TULISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran dan asuhan yang dilakukan oleh Ibn Ataillah bukan sekadar lisan dan hal semata-mata, tetapi usaha tersebut meliputi juga dalam bidang penulisan. Selain dari murid-murid yang ramai, beliau juga meninggalkan kepada generasi kemudian, di Mesir khasnya dan bagi rakyat Malaysia amnya, karya-karya berharga dalam bidang ilmu pengetahuan khasnya dalam ilmu dan amalan tasawuf. Antara hasil karya Ibn Ataillah yang berupa kitab dan risalah adalah:&lt;br /&gt;1- Al-Hikam (Kitab yang mengandungi adab-adab dalam ilmu tariqah dan tasawuf, ibadah, tawhid, zikrullah, maqamat, dan ahwal dan sebagainya)&lt;br /&gt;2- Al-Munajat (Sebuah risalah kecil yang mengandungi doa-doa. Risalah ini menurut Dr. al-Taftazaniy disusun oleh Ibn Ataillah ketika beliau mengarang dan menyusun kitabnya al-Hikam)&lt;br /&gt;3- Al-Wasiyyah (Sebuah risalah kecil mengandungi nasihat-nasihat yang ditujukan kepada para sahabat dan anak muridnya di Iskandariah. Al-Wasiyyah boleh didapati pada akhir kitab Lata’if al-Minan)&lt;br /&gt;4- Al-Tanwer fi Isqat al-Tadbir (Kitab ini mengandungi ajaran yang berkait dengan Tauhid Rububiyyah)&lt;br /&gt;5- Lata’if al-Minan (Kitab ini mengandungi biografi atau manaqib gurunya, Syeikh Abu al-’Abbas al-Mursi)&lt;br /&gt;6- Taj al-’Arus al-Hawi li Tahdhib al-Nufus (Kitab ini mengandungi nasihat dan panduan bagi ahli tasawuf, khasnya mengenai cara-cara mendapatkan tazkiyyat al-nafs)&lt;br /&gt;7- Al-Quds al-Mujarrad fi Ma’rifat al-Ism al-Mufarrad (Kitab ini mebicarakan tentang zat Allah SWT, sifat-sifat-Nya, nama-nama-Nya dan af’al-Nya dari sudut ilmu kalam dan pengalaman dhauqiyyah sufi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Ataillah Askandary adalah seorang tokoh yang terkenal di zamannya. Pengorbanan yang dilakukannya dalam bidang pendidikan dan asuhan telah melahirkan ramai golongan ulama terkemuka yang meneruskan kesinambungan budaya intelektual pada zaman berikutnya. Tidak ketinggalan juga dengan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh beliau menerusi tulisannya khasnya dalam ilmu dan amalan tasawuf yang telah memberikan kesan yang sangat mendalam dalam hubungan dua hala dari sudut budaya dan ilmu di kalangan rakyat Malaysia sejak sekian lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-1301043760100676768?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/1301043760100676768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/ibnu-athaillah-pengarang-kitab-al-hikam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/1301043760100676768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/1301043760100676768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/ibnu-athaillah-pengarang-kitab-al-hikam.html' title='Ibnu Athaillah: Pengarang Kitab Al Hikam'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6364439265620318510</id><published>2012-01-16T20:05:00.003+08:00</published><updated>2012-01-16T20:06:43.010+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Setelah Kesulitan Ada Kemudahan</title><content type='html'>Inna Ma’al ‘Usri Yusra (Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setelah kelaparan ada kenyang, sesudah dahaga ada kesejukan, setelah begadang ada waktu tidur, setelah sakit ada sembuh, pasti yang sesat akan menemukan jalannya, yang telah melalui kegelapan ada secercah cahaya terang benderang. Lihatlah para petualang di sebuah gua yang gelap, setelah berjalan kesana kemari melihat setitik lobang cahaya. Karena apa? Karena Allah berfirman :” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau keputusan kepada kita dari sisiNya. Kata ‘Asa (mudah-mudahan) , &amp;nbsp;dalam kamus Allah itu merupakan suatu kepastian, bukan seperti mudah-mudahan dalam bahasa lisan makhluk, yang tak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri kabar gembiralah bagi malam yang gelap, bahwa esok lusa akan ada fajar dari puncak gunung, dan celah-celah lembah, berilah kabar gembira bagi mereka yang dalam keadaan gelisah, goncang, bahwa dalam lamhatilbashar menurut pandangan Allah, akan ada kegembiraan, ada kelembutan tersembunyi dibalik penderitaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melihat dan berjalan ditengah padang pasir nan tandus itu,.kita berjalan lagi..masih juga padang pasir,.berjalan terus,..sampai suatu saat kelak kita akan menemukan dedaunan hijau, perkampungan hijau, ada kehidupan disana.Semua itu kerana apa,..? Karena setiap ada muara ada hulunya atau sebaliknya. Ada ujung ada pangkalnya, ada kesulitan pasti setelah itu ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat tali itu kuat dan sambung menyambung, lihatlah suatu saat pasti akan ada terputus juga, dibalik kemelaratan, pasti ada kebahagiaan, didalam ketakutan, akan disertai rasa aman, dalam kegoncangan, setelah itu pasti angin itupun tenang kembali. Ombak menderu-deru, tidak selamanya ia berhembus terus, pasti ada masa tenangnya. Karena apa…? Karena Allah sudah berfirman :” Tuulijullaila finnahaari.. watuulijunnahaar a fillaili “( Allah menggantikan malam kepada siang,siang diganti malam).Masa regenerasi dan pergantian itu pasti ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jadikanlah jeruk nipis itu menjadi manis !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang cerdas, lagi pintar, akan merubah kerugian-kerugiannya kepada keberuntungan-keberuntungan. Sementara orang yang bodoh lagi selalu dalam keadaan bingung, akan menambah musibah menjadi dua musibah, bahkan musibah bertingkat-tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah betapa Rasulullah SAW diusir dari kampung kelahirannya Mekkah. Apakah beliau bersikap pesimis dan patah semangat? Tidak bukan? Beliau hijrah ke Medinah dan mencari penghidupan baru disana, berkarya, bekerja dan berdakwah, sehingga jadilah beliau maju dan dapat membangun Madinah menjadi manusia-manusia bertaqwa, setelah mapan beliau baru kembali membangun asal negerinya yang beliau pernah diusir itu. Bayangkan, seorang yang ummi, tak tahu baca dan tulis , diusir dari kampung &amp;nbsp;halamannya sendiri, dan oleh bangsanya sendiri, dapat merubah masyarakat dari lembah kejahiliahan, menjadi insan yang tahu ilmu, tahu nilai-nilai akhlak yang luhur, dan maju dalam perekonomian. Dikenal dan dikenang dalam sejarah turun temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad bin Hanbal dipenjarakan, dicambuk, apa yang terjadi pada beliau setelah itu? Beliau jadi Imam ahli Sunnah. Imam Ibnu Tayyimiyah keluar dalam tahanannya penuh dengan ilmu yang berlimpah ruah. Mengarang 20 jilid buku fiqh. Ibnu Katsir Ibnu jauzi di Baghdad dan Imam Malik bin raib di timpa musibah yang hampir mematikan beliau, dengan penderitaannya itu beliau telah menulis qasidah yang benar-benar membuat orang terpukau, sya’ir-sya’ir beliau yang membuat orang membacanya terperangah dapat mengalahkan penyair-penyair Abbasiyyah yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang menimpakan kepadamu kemudharatan, dan apabila kamu ditimpa musibah, maka lihatlah dari sisi lainnya. Bila kamu melihat kegelapan, carilah titik terangnya. Apabila kamu disuguhkan seseorang secangkir jeruk nipis yang asam, maka tambahkanlah gula didalamnya biar terasa manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang memberikan serigala yang galak kepadamu, maka ambillahyang berharga, tinggalkan yang tak berharga. Apabila kamu diserang dan digigit kalajengking, maka ambillah obat antibiotik dari binatang itu juga, karena didalamnya juga ada racun hidup yang dapat mematikan kuman. kulitnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah pendingin didalam tubuhmu yang keras, dan panas itu sebagai penyeimbangnya. Agar keluar dari dalam tubuh kita bunga yang harum semerbak wanginya . Bila kamu benci akan sikap seseorang, jangan jauhi ia, ambil dan lihat sisi baik darinya. Semua ini karena apa..? Karena Allah berfirman : ” ‘Asaa antakrahuu syaiaan,wahuwa khairullakum “. Bisa jadi sesuatu yang kamu benci itu, malah yang terbaik untukmu. Begitupun sebaliknya, wa‘asaa antuhibbuu syaian wahuwa syarrullakum” Bisa jadi suatu yang sangat kamu cintai, ia tak baik dan menjadi mudharat untukmu juga “. (QS. Al-Baqarah : 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kitab Laa Tahzan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karya Dr. Aid Al-Qarni&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6364439265620318510?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6364439265620318510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/setelah-kesulitan-ada-kemudahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6364439265620318510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6364439265620318510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/setelah-kesulitan-ada-kemudahan.html' title='Setelah Kesulitan Ada Kemudahan'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6478186452925723258</id><published>2012-01-10T21:41:00.001+08:00</published><updated>2012-01-16T20:06:33.232+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Pada Siapa Patut Letak Cinta?</title><content type='html'>Jatuh yang tidak ada orang simpati ialah jatuh cinta. Sebab jatuh cinta indah, tidak macam jatuh tangga atau jatuh pokok, sakit. Cinta banyak perkara cinta. Tidak ada siapa pun yang dapat larikan diri daripada mencintai dan dicintai. Kemuncak cinta, ada orang masuk syurga kerana cinta dan tidak kurang ramai orang yang akan dihumbankan ke neraka gara-gara cinta. Cinta yang begaimana boleh bawa seseorang ke syurga dan kenapa ada yang masuk neraka lantaran kerana cinta?&lt;br /&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Cinta, rasa yang ada dalam hati yang tidak boleh disukat-sukat. Hati yang merasainya, sehingga boleh terhibur atau terseksa kerananya. Datangnya dari dua sumber yakni dari nafsu dan dari Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Cinta yang diilhamkan oleh nafsu berlaku bila hati kotor, sering melakukan dosa dan tidak pula bertaubat. Sifat-sifat keji seperti sombong, ujub, riak, gila puji, hasad dengki dan lain-lain sifat jahat bersarang dalam hati tidak dikikis, maka ketika itu nafsulah yang akan jadi Tuhan dalam diri sehingga apa saja yang dilakukan mengikut arahan nafsu. Termasuk dalam meletakkan cinta, ukuran yang diberi dan sebab jatuh cinta pun ikut selera nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Lelaki akan jatuh cinta pada perempuan yang mendedahkan kecantikannya hingga tubuh badan perempuan itu sudah tidak terlindung lagi pada pandangan nafsunya. Cinta diberi ialah untuk mengisi keinginan nafsu seks lelaki kepada perempuan. Begitu juga wanita, jatuh cinta sebab lelaki kaya, handsome bergaya, ada jawatan dan lain-lain keistimewaan yang disenangi oleh nafsu. Lantas cinta diberi dengan harapan mereka dapat tumpang kemewahan dan kesenangan hidup lelaki tersebut. Jelasnya, cinta yang datang dari nafsu ditujukan untuk kesenangan nafsu semata-mata.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Bila bertaut dua cinta yang dilahirkan oleh nafsu yang punya kepentingan masing-masing maka berlangsunglah babak-babak melahirkan rasa cinta. Dari surat menyurat, telefon, ziarah, keluar makan-makan, berdua-duaan di taman bunga, dalam keadaan saling rindu merindukan. Ketika itu tak ada lain dalam ingatan melainkan orang yang dicintai. Sehari tak jumpa atau tidak telefon rasa berpisah setahun. Sudah tidak malu pada orang sekeliling, apa lagi pada Allah yang Maha Melihat. Lagi mereka tidak ingat dan takut. Lantaran itu mereka sanggup buat apa saja untuk membuktikan kecintaan pada pasangan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hatta yang perempuan sanggup serah maruah diri konon untuk buktikan cinta pada lelaki. Yang lelaki pula rela bergolok bergadai untuk memberikan kemewahan pada perempuan sebagai bukti cinta. Akhirnya bila yang perempuan telah berbadan dua, lelaki serta merta hilang cintanya. Habis manis sepah dibuang. Kalau pada lelaki pula, ada duit abang sayang, tak ada duit abang melayang. Kalau pada suami pula, isteri seorang suami disayang, bila hidup bermadu kasih pada suami melayang.&lt;br /&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Itulah falsafah cinta nafsu yang melulu. Cintanya hanya selagi nafsu ada kepentingan. Cinta inilah yang banyak melanda orang muda yang dilambung asmara. Hingga sanggup buat apa saja, sekalipun bunuh diri, kalau kecewa dalam bercinta. Walhal sedap dan indahnya sekejap. Sakitnya lama, sakit yang paling dah syatialah di neraka kelak. Inilah kemuncak cinta yang paling malang dan memalukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Cinta nafsu kalau pun boleh bersambung sampai membina rumahtangga ia tetap akan menyeksa. Kerana suami akan cinta pada isteri selagi isteri masih muda, seksi dan manja. Yakni selagi nafsu dapat disenangkan. Bila isteri tua, kulit berkedut, tampal make-up lagi hodoh, rambut putih dan gigi pun sudah banyak gugur seperti opah, badan pun sudah kendur, maka cinta suami akan beralih pada gadis muda yang menarik. Sekaligus hilanglah cinta suami. Menderitalah isteri yang hilang perhatian suami apalagi kalau terang-terang depan mata suami kepit perempuan lain, lagilah isteri terseksa.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Begitu juga si isteri. Cintakan suami selagi suami boleh membahagiakan dan menunaikan segala keinginan nafsu. Selagi suami kasih dan sayang padanya. Andainya suami hilang kuasa, jatuh miskin, masuk penjara atau suami kahwin lagi seorang maka serta merta hilang cinta pada suami. Sebaliknya berbakul-bakul datang rasa benci pada suami yang dulu dipuja tinggi melangit. Begitu mudah cinta bertukar jadi benci. Akibatnya berlakulah pergaduhan, masam muka, kata-mengata, ungkit mengungkit, suami tidak pedulikan isteri dan isteri pun hilang hormat pada suami. Rumahtangga panas dan menunggu saat untuk ditalqin kan ke kubur perceraian. Ketika itu tak ada lagi pujuk rayu, cumbu mesra sebagaimana waktu cinta tengah membara. Maka doktor yang menulis pun dituduh.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Itulah gara-gara cinta nafsu yang sudah menyusahkan manusia di dunia lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sebaliknya cinta yang dialirkan oleh Allah ke dalam hati, itulah cinta yang benar, suci lagi murni. Cinta yang bukan diukur ikut pandangan mata, tapi ikut pandangan Allah. Ia bersebab kerana Allah dan cinta diberi pun untuk dapat keredhaan Allah. Cinta begini tiada batasannya. Tidak pula kenal jantina dan kedudukan. Dan cinta lahir hasil dari sama-sama cinta pada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Boleh berlaku pada lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan, lelaki dengan perempuan, antara murid dengan guru, suami dengan isteri, sahabat dengan sahabat, rakyat dengan pemimpin, antara umat dengan Nabinya dan yang paling tinggi antara hamba dengan Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kalau berlaku antara lelaki dengan perempuan yang tidak diikat oleh tali perkahwinan, mereka tak akan memerlukan untuk berjumpa, bercakap atau melakukan apa saja yang bertentangan dengan kemahuan Allah. Cinta mereka tidak akan dicelahi oleh nafsu berahi. Sebaliknya cinta itu ialah tautan hati yang berlaku walaupun tak pernah kenal atau baru kenal tapi hati rasa sayang dan rindu. Hati sedih kalau orang yang dicintai ditimpa susah, senang kalau yang dicinta itu senang. Sanggup susah-susahkan dan korbankan diriuntuk senangkan orang yang dicintai.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Cinta yang begini ada diceritakan dalam hadis, iaitu seorang lelaki yang bertemu dan berpisah dengan sahabatnya kerana Allah maka mereka akan mendapat perlindungan 'arasy Allah di padang mahsyar nanti, hari di mana masing-masing orang mengharap sangat lindungan dari matahari yang sejengkal saja dari kepala.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kalau berlaku antara suami isteri maka isteri akan letak seluruh ketaatan pada suami, berkhidmat dan melayan suami tanpa jemu-jemu. Sama ada waktu suami tunjukkan sayang atau masa suami marah-marah. Sama ada suami kaya atau miskin, atau suami kahwin lagi, cinta isteri pada suami tidak belah bagi. Salah satu contohnya penderitaan mengundang bahagia. Kerana cintanya pada suami datangnya dari Allah hasil dari ketaqwaan isteri. Datanglah ribut taufan, angin puting beliung melanda rumah tangga, isteri tetap memberikan cintanya yang utuh dan teguh.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Begitu juga suami, cinta pada isteri tidak kira isteri itu muda atau tua. Sama ada pada hatinya. Selagi isteri taat pada Allah, isteri tetap dikasihinya. Kalau dia ada empat isteri, tentulah isteri-isteri akan tertanya-tanya, pada isteri manakah yang suami paling cinta? Kalau cinta itu bersumber dari Allah, tentu isteri yang paling taqwalah yang paling layak dicintai oleh suami lebih dari isteri-isteri lain. Sebagaimana Rasulullah lebih mencintai Aisyah kerana taqwa Aisyah lebih tinggi dari istei-isteri lain. Rasulullah saw akui sendiri hanya bersama Aisyah saja, dalam satu selimut baginda pernah diberi wahyu. Tapi tidak pernah berlaku semasa baginda satu selimut dengan isteri-isteri yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sumber cinta yang datang dari Allah akan meletakkan Allah yang paling tinggi dan utama. Bila berlaku pertembungan antara cinta Allah dengan cinta pada makhluk maka cinta Allah dimenangkan. Misalnya seorang isteri yang cinta suaminya. Tiba-tiba suami larang isteri melakukan ketaatan pada Allah dalam hal tutup aurat, walhal tutup aurat itu Allah tuntut. Maka kecintaan pada Allah itu akan mendorongnya untuk laksanakan perintah-Nya walaupun suami tidak suka ataupun terpaksa kehilangan suami. Sanggup dilakukan sebagai pengorbanan cintanya pada Allah. Sebaliknya kalau dia turut kemahuan suami ertinya kata cinta pada Allah hanya pura-pura, cintanya bukan lagi bersumberkan Allah tapi datang dari nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Cinta yang datang dari Allah menyebabkan seseorang cukup takut untuk melanggar perintah Allah yang kecil, apalagi yang besar, lagi dia gerun. Seorang yang sudah dapat mencintai Allah, cinta yang lain-lain jadi kecildan rendah padanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sejarah menceritakan kisah cinta Zulaikha terhadap Nabi Yusuf. Sewaktu Zulaikha dibelenggu oleh cinta nafsu yang berkobar-kobar pada Nabi Yusuf, dia sanggup hendak menduakan suaminya, seorang menteri. Bila Nabi Yusuf menolak keinginannya, ditariknya baju Nabi Yusuf hingga terkoyak. Akibat dari peristiwa itu Nabi Yusuf masuk penjara. Tinggallah Zulaikha memendam rindu cintanya kepada Yusuf.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Penderitaan cinta yang ditanggung oleh Zulaikha menyebabkan dia bertukar dari seorang perempuan cantik menjadi perempuan tua yang hodoh. Matanya buta kerana banyak menangis terkenangkan Yusuf, hartanya habis dibahagi-bahagikan kerana Yusuf. Sehingga datanglah belas kasihan dari Allah terhadapnya. Lalu Allah mewahyukan agar Nabi Yusuf mengahwini Zulaikha setelah Allah kembalikan penglihatan, kemudaan dan kecantikannya seperti di zaman gadisnya. Peliknya, bila Zulaikha mengenal Allah, datanglah cintanya pada Allah sehingga masanya dihabiskan untuk bermunajat dengan Allah dalam sembahyang dan zikir wirid sehingga terlupa dia hendak melayan kemahuan suaminya Yusuf yang berhajat kepadanya. Terpaksa Nabi Yusuf menunggu Zulaikha menghabiskan sembahyangnya, hingga hampir hilang kesabaran Nabi Yusuf lantas ditariknya baju Zulaikha sehingga koyak; sebagaimana Zulaikha pernah menarik baju Nabi Yusuf seketika dulu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Begitulah betapa cinta yang dulunya datang dari nafsu dapat dipadamkan bila dia kenal dan cinta pada Allah. Cinta Allah ialah taraf cinta yang tinggi. Kemuncak cinta ini ialah pertemuan yang indah dan penuh rindudi syurga yang dipenuhi dengan kenikmatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Cinta pada Allah akan lahir bagi orang sudah cukup kenal akan Allah. Kerana cinta lahir bersebab. Kalau wanita cinta pada lelaki kerana kayanya, baiknya, tampan dan sebagainya dan lelaki cinta wanita kerana cantik, baik, lemah lembut dan sebagainya maka bagimereka yang berakal akan rasa lebih patut dicurahkan rasa cinta pada Allah kerana segala kenikmatan itu datangnya dari Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Ibu bapa, suami, isteri, sahabat handai dan siapa sajayang mengasihi dan mencintai kita, hakikatnya itu semuanya datang dari Allah. Kebaikan, kemewahan dan kecintaan yang diberikan itupun atas rahmat dan kasihan belas Allah pada kita. Sehingga Allah izinkan makhluknya yang lainnya cinta pada kita. Walhal Allah boleh bila-bila masa menarik balik rasa itu dari hati orang-orang tadi kalau Allah mahu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Allah yang menciptakan kita makhluk-Nya, kemudian diberinya kita berbagai-bagai nikmat seperti sihat, gembira, dan macam-macam lagi. Sama ada masa kita ingat pada-Nya ataupun masa kita lalai, tetap diberi-Nya nikmat-nikmat itu. Begitulah, kebaikan Allah pada kita terlalu banyak sebagaimana firman-Nya: yang bermaksud:&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Kalau kamu hendak menghitung nikmat-nikmat Allah, nescaya kamu tak terhitung."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Besar sungguh jasa Allah dari menciptakan, menghidupkan dan memberi rezeki, suami, isteri, rumah dan macam-macam lagi yang dengannya kita boleh lalui kehidupan dengan aman bahagia. Alangkah biadapnya kita kalau segala pemberian Allah itu kita ambil tapi lupa untuk ucapkan terima kasih, lupa pada yang memberi. Walhal, Allah boleh saja menyusah dan menyenangkan kita dengan kehendaknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Oleh itu orang yang betul kenal dan beradab, dia malu pada Allah. Malah kerana malunya itu dia tidak nampak yang lain lebih hebat dari Allah. Cintanya tertumpu pada Allah, dan penyerahan diri pada Allah sungguh-sungguh. Setiap saat menanggung rindu lalu masanya dihabiskan untuk berbisik-bisik dengan kekasihnya. Sehingga kerana terlalu mendalam cinta pada Tuhan ada hamba Allah yang berkata, "Wahai Tuhan, aku mencintai Engkau bukan kerana takutkan neraka-Mu. Tapi kerana Zat-Mu, ya Allah. Aku rela masuk neraka kalau itulah kemahuan-Mu."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Itulah rintihan hati seorang wali perempuan Rabiatul Adawiyah dalam munajatnya dengan Allah. Dia menyatakan dua cinta tidak boleh duduk dalam satu hati. Bila cinta Allah sudah penuh dalam hatinya, maka tidak ada tempat lagi untuk cinta selain dari itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Ada orang mangatakan: "Jika kau berikan hatimu atau pun cintamu pada manusia nescaya dia akan merobek-robekkannya. Tapi kalau hati yang pecah itu diberikan kepada Allah nescaya dicantum-cantumkan-Nya. Ertinya cinta dengan Allah pasti berbalas. Dan Allah tidak membiarkan orang yang dicintai-Nya menderita di akhirat."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Jadi seorang yang bijak dan beradab akan meletakkan kecintaan yang besar pada Allah, pada Rasulullah dan barulah pada makhluk-makhluk lain di samping-Nya. Itulah perletakan cinta yang betul dan menguntungkan di dunia dan juga di akhirat. Itulah dia cinta kita pada Allah swt yang patut kita letakkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6478186452925723258?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6478186452925723258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/pada-siapa-patut-letak-cinta.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6478186452925723258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6478186452925723258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/pada-siapa-patut-letak-cinta.html' title='Pada Siapa Patut Letak Cinta?'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6078874728469343635</id><published>2012-01-01T10:17:00.003+08:00</published><updated>2012-01-01T10:24:03.326+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Hadith Muaz Ibn Jabal - Amalan Yang Tiada Nilainya</title><content type='html'>Imam Abdullah bin Al Mubarak radhiAllahu `anhu telah meriwayatkan di dalam kitab Al Zuhd dengan sanad beliau daripada seorang lelaki (iaitu Khalid bin Maadan) yang pernah berkata kepada Muaz bin Jabal: "Wahai Muaz! Ceritakanlah kepadaku sebuah hadis yang pernah engkau dengar daripada Rasulullah sollallahu `alahi wasallam."&lt;br /&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Berkata Rawi hadis tersebut (Khalid bin Maadan) lalu Muaz menangis sehingga aku sangka ia tidak dapat berhenti tetapi akhirnya Muaz berhenti daripada tangisannya kemudian lalu Muaz berkata:&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Aku mendengar Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: Wahai Muaz! Sebenarnya aku mahu menceritakan kepada kamu sebuah hadis jikalau engkau mampu memeliharanya pasti ia akan memberi manfaat akan dikau di sisi Allah tetapi jika engkau mensia-siakannya dan tidak memeliharanya maka akan terputuslah hujjahmu di hadapan Tuhan pada hari kiamat nanti.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Wahai Muaz! Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta`ala telah menjadikan 7 orang malaikat sebelum ia menciptakan langit dan bumi kemudian lalu ditentukannya pada setiap langit seorang malaikat daripada mereka untuk menjaga pintu langit tersebut. Lalu naiklah malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba yang dilakukannya mulai dari pagi sampai ke petang. Amalan tersebut mempunyai nur bagaikan cahaya matahari, sehingga apabila malaikat Hafazhah yang membawa amalan hamba itu sampai ke langit yang pertama. Mereka menganggap bahawa amalan itu baik dan sangat banyak lalu bekata malaikat penjaga langit pertama itu bagi malaikat Hafazhah:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya. Akulah malaikat penjaga &lt;b&gt;ghibah (mengumpat)&lt;/b&gt;. Allah telah menyuruhku supaya aku tidak membiarkan amalan orang yang mengumpat orang lain itu dapat melalui aku untuk terus naik ke atas."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kemudian datang pula malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba. Mereka menganggap bahawa amalan itu sangat baik dan sangat banyak (Malaikat itu berjaya melintasi langit yang pertama) sehingga mereka sampai ke langit yang kedua lalu berkata malaikat penjaga langit yang kedua itu:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya kerana ia menghendaki dengan &lt;b&gt;amalannya akan mendapat keuntungan dunia&lt;/b&gt;. Allah telah menyuruhku supaya aku tidak membiarkan amalan orang seperti ini melintasi aku untuk terus naik ke atas. Selain daripada itu ia juga suka membesarkan diri di dalam majlis perjumpaan. Akulah malaikat penjaga kebesaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amal seseorang hamba yang penuh dengan sinaran dan cahaya daripada pahala sedekah, solat, puasa. Para malaikat Hafazhah merasa hairan melihat keindahan amalan tersebut lalu mereka membawa amalan itu (melintasi langit pertama dan kedua) sehingga sampai ke pintu langit yang ketiga maka berkata malaikat penjaga langit ketiga itu:&lt;br /&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya. Akulah malaikat takkabur. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang &lt;b&gt;takkabur&lt;/b&gt; dapat melintasiku. Orang itu sangat suka membesarkan diri di dalam majlis orang ramai."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amal seseorang hamba. Amal itu bersinar-sinar seperti bersinarnya bintang yang berkelip-kelip. Baginya suara tasbih, solat, puasa, haji dan umrah. Para malaikat Hafazhah berjaya membawa amalan itu sehingga sampai ke langit pintu yang keempat maka berkata malaikat penjaga langit keempat itu:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Berhenti kamu di sini dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya, belakang dan juga perutnya. Akulah malaikat &lt;b&gt;ujub (bangga dengan diri sendiri)&lt;/b&gt;. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang ujub dapat melintasiku. Ia beramal adalah dengan dorongan perasaan ujub terhadap dirinya."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amal seseorang hamba sehingga mereka berjaya sampai ke pintu langit yang kelima seolah-olah amalan itu pengantin yang dihantar (disambut) ke rumah suaminya (maksudnya amalannya itu berseri-seri) lalu berkata malaikat penjaga langit yang kelima:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Berhenti kamu dan pukulkan dengan amal ini akan muka orang yang mengerjakannya dan campakkanlah di atas tengkoknya. Akulah malaikat hasad ia sangat &lt;b&gt;hasad dengki&lt;/b&gt; kepada orang yang belajar ilmu dan beramal seperti amalannya. Ia hasut akan orang lain yang melakukan sebarang kelebihan di dalam ibadat, ia juga mencela mereka. Allah menyuruhku supaya aku tidak membiarkan amalan orang yang hasud ini melintasi aku."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kemudian naik pula malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba. Baginya cahaya seperti bulan purnama daripada solat, zakat, umrah, jihad dan puasa. Malaikat Hafazhah berjaya membawa amalannya sehingga sampai ke langit yang keenam lalu berkata malaikat penjaga langit tersebut:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Berhentilah kamu dan pukulkan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya kerana ia &lt;b&gt;tiada belas kasihan&lt;/b&gt; kepada hamba-hamba Allah yang terkena bala dan kesusahan bahkan ia merasa gembira dengan demikian. Akulah malaikat rahmat. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang seperti ini dapat melintasi aku."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kemudian naiklah pula malaikat Hafazhah membawa amalan seseorang hamba. Amalan itu ialah solat, puasa, nafkhah, jihad dan warak. Baginya bunyi (maksudnya bunyi zikir) seperti bunyi lebah dan baginya cahaya seperti cahaya matahari dan naiklah bersama dengan amalan itu 3000 orang malaikat. Mereka telah berjaya membawanya sehingga sampai ke pintu langit yang ketujuh maka berkata malaikat penjaga pintu langit tersebut:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Berhentilah kamu dan pukulkan dengan amalan ini akan muka orang yang mengerjakannya bahkan pukulkan pula akan seluruh anggota badannya dan tutupkan ke atas hatinya. Akulah malaikat &lt;b&gt;sum’ah (ingin masyhur)&lt;/b&gt;. Aku akan menghalang amalan orang yang riak dari sampai kepada Tuhanku. Ia beramal bukan kerana mencari keredhaan Allah tetapi bertujuan supaya mendapat tempat yang tinggi di hati para fukaha dan supaya disebut di kalangan para ulama dan supaya masyhur namaya di merata tempat. Allah menyuruhku supaya tidak membiarkan amalan orang yang riak itu melintasi aku, kerana setiap amalan yang tidak ikhlas adalah riak dan Allah tidak akan menerima amalan orang yang riak."&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kemudian naik pula malaikat Hafazhah dengan amalan seseorang hamba. Amalan itu berupa solat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak mulia, banyak berdiam (daripada yang tidak berguna) dan banyak berzikir. Amalan hamba ini diusung oleh para malaikat penjaga tujuh petala langit sehingga mereka melintasi segala halangan dan sampai kepada Allah. Para malaikat itu berhenti di hadapan Allah dan bersaksi dengan keikhlasan dan kebaikan amalan tersebut lalu Allah berfirman kepada para malaikatnya:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Kamu adalah yang bertugas menjaga amalan hambaKu ini dan sebenarnya Aku lebih mengetahui dengan segala isi hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hambaKu ini dengan amalannya. Dia &lt;b&gt;tidak ikhlas&lt;/b&gt; kepadaKu dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;“Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagiKu apa sahaja yang terlindung. PengetahuanKu atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuanKu atas apa yang bakal terjadi".&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;“PengetahuanKu atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuanKu atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hambaKu ini menipu Aku dengan amalnya ini?”&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Ia sebenarnya tidak menghendaki akan Aku dengan amalan tersebut. Ia hanya menghendaki sesuatu yang lain daripadaKu. Oleh kerana itu maka Aku turunkan ke atasnya akan laknatKu."&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Dan ketujuh-tujuh malaikat berserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata, “Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknatMu dan laknat kami sekelian bagi mereka."&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Dan semua yang di langit turut berkata, “Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sayidina Muaz (yang meriwayatkan hadis ini) kemudian menangis teresak-esak dan berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dan apa yang diceritakan ini?”&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sabda Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam, "Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Muaz bertanya kembali, “Ya, tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya si Muaz bin Jabal (hamba Allah bukan Rasul), bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dan bahaya tersebut?”&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Bersabda Rasullullah, “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;“Jangan riak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabbur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut kepadamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan, jangan merobekkan (pecah belah) peribadi orang lain dengan mulutmu kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing api neraka jahanam”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sebagaimana firman Allah yang bermaksud, “Di neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Muaz berkata, “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Jawab Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam, “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta`ala. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar”.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Huraian:&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Jauhilah daripada penyakit hati (batin) seperti:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;1) Mengumpat&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;2) Amalan untuk mendapat keuntungan dunia&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;3) Takabbur&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;4) Ujub (Bangga diri sendiri)&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;5) Hasad dengki&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;6) Merasa senang apabila orang mendapat bala'&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;7) Sum'ah (Ingin masyhur)&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;8) Riak, amalan yang tidak ikhlas kepada Allah subhanahu wa ta`ala&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Wallahu'alam....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6078874728469343635?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6078874728469343635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/hadith-muaz-ibn-jabal-amalan-yang-tiada.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6078874728469343635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6078874728469343635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/hadith-muaz-ibn-jabal-amalan-yang-tiada.html' title='Hadith Muaz Ibn Jabal - Amalan Yang Tiada Nilainya'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-9768257421226211</id><published>2011-12-25T20:05:00.003+08:00</published><updated>2011-12-25T20:14:15.460+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanda Akhir Zaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><title type='text'>Di Zaman Apa Kita Berada ?</title><content type='html'>Dari Nukman bin Basyir, katanya…&lt;br /&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Suatu ketika kami sedang duduk-duduk di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg tidak banyak bercakap."&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Datanglah Abu Saklabah lalu berkata&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para pemerintah?"&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Huzaifah radhiAllahu `anhu lalu segera menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;"Aku hafaz akan khutbah Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam itu."&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Maka kata Huzaifah radhiAllahu `anhu, Rasulullah sollallu `alaihi wassalam telah bersabda:-&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;“Telah berlaku zaman kenabian keatas kamu, maka berlakulah &lt;b&gt;zaman kenabian&lt;/b&gt; itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah &lt;b&gt;zaman khalifah&lt;/b&gt; (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan sepertimana zaman kenabian. Maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah &lt;b&gt;zaman pemerintahan yang menggigit&lt;/b&gt; (zaman fitnah -keamiran/beraja /zaman kesultanan ). Berlaku zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya juga, kemudian berlakulah &lt;b&gt;zaman pemerintahan diktator&lt;/b&gt; (zaman pemerintahan diktator dan demokrasi) , dan berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula &lt;b&gt;zaman khalifah &lt;/b&gt;yang berjalan diatas cara hidup zaman kenabian. Kemudian Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam pun diam.” (Riwayat Ahmad, Bazzar, At Tabrani)&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Hadits diatas dengan jelas menunjukkan bahwa Umat Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam akan menempuh empat kelompok zaman secara bergiliran sebelum dunia kiamat yakni:&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;1) Zaman Kenabian (Nubuwwah) dan rahmat&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;2) Zaman Khulafaur Rasyidin dan rahmat&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;3) Zaman Fitnah (kerusakan) dan kegelapan&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;4) Zaman Khalifah atau Ummah kedua yang berjalan diatas cara hidup zaaman kenabian yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Secara umum apabila kita meneliti sejarah, zaman kenabian, zaman Khulafa'-ur-Rasyidin, zaman fitnah (pemerintah telah rosak sedang rakyat masih baik), zaman diktator (penjajahan Yahudi dan Nasrani) dan kini adalah giliran zaman seperti zaman kenabian itu berulang semula.&lt;br /&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;1) Zaman Fitnah atau Zaman Kerusakan&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Zaman ini merupakan zaman kerusakan dan kegelapan. Pada zaman ini umat Islam jatuh ke dalam jurang kehinaan yang berkepanjangan. Ini merupakan akibat dari kelalaian dan angkara murka yang terjadi di dunia Islam sehingga Allah membiarkan mereka di dalam kehinaan. Hal ini sesuai dengan janji Allah bahwa Allah hanya akan menjadi pembela kepada orang-orang bertaqwa.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;“Allah menjadi pembela orang-orang bertaqwa.” (QS Al Jaatsiyah 19)&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Ciri-ciri zaman fitnah ini adalah:&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Negara Islam satu persatu mulai jatuh dan dijajah oleh orang kafir.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Akidah umat Islam pada saat itu sangat rapuh, ada di antaranya Islam di waktu pagi dan kafir di waktu petang.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Ibadah sangat lemah. Shalat, puasa dan membaca Al-Qur’an tidak lagi diamalkan secara bersungguh-sungguh atau bahkan diamalkan sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Ukhuwah sesama Islam sangat lemah sehingga terjadi peperangan dan pembunuhan sesama umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Orang kaya sangat kikir sedangkan orang miskin tidak sabar dan hasad dengki.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Penyakit cinta dunia dan takut mati sangat tebal dan mewabah dalam hati umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Kemungkaran yang terjadi dalam masyarakat Islam hampir tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi di kalangan masyarakat yang bukan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Akhlak umat Islam sangat lemah dengan berleluasanya hasad dengki, umpat mengumpat, tuduh menuduh, caci-mencaci dan kafir-mengkafirkan sesama umat Islam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Wanita-wanita Islam telah dicabut rasa malunya dengan bertingkah laku tidak senonoh, menampakkan aurat di depan umum, menari dan menyanyi tanpa menjaga maruah dan kehormatan diri.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Umat Islam terhina di seluruh aspek kehidupan: politik, ekonomi, pendidikan, pengobatan, pertanian dan lain-lain sehingga umat Islam terpaksa bergantung pada sistem kufur.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Sedikit demi sedikit cara hidup umat Islam telah mengikuti cara hidup orang-orang Yahudi dan Nasrani.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Terjadi gejala-gejala buruk dan keji di tengah-tengah masyarakat Islam seperti narkoba, homoseks, lesbian, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;2) Zaman Khalifah Kedua atau Zaman Ummah Kedua yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa `alaihi salam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Di zaman ini Islam akan kembali lagi ke zaman kegemilangan dan keemasannya seperti di zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Islam dapat menguasai dunia dan kembali menjadi penguasa sejagat. Zaman ini berlaku selama 40 tahun dan barulah dunia ini akan dibinasakan (kiamat) oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;“Sebelum hari kiamat datang pastilah Islam itu bangkit kembali walaupun di antara mulainya Islam bangkit dan kiamat hanya selama waktu memerah susu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Kebangkitan Islam zaman ini akan sampai kepada puncaknya apabila berpadunya ketinggian kerohanian umat Islam dengan kecanggihan teknologi di bawah dua pemimpin besar umat Islam yaitu Imam Mahdi dan Nabi Isa `alaihi salam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Ciri-ciri zaman ini :&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Islam dapat mencapai keagungannya kembali seperti yang telah dicapai oleh Rasulullah sollallahu `alaihi wassalam 14 abad yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Dunia seluruhnya akan kembali aman dan damai, keadilan akan kembali ditegakkan setelah sekian lama dipenuhi dengan huru-hara dan kezaliman.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Hati orang-orang miskin dan kaya dipenuhi dengan sifat redha dan qana’ah (merasa cukup) sehingga tidak seorang pun yang mau menerima sedekah.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Harta yang melimpah ruah akan dibagi-bagikan dengan adil dan merata.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Umat Islam hidup dengan penuh kasih sayang dan cinta-mencintai satu sama lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Aqidah, ibadah dan seluruh aspek kehidupan masyarakat Islam berjalan sepenuhnya di atas landasan syari’at Nabi Muhammad sollallahu `alaihi wassalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;• Segala fitnah dan maksiat, riba, zina minuman keras dan lain-lain kekufuran diperangi dan dimusnahkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Demikianlah zaman demi zaman yang akan dialami oleh kita umat Islam. Setelah kita mengetahui di zaman apa kita berada, marilah menjadikannya sebagai panduan agar kita tidak kehilangan arah.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;i&gt;Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;khalifah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; yang berkuasa di muka bumi ini sebagaimana telah dijadikan khalifah orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diredhaiNya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;i&gt;(An Nur: 55)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-9768257421226211?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/9768257421226211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/di-zaman-apa-kita-berada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/9768257421226211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/9768257421226211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/di-zaman-apa-kita-berada.html' title='Di Zaman Apa Kita Berada ?'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3022551897593419918</id><published>2011-12-20T18:45:00.003+08:00</published><updated>2011-12-20T18:45:32.531+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah s.w.t'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Kita Perlukan Tuhan Setiap Waktu</title><content type='html'>Allah Ta’ala, adalah Tuhan, Ia segala-galanya. Kalau bukan karena Allah, segala sesuatunya tidak akan ada. Dialah Yang Maha Mengadakan dan Maha Mentiadakan. Allah menciptakan apa saja yang ada di dunia dan akhirat, menjadikan alam yang nyata dan alam yang ghaib, kemudian manusia, haiwan, tumbuhan, dan sebagainya. Setiap makhluk yang Allah ciptakan, masing-masing memiliki sistem kehidupan nya sendiri. Semua hidup mengikuti peraturan nya masing-masing. Sesiapa saja yang tidak hidup dengan peraturan Tuhan, atau menolak sistem Allah pasti binasa, baik jangka pendek maupun panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu, setiap makhluk ciptaan Tuhan sebenarnya tidak pernah lepas dari kuasaNya, ilmuNya, penglihatanNya, pendengaranNya, dan seterusnya. Jadi walaupun sekecil apapun, tiada satu benda di dunia ini yang berada diluar kuasaNya. Semua ada di dalam genggaman Allah Ta’ala. Sama juga dengan usaha yang dilakukan manusia untuk mencapai sesuatu. Usaha manusia tidak terlepas dari kuasa dan kehendak Allah. Kalau Allah inginkan dia gagal, maka gagal lah dia, meskipun dia telah berusaha sekuat tenaga. Adapun orang yang misalkan Allah inginkan dia sukses tanpa menempuh sebuah usaha, maka hal itu akan terjadi. Karena kehendak Tuhan itu MUTLAK, tiada siapapun dapat menghalangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sifat-sifat Maha Berkuasanya Tuhan yang disebutkan tadi, sudah cukup membuat hati kita gentar. Apakah kita tidak takut dengan kuasa Allah, ketika Allah katakan kita miskin, maka kita akan jadi miskin, kalau Allah katakan kita sengsara, maka sengsaralah kita.. Bukankah hal ini cukup menakutkan? Karena ternyata kita tidak punya kuasa apapun ke atas diri kita sendiri. Bahkan misalkan, kalau Allah mau kita tidak dapat menggerakkan sebelah ibu jari kita, hal itu bisa saja terjadi dengan sangat mudahnya. Itulah kehebatan kuasa Allah Ta’ala. Maha Agungnya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai hambaNya, sehebat, sepintar, sekaya apapun diri kita, kita tetap saja hamba Tuhan. Tugas hamba yang sebenarnya ialah mengabdi dengan Tuannya. Bukankah kita telah berjanji bahwa : “hidupku, matiku dan ibadahku hanyalah untuk Allah, Tuhan sekelian alam?” Inilah ikrar yang kita ucapkan 5kali dalam sehari, dalam sholat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bagaimanakah pertanggung jawaban kita dengan Tuhan? Kemudian, kita sebagai hamba Allah sifat fitrahnya, adalah sangat perlu dengan Tuhan. Bohong kalau seorang manusia itu tidak perlu dengan Tuhan. Tuhan adalah fitrah, hal yang sudah pasti diperlukan oleh manusia. Bahkan orang yang tidak beribadah kepada Tuhan pun, ketika mereka berada dalam kesusahan yang sudah sangat berat, terdesak, yang mereka ucapkan adalah : Wahai Tuhan, tolong aku! Begitulah fitrah setiap manusia, kita sangat perlu dengan Allah, Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kita perlu dengan Tuhan di dalam setiap keadaan. Ketika sakit, sehat, pandai, bodoh, aman, ramai, di setiap waktu, seharusnya kita sangat perlu dengan Tuhan. Jangan anggap kita bisa hidup sendirian, tanpa manusia lain saja kita tidak sanggup, apalagi dengan Tuhan, hidup pun terasa seperti neraka sebelum neraka di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya, di akhir zaman ini manusia memerlukan Tuhan secara berkala atau bermusim. Manusia kembali kepada Tuhan ketika dirinya sedang ditimpa kesusahan, penderitaan. Ketika saat-saat seperti itu barulah manusia mengadu pada Tuhan. Ada lagi yang lebih sombong, ketika sudah ditimpa ujian kesusahan pun, ia merasa tetap tidak perlu dengan Tuhan, ia merasa dengan kekuasaan yang ia miliki dapat menyelesaikan penderitaan atau masalah yang menimpa dirinya.. Nauzubillah min zalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, rasa diri kita ini memerlukan Allah adalah setiap masa dan setiap waktu. Tidak pandang tempat, keadaan, waktu apapun juga, kita senantiasa perlu dengan Tuhan, Kita butuh Allah. Di kala kita susah, tidak ada orang yang mau menolong, hanya Allah lah pembela kita, disaat kita kesepian, tidak ada orang mau menemani kita, Allah adalah Kawan Yang Maha Setia, ia tidak perlu istirahat, bahkan ketika tidur, Allah lah yang menjaga kita. Allah adalah Tuhan. Ia adalah segalanya. Yakinlah, ketika kita dapatkan Allah, kita dapat segalanya, kehilangan Tuhan kehilangan segalanya. Ia adalah kebahagiaan abadi dan sejati.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3022551897593419918?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3022551897593419918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/kita-perlukan-tuhan-setiap-waktu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3022551897593419918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3022551897593419918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/kita-perlukan-tuhan-setiap-waktu.html' title='Kita Perlukan Tuhan Setiap Waktu'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5381565292217396402</id><published>2011-12-14T19:53:00.000+08:00</published><updated>2011-12-14T19:54:49.033+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><title type='text'>Wali Allah Itu Tidak Takut Dan Tidak Berdukacita</title><content type='html'>Allah Taala ada berfirman, ertinya:&lt;br /&gt;“Ketahui olehmu bahawa kekasih Allah itu&lt;br /&gt;tidak takut&amp;nbsp;dan tidak berdukacita” (Yunus: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mentafsir dan memahami kehendak ayat ini&lt;br /&gt;Moga-moga Tuhan memberi kita faham maksud dan kehendak-Nya&lt;br /&gt;Dengan itu moga-moga kita dapat menghayati&lt;br /&gt;Dan menjadikan pegangan di dalam kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kehendak ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bertaqwa itu dia tidak takut dengan manusia dan kuasa manusia&lt;br /&gt;Kalau ia didatangkan ujian dari manusia tidak pula berdukacita&lt;br /&gt;Orang mukmin tidak takut dengan kemiskinan&lt;br /&gt;Jika terjadi kemiskinan tidak pula berdukacita&lt;br /&gt;Orang mukmin tidak takut dengan kesakitan&lt;br /&gt;Kalau berlaku tidak pula susah hatinya&lt;br /&gt;Orang yang bertaqwa tidak bimbang dengan penghinaan dari manusia&lt;br /&gt;Kalau terjadi tidak pula sakit hatinya&lt;br /&gt;Orang mukmin tidak takut dimurka oleh manusia&lt;br /&gt;Kalau berlaku tidak pula susah hati&lt;br /&gt;Kekasih Tuhan itu tidak takut dan bimbang tentang rezekinya&lt;br /&gt;Kalau tidak ada redha hatinya&lt;br /&gt;Orang mukmin itu tidak takut tidak dikasihi orang&lt;br /&gt;Kalau terjadi tidak pula cacat jiwanya&lt;br /&gt;Wali Allah itu tidak bimbang kalau tidak ada harta&lt;br /&gt;Kalau hilang hartanya tidak pula jiwa derita&lt;br /&gt;Orang mukmin tidak bimbang dengan takdir Tuhannya&lt;br /&gt;Kalau terjadi tidak pula bersedih hati&lt;br /&gt;Wali Allah itu tidak takut meninggalkan dunia, harta benda dan sanak-saudaranya&lt;br /&gt;Dan tidak pula bersedih dengan kematiannya&lt;br /&gt;Orang mukmin itu yang dia takut hanya dengan Tuhannya&lt;br /&gt;Yang dia berdukacita kalau terbuat dosa&lt;br /&gt;Dia takut kalau Tuhan tidak redha&lt;br /&gt;Dia susah hati kalau lalai dengan Tuhannya&lt;br /&gt;Dia bimbang kalau tercabut imannya&lt;br /&gt;Dia bersedih kalau cuai dengan ibadahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah lebih kurang maksud dan kehendak tafsiran ayat&lt;br /&gt;Moga-moga ada kebenarannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5381565292217396402?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5381565292217396402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/wali-wali-allah-tidak-takut-dan-tidak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5381565292217396402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5381565292217396402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/wali-wali-allah-tidak-takut-dan-tidak.html' title='Wali Allah Itu Tidak Takut Dan Tidak Berdukacita'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5486127161018852935</id><published>2011-12-12T08:28:00.001+08:00</published><updated>2011-12-12T08:29:31.355+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Apa Sebenarnye Erti Khusyuk?</title><content type='html'>Kita selalu mendengar dan kadang-kadang kita bincang dan kita muzakarah tentang khusyuk. Umumnya orang kan mengaitkan khusyuk itu dengan sembahyang. Bila sahaja disebut khusyuk, terlintaslah di fikiran kita tentang penumpuan dan kehadiran hati dalam sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Justeru itu, ramai orang hanya mengusahakan khusyuk ketika hendak memulakan sembahyang khususnya semasa takbiratul ihram. Ketika itulah kita cuba dan beusaha untuk menumpukan perhatian dan menghadirkan diri dalam sembahyang dengan mengikuti dan memahami apa yang kita baca dan mengelak dari memikirkan perkara-perkara lain yang tidak bersangkut paut dengan sembahyang itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kefahaman khusyuk seperti ini telah tersimpang dari erti dan maksud khusyuk yang sebenarnya. Kerana salah faham inilah maka ramai orang tidak berjaya untuk mencapai khusyuk yang sebenarnya di dalam sembahyang walaupun telah bersembahyang selama berpuluh-puluh tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka sangka telah khusyuk dalam sembahyang, tetapi kesan sembahyang terhadap diri, akhlak dan peribadi sangat kurang atau minimum. Tidak nampak banyak perubahan pada diri dan peribadi walaupun sudah berpuluh-puluh tahun bersembahyang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walhal sepatutnya orang yang benar-benar khusyuk dalam sembahyang itu ada kesan pada dirinya. Teguh dan iman kuat dan keyakinannya. Murni dan luhur akhlaknya. Berdisiplin hidupnya. Bersih dirinya daripada berbuat maksiat dan kemungkaran kecuali terlalu sedikit. Kuat berpegang dan mengamalkan syariat Islam dan bersih hati dan jiwanya daripada sifat-sifat mazmumah dan sifat-sifat keji.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun begitu, jika seseorang itu sudah boleh menumpukan fikirannya di dalam sembahyang, sudah boleh mengikuti dan faham apa yang dibaca dan dilafazkannya di dalam sembahyangnya dan tidak pula teringat apa-apa perkara di luar sembahyang yang tidak ada sangkut paut dengan sembahyangnya dari mula takbir hinga dia memberi salam, ini sudah dianggap baik. Ini pun bukan mudah untuk dicapai. Tetapi ini belum lagi dianggap khusyuk. Kesan sembahyang seperti ini terhadap diri dan peribadi kita walaupun ada, terlalu sedikit dan tidak begitu ketara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tuntutan supaya umat Islam itu khusyuk buka terhad ketika di dalam sembahyang sahaja. Umat Islam dituntut supaya berada di dalam keadaan khusyuk setiap masa walaupun di luar, lebih-lebih lagilah di dalam sembahyang. Kalau kita tidak khusyuk di luar sembahyang, agak mustahil kita untuk khusyuk di dalam sembahyang. Kerana khusyuk itu bukan perkara akal atau fikiran atau meditasi. Khusyuk itu adalah perkara hati, jiwa dan roh. Ini melibatkan rasa-rasa terhadap Tuhan, terhadap ciptaan-ciptaan Tuhan, terhadap diri kita sebagai hamba, terhadap dosa dan pahala, Syurga dan Neraka dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perkara akal atau fikiran mungkin mudah memulakan dan menamatkan seperti kita membuka dan menutup suis lampu atau seperti kita menukar channel televisyen. Setakat membawa fikiran dan kesedaran akal kita ke dalam sembahyang mungkin lebih mudah dan boleh dibuat ketika bertakbiratul ihram. Tetapi untuk membawa `rasa' ini mustahil. Kalau rasa khusyuk tidak wujud di luar atau sebelum sembahyang, maka ia terus tidak akan wujud di dalam atau sepanjang masa kita sembahyang. Sebab perkara roh, hati dan jiwa yang membawa kepada rasa-rasa ini ialah hasil dari penghayatan dan penjiwaan. Ia tidak boleh dibuka atau di "on"kan ikut sesuka hati kita. Ia adalah keadaan dan sifat hati itu sendiri. Kalau ada rasa khusyuk maka khusyuklah dia. Kalau tidak ada maka dia tidak akan dapat khusyuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah ada berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;" Di mana sahaja kamu berada, di sana ada Tuhan."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini membawa maksud bahawa di mana sahaja kita berada dan pada setiap masa dan ketika, kita perlu rasa bertuhan. Iaitu merasa Tuhan sentiasa melihat, mendengar, mengetahui tentang hal lahir dan batin dan sebagainya. Dalam erti kata yang lain, kita sentiasa disuruh rasa bertuhan., lebih-lebih lagilah di dalam sembahyang. Malahan di dalam sembahyang, rasa bertuhan ini sepatutnya lebih subuir, lebih hidup, lebih tajam kerana di dalam sembahyang itu ada disiplin, rukun-rukun dan syarat-syarat sah batalnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau kita belum khusyuk di luar atau sebelum sembahyang, dan hanya mampu membawa akal dan fikiran kita sahaja ke dalam sembahyang, paling tinggi kita hanya akan dapat menumpukan perhatian dalam sembahyang dan tidak lebih dari itu. Kita tidak akan rasa hebat dengan Tuhan, rasa Allah itu maha Agung, maha Perkasa, Maha Berkuasa, Maha Pengampun, Maha Penyayang dan sebagainya. Jauh sekalilah dapat kita rasa berkasih sayang, bermanja-manja, meminta-minta, mengadu-ngadu, berbual-bual, berdialog atau mencurahkan segala rasa dan isi hati kita kepada Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya perkara yang kita khusyukkan ialah apa sahaja yang mengisi dan memenuhi hati dan jiwa kita. Ertinya apa sahaja yang kita besar-besarkan, yang kita penting-pentingkan, yang kita utamakan, yang kita cemas-cemaskan, yang kita bimbang-bimbangkan, yang kita takut-takutkan dan sebagainya, itulah yang kita khusyukkan. Kalau rumah, kereta atau perniagaanlah yang mengisi hati atau jiwa kita hingga itulah yang diambil berat lebih dari segala-galanya, maka itulah dia perkara yang kita khusyukkan. Sudah barang tentu rumah, kereta atau perniagaan itulah yang akan kita bawa ke dalam sembahyang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Khusysuk bagi orang mukmin ialah jiwa tauhidnya yang sangat mendalam dan rasa bertuhan serta rasa kehambaan dalam jiwanya begitu kuat hingga ia memenuhi seluruh pelosok hati dan perasaannya. Rasa ini tidak lekang dan dibawanya ke mana-mana. Rasa cinta dan takutnya kepada Tuhan menguasai fikiran dan jiwanya. Dia khusyuk di luar sembahyang dan dia lebih-lebih lagi khusyuk di dalam sembahyang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi orang yang belum mukmin dan ringan ketauhidannya atau bagi orang yang hanya berfikiran tauhid dan belum berjiwa tauhid atau bagi oaring yang `alimbillah (tahu Tuhan) yang belum `arifbillah (betul-betul kenal Tuhan), ibadah mereka selalunya tidak ada kualiti dan tidak sampai ke tahap khusyuk. Ibadah mereka belum ada kemanisan dan mereka merasa berat untuk beribadah. Mereka beribadah dalam terpaksa. Ini sungguh perit dan menyeksakan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sembahyang yang benar-benar khusyuk itu ilah sembahyang yang sentiasa mempunyai rasa-rasa yang berubah dari satu rasa ke satu rasa yang lain sesuai dengan rukun dan bacaan dalam sembahyang dari mula takbiratul ihram hingga kepada salam. Untuk mencapai rasa-rasa ini, ia mesti terlebih dahulu diusahakan dalam keadaan biasa di luar sembahyang. Hanya di dalam sembahyang ia disubur, dihidup dan ditajamkan lagi supaya kita dapat lebih berinteraksi, berhubung hati dan berhubung rasa dengan Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5486127161018852935?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5486127161018852935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/apa-sebenarnye-erti-khusyuk.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5486127161018852935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5486127161018852935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/apa-sebenarnye-erti-khusyuk.html' title='Apa Sebenarnye Erti Khusyuk?'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7156533780006116465</id><published>2011-12-07T21:22:00.001+08:00</published><updated>2011-12-07T21:53:29.505+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Melihat Wujud Allah</title><content type='html'>Manusia yang hanya melihat alam saja, tetapi ia tidak dapat melihat Allah s.w.t. Ertinya: Alam ini sudah begitu berbekas dalam hatinya, sehingga hatinya lupa kepada Allah dan tidak dapat melihat bagaimana kekuasaan Allah s.w.t. Yang Maha Agung dalam segala sifatNya pada alam yang ia lihat. Maka manusia dalam bahagian ini dalam gelap-gelita, sebab ia hanya dapat melihat alam tetapi tidak dapat melihat Penciptanya dari alam yang ia lihat. Hal keadaan ini disebabkan oleh kerana ia melihat perkerjaannya, usahanya, kepandainnya dan lain sebagainya tanpa melihat kepada telah menggerakkan semuanya itu iaitu Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia di samping melihat alam dan bergelimang di dalamnya, juga dapat melihat Allah s.w.t. Dan melihat Allah s.w.t bagi manusia dalam sifat ini ada bermacam-macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Sebahagian hamba Allah apabila ia melihat alam hatinya lalai pada kekuasaan dan lain sebagainya. Tetapi kemudian baru dia sedar bahawa segala-galanya ini dijadikan oleh Allah, dan Allahlah yang menghasilkan apa yang ia capai. Dan sebaliknya ia meresakan pula bahawa apabila ia tidak berhasil mendapatkan sesuatu, maka bererti itu adalah kehendak Allah.&lt;br /&gt;Hamba Allah dalam tingkat ini hanya dapat merasakan bahawa alam sebagai dalil dan Allah sebagai madlul. Tingkatan ini adalah paling bawah dari keseluruhan dan tidak ada di bawah ini selain hanya martabat orang-orang yang selalu bergelimang dengan lumpur kelalaian yang membawanya jatuh dalam jurang kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Sebahagian mereka melihat Allah di dalam alam. Ertinya pada waktu ia melihat alam, maka dilihatnya pula bahawa segala sesuatu yang terjadi dalam alam itu adalah menurut kehendak dan kudratnya Allah s.w.t. Ia melihat bahawa sekaliannya itu berjalan menurut hikmah-hikmah yang telah diatur olehNya.&lt;br /&gt;Tidak ada tempat berpegangnya selain hanya Allah. Dan tidak ada pada alam yang dilihtanya itu. Hatinya selalu melihat, bahawa semuanya itu adalah dari Allah, kerana Allah yang menjadikan segala-galanya. Kerana itu, ia melihat Allah dengan kekuasaaNya dan sifat-sifatNya yang Maha Suci dan Maha Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;3) Sebahagian hamba Allah apabila melihat alam, ia melihat Allah di samping alam itu sendiri. Maksudnya: Apabila ia melihat alam, maka ia harus melihat Allah yang Maha Pengatur apa yang Ia kehendaki kepada alam itu. Apakah yang diatur oleh Allah itu sesuai dengan kehendak alam atau tidak. Kerana itu demi melihat Allah dalam erti ia harus bersyukur kepadaNya. Apalagi apabila apa yang ia dapatkan sesuai dengan apa yang dicintainya. Itulah menyebabkan pula ia menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Sebahagian hamba Allah melihat alam, tetapi sebelumnya telah melihat Allah s.w.t atau dengan perkataan lain telah lebih dahulu menjadi keyakinan dan pengetahuan dalam hatinya, bahawa alam yang ia lihat kemudiannya adalah menurut kehendak Allah dan kudratNya. Hamba Allah dalam sifat ini baginya Allah sebagai dalil dan alam sebagai madlul. Yakni ia melihat keadaan alam yang demikian gambarannya berdalil kepada Allah yang menghendaki sedemikian itu. Maka bagi hamba Allah ini dengan sebab hal keadaan tadi menjadikan ia harus bertawakkal dan menyerah diri kepada Allah s.w.t. Oleh sebab itu, maka hamba Allah yang keadaanya telah sampai ke taraf ini, dengan sendirinya jauh daripadanya kelalaian terhadap Allah. Oleh kerana di samping ia selalu bersyukur kepada Allah juga ia dalam segala sesuatu rela dan menyerah ke atas kehendak Allah terhadap alam pada umumnya dan dirinya pada khususnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7156533780006116465?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7156533780006116465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/melihat-wujud-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7156533780006116465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7156533780006116465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/melihat-wujud-allah.html' title='Melihat Wujud Allah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-1198076568095266959</id><published>2011-12-05T17:39:00.001+08:00</published><updated>2011-12-05T17:41:28.316+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Kategori Tawakal Umat Akhir Zaman</title><content type='html'>Kalau umat Islam di akhir zaman ini bertaqwa, pasti Allah akan bela. Allah akan bantu. Allah akan curahkan keberkatan dari langit dan bumi. Itu semua janji Allah, Maha Suci Allah dari mungkir janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sungguh menyedihkan nasib umat Islam dan juga nasib negara berpenduduk Islam di hari ini. Terbelakang, miskin, huru-hara, bencana. Tidak nampak adanya pembelaan dan bantuan Tuhan. Apakah Tuhan mungkir janji ? Itu tidak mungkin ! Artinya, umat Islam di akhir zaman ini masih belum bertaqwa sehingga belum nampak bantuan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu faktor yang membuat Umat Islam di akhir zaman ini susah hendak bertaqwa ialah karena tawakal kepada yang bukan selain Allah. Tawakal ada 4 (empat) kategori:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tawakal kepada makhluk.&lt;br /&gt;2. Tawakal kepada makhluk campur tawakal pada Tuhan&lt;br /&gt;3. Tidak tawakal pada Tuhan; tidak tawakal pada makhluk&lt;br /&gt;4. Tawakal kepada Tuhan, ini yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori 1. Tawakal Kepada Makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal kepada makhluk ini memiliki banyak bagian. Diantaranya yang penting-penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tawakal kepada diri.&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan tawakal kepada diri? Satu perasaan hati yang tenang dengan perasaan-perasaan seperti: “selagi aku kuat, selagi aku sehat atau aku tak sakit, aku bisa hidup, aku tak susah hati, aku bisa makan bisa minum dan cari rezeki.” Artinya dia tawakal kepada diri. Artinya dia sudah MENUHANAN DIRI cuma dia tidak menyebut diri dia Tuhan. Dia bertawakal atau bersandar pada diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;b) Tawakal kepada harta.&lt;br /&gt;Selagi duit ada dalam bank, selagi harta ada, selagi kebun ada, aku tak risau. Selagi rumah ada aku tenang. Dia memiliki harta benda yang yang dirasakan dapat membela dia. Dia berTuhankan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Tawakal dengan gaji.&lt;br /&gt;Orang yang mendapat gaji bulanan ini dia tenang dengan gajinya. “Selagi aku mendapat gaji bulanan aku bisa hidup, bisa makan, bisa minum, bisa kawin”. Bukan mulut yang berkata tapi perasaannya yang mengatakan seperti itu. Sebab tawakal itu soal batin, soal perasaan. Orang yang mendapat gaji bulanan ini paling tidak bertawakal dengan Tuhan. Bila sudah tanggal gajian, dapat gaji. Untuk apa susah, aku ada gaji. Gaji sudah jadi Tuhan. Sebab itu orang paling tak bertawakal dengan Tuhan adalah orang yang mendapat gaji bulanan. Orang yang paling bertawakal dengan makhluk adalah orang yang mendapat gaji bulanan terutama bila gajinya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Tawakal kepada orang.&lt;br /&gt;“Selagi tetangganya ada, karena dia pemurah, dia selalu tolong aku”. Dia tenang dengan tetangga. Dia bertawakal dengan tetangga. Tetangga menjadi Tuhan-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Tawakal dengan pemerintah.&lt;br /&gt;Selagi aku dapat bantuan subsidi dari pemerintah, tenang hatiku. Aku bisa makan, aku bisa hidup. Pemerintah menjadi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Ada org bertawakal dengan ilmunya.&lt;br /&gt;Dengan ilmuku, aku bisa dapat duit dan harta. Aku berbicara 1 jam saja dapat 300 ribu. Aku counseling 500 ribu. Aku mengajar sebulan bisa dapat 3 juta. Selagi ilmu ini ada, tak perlu bimbang. Tenang hati dan lega rasanya. Dia telah berTuhankan ilmu. Dia berTuhankan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori 2. Tawakal Kepada Tuhan Sedikit, Kepada Makhluk Sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui juga bahwa Tuhan bagi rezeki. Dia tawakal kepada 6 hal di atas sedikit, tawakal kepada Tuhan juga sedikit. Dia orang beragama, mengerjakan sholat, dan berpuasa. Kalau kategori no 1 tadi Tuhan langsung tidak ada. Yang kategori kedua ini Tuhannya ada dua. Tuhan sebenar; Tuhan yang berupa benda-benda tadi baik ilmu, gaji, tetangga, diri atau pemerintah. Pergantungannya bercampur antara makhluk dengan Tuhan. Seolah-olah makhluk setaraf dengan Tuhan. Ini soal batin, mungkin tidak pernah diucapkan. Tawakal itu faktor hati dan faktor ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori 3. Tidak Tawakal Kepada Tuhan dan Tidak bertawakal Kepada Makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Tuhan tidak bertawakal itu mudah saja. Memang dia tidak pikir dan tidak kenal Tuhan. Dengan makhluk dia tak bergantung, tidak ada gaji, tidak ada pangkat, badan tidak sehat sehat, “aku ni mau jadi apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau panjang umur dia akan gila sebab hidup dia tak ada tempat bergantung. Dia tidak tawakal pada Tuhan, kepada makhluk pun juga tidak. Dia rugi dunia akhirat. Dia kecewa putus asa, di akhirat masuk neraka sebab tidak kenal Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori 4. Inilah orang yang Bertaqwa. Orang ini semata-mata bersandar dengan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dia banyak harta, dia tak pikir harta itu sebab Tuhan bisa tarik balik. Dia tidak bersandar dengan pangkat, pangkat juga bisa dicopot. Begitu juga dia tak bersandar pada diri sebab Tuhan bisa binasakan diri dia. Tuhan bisa tarik apapun yang ada pada diri dia. Begitu juga dia tak bersandar dengan ilmu. Ilmu itu tidak dapat lagi membelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini, kalau dia tidak ada harta, pangkat, dan jabatan, dia akan semakin bersandar kepada Allah. Kalau ada pun dia tidak bersandar dengan semua itu. Sebab kalau ada pun sewaktu-waktu Tuhan bisa tarik balik. Inilah kategori tawakal yang sejati. Untuk tawakal sungguh susah. Selalu di tipu dengan setan yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, apakah kita tidak disuruh berusaha? Tidak perlu cari ilmu? Tidak perlu memegang jabatan? TIDAK, itu semua syariat. Semua aktivitas yang dibuat, baik berbentuk jabatan, gaji, dan ilmu itu memang harus dibuat. Itu syariat atau perintah Tuhan yang menyebabkan seseorang dapat pahala. Ilmu kalau kita pelajari mengikuti syariat, kita akan dapat pahala. Kalau kita memiliki jabatan, dan kita emban jabatan itu ikut syariat, itu ada pahala di sisi Tuhan. Ilmu, jabatan, harta, perlu dibuat sebagai sistem Islam tapi jangan bersandar kepada mereka seolah mereka yang memberi bekas kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang payah dapat taqwa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor hati! Faktor tidak menyerah bulat-bulat kepada Tuhan. Dia masih merasa faktor ilmu, faktor pangkat, yang menjayakan dia. Jadi kalau orang tak tawakal kepada Tuhan, tapi tawakal kepada diri, pangkat, dan pemerintah, maka dia syirik khafi. Akidah sudah cacat, dosa besar cuma tak kekal dalam neraka. Di sinilah banyak orang sangkut mengapa susah hendak bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembahyang malam mudah, berkorban mudah tapi tawakal susah. Di sinilah tersangkut terutama orang makan gaji. Moga-moga kuliah ini jadi panduan kita menyuluh batin kita, untuk kita membetulkan batin kita supaya jadi bertaqwa sehingga dapat bantuan dari Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-1198076568095266959?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/1198076568095266959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/kategori-tawakal-umat-akhir-zaman.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/1198076568095266959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/1198076568095266959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/kategori-tawakal-umat-akhir-zaman.html' title='Kategori Tawakal Umat Akhir Zaman'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7180493426014713425</id><published>2011-12-01T09:15:00.000+08:00</published><updated>2011-12-01T19:39:39.777+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Setiap Istana Ada Cacat Celanya Kecuali Satu Istana</title><content type='html'>Seorang salih bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Raja yang membangun sebuah istana yang sangat indah, serba serbinya cantik serta megah sekali. Selesai membangunkanya, Raja pun meresmikan bangunan indah itu dengan mengatur berbagai bagai acara acara kebesaran , dan tak ketinggalan dengan mengundang semua rakyat nya, dari orang orang atasan, seperti para menteri dan pengiring istana, hingga kepada orang orang bawahan seperti pekerja pekerja biasa, para pakir miskin dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian dijamu dengan beranika macam makanan dan minuman, yang bukan main nikmat dan enaknya. Untuk mempastikan keistimewaan istana itu Raja telah menempatkan beberapa penjaga disetiap pintu istana yang indah itu untuk bertanya kepada setiap para undangan yang memasukkannya akan keindahannya, kemegahan serta kekukuhan istana itu, apakah disana terdapat apa apa cacat meskipun yang paling kecil sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu ribu para undangan yang datang mengunjungi istana itu, dan apabila mereka ditanya tentang istana itu, ternyata jawapannya semua nya sama, iaitu ia adalah sebuah istana yang paling hebat, indah, megah dan kukuh, dan sama sekali tidak terdapat apa cacat pun walau pun yang terkecil sekali .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi , tibalah pula serombongan orang orang tua yang bertampal tampalan bajunya memasuki istana itu. Para pejaga menjamu mereka dengan sempurna, kemudian tidak lupa bertanya kepada mereka tentang pendapatnya pada istana yang indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terdapat dua cacat besar pada istana indah ini!” salah seorang antara orang orang tua itu berkata. “Apa kata kau? Ada dua cacat besar pada istana indah ini?” Tanya penjaga istana itu dengan hairan. “Benar, terdapat dua cacat besar didalam nya,” jawabnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Penjaga istana itu lalu menahan sebahagian orang tua itu lalu membawa mereka mengadap Raja seraya berkata kepadanya :&lt;br /&gt;Wahai paduka Raja! Hamba telah bertanya kepada ribuan orang akan kehebatan, kemegahan dan keindahan istana paduka. Semua orang mengatakan yang istana itu indah bangunanya dan sempurna, dan tidak ada suatu cacat pun padanya, meski pun yang terkecil. Bahkan mereka telah memuji mujinya setinggi langit. Tetepi apabila hamba bertanya kepada rombongan orang orang tua ini justeru mereka telah mengatakan ada dua cacat besar pada istana paduka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja pun menganguk anggukkan kepalanya, kemudian bertanya: ‘Wahai bapak bapak sekalian! Saya tak rela dengan cacat yang sekecil pun pada istana saya itu, tetapi bapak bapak telah menyebutkan dua cacat besar padanya, Nah , cubalah sebutkan kedua cacat itu,’ pinta Raja kepada orang orang tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dari orang orang tua itu menjawab ;&lt;br /&gt;‘Bukankah istana indah ini pada akhirnya akan rusak?!’ Tanya seorang dari orang orang tua itu. ‘Ya, benar katamu itu!’ jawab Raja. ‘Itulah cacatnya yang pertama.’ ‘Habis apa pula cacatnya yang kedua,’ Tanya Raja. ‘Pemiliknya akan meninggal dunia, itu lah cacatnya yang kedua.’ Jawab orang tua yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja tercengang mendengar jawapan itu, dan mengakui akan kebenaran kata kata orang orang tua itu. Dia termenung sejenak, kemudian berkata kepada mereka:&lt;br /&gt;‘Benar, dan sungguh benar jawapan bapak bapak, namun apakah ada istana yang tak rusak selama lamanya, dan pemiliknya tak kan mati seterusnya?' Tanya Raja pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang orang tua itu hampir serentak tersenyum dan ketawa. Seolah olah mereka sudah menunggu soalan itu daripada Raja, dan mereka pun sudah ada jawapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ada, wahai paduka Raja, ada,' jawab mereka serentak . “Dimanakah dia ?” Tanya raja…&lt;br /&gt;“Di syurga! Syurga dan kenikmatannya tidak akan rusak buat selama lamanya, dan pemiliknya juga tidak akan mati seterusnya!” jawab mereka lagi. Raja mengangguk anggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah bahagianya sekiranya paduka dapat memperolihinya, sebab jalan untuk memperolihinya bagi paduka sangatlah terbuka luas, dan tidak sukar,” tambah orang orang tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuba terangkan , bagaimana cara memperolihinya? Tanya Raja. Mudah saja! Paduka akan memperolihinya dengan beriman kepada Alah s.w.t. dengan menjalani semua perintah dan menjauhi segala yang tiada diperkenankan Nya. Sebaliknya jika paduka tidak mengerjakan semua itu, maka paduka pun akan menghadapi kecelakaan dan siksaan yang sangat pedih, iaitu yang berupa api neraka, kekal di sana yang kesakitannya tidak dapat dibayangkan, jelas mereka sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kalau begitu aku akan turuti segala nasihat bapak bapak dan akan aku tinggalkan yang selama ini akan aku pegang. Aku akan beriman kepada Tuhan Maha Esa , dan aku akan tinggalkan kursi kerajaan ini untuk bertaubat kepada Nya, balas Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja itu benar benar melaksanakan segala apa yang diucapkannya. Akhirnya jadilah ia sebagai hamba Allah yang salih, taat sehingga keakhir hayatnya, dengan berkat ajakan hamba Nya yang salih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah! Berilah hamba Mu ini petunjuk dan hidayah Mu dalam mengarungi kehidupan ini. Amin!!!....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Mukhtashar Raudhur-Raiyahin&lt;br /&gt;Untaian Kisah Para Wali Allah&lt;br /&gt;Syed Ahmad Semait&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7180493426014713425?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7180493426014713425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/setiap-istana-ada-cacat-celanya-kecuali.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7180493426014713425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7180493426014713425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/12/setiap-istana-ada-cacat-celanya-kecuali.html' title='Setiap Istana Ada Cacat Celanya Kecuali Satu Istana'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4728160658882627857</id><published>2011-11-28T09:14:00.001+08:00</published><updated>2011-11-28T09:17:34.495+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>5 Syarat Untuk Melakukan Maksiat</title><content type='html'>Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, "Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat." Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, "Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat." Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya. "Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham berkata, "Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya." Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, "Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah? "Ya!" tegas Ibrahim bin Adham. "Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang kedua," kata Ibrahim, "kalau mahu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya! Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, "Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya! Anda benar." kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, "Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!" Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, "Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?" "Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?" kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim melanjutkan, "Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, 'Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh'." Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar, "Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, apa syarat yang kelima?" Ibrahim pun menjawab, "Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata, "Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya." Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. "Mulai saat ini akut bertaubat kepada Allah." katanya sambil terisak-isak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4728160658882627857?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4728160658882627857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/5-syarat-untuk-melakukan-maksiat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4728160658882627857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4728160658882627857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/5-syarat-untuk-melakukan-maksiat.html' title='5 Syarat Untuk Melakukan Maksiat'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7844393432367746176</id><published>2011-11-20T20:05:00.001+08:00</published><updated>2011-11-20T20:07:29.243+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Zikrullah (Mengingati Allah)</title><content type='html'>Sebagai seorang muslim, kita selalu dituntut untuk berdzikir atau untuk selalu mengingat Allah subhanahu wa ta`ala dalam kondisi apapun. Baik dalam keadaan berdiri maupun duduk maupun berbaring, baik dalam keadaan senang maupun susah. Karena dengan mengingat Allah subhanahu wa ta`ala hati kita akan menjadi tenang. Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta`ala yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah subhanahu wa ta`ala. Ingatlah! Hanya dengan mengingat Allah –lah hati menjadi tentram. (QS. Ar-Ra’d: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini seakan-akan Allah subhanahu wa ta`ala mengatakan kepada kita: ketahuilah! Hanya dengan berdzikir kepada Allah, maka pasti hatimu akan tenang. Karena yang mengatakan ini adalah Allah subhanahu wa ta`ala, berarti ini aksioma langit (ketentuan mutlak) yang tidak dapat ditawarkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;Artinya: perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pentingnya kita untuk selalu mengingat Allah subhanahu wa ta`ala, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta`ala mengumpamakan orang yang tidak berdzikir seperti orang mati. Na’udzubillahi min dzalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikir bukan hanya sebuah tutur kata diatas mimbar, bukan juga sekedar komat kamit sebagai gerak mulut saja, bukan sekedar duduk di masjid ataupun duduk di tengah malam sambil melafazkan kalimat-kalimat tertentu dengan menggunakan butiran-butiran tasbih. Namun lebih dari itu, dzikir merupakan pengalaman ruhani yang dapat dinikmati oleh pelakunya. Inilah yang dimaksudkan oleh Allah subhanahu wa ta`ala sebagai penentram hati. Pada hakekatnya dzikir dapat dijadikan empat macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Pertama: Dzikir Qolbiyah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dzikir ini adalah merasakan kehadiran Allah, dalam melakukan apa saja ia meyakini akan kehadiran Allah subhanahu wa ta`ala bersamanya sehingga hatinya selalu tenang tanpa ada rasa takut sedikit pun. Allah subhanahu wa ta`ala Maha Melihat, Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. Tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya, seberat atom pun yang di langit maupun di bumi. (QS. Saba’: 3). Dzikir qalbiyah ini lazim disebut ihsan. Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam bersabda tentang arti ihsan, yaitu:&lt;br /&gt;Artinya: (Ihsan adalah) engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya tapi sesungguhnya Dia melihatmu. (Hadits Muttafaqun ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dzikir qalbiyah kita memfungsikan mata hati kita dan menyadari bahwa Allah subhanahu wa ta`ala selalu melihat dan mengawasi kita. Jika kita sudah mencapai pada kesadaran ini, maka akan menimbulkan dampak yang besar. Pertama: hati akan selalu bersih. Kedua: apapun yang kita kerjakan akan menjadi ibadah dan ketiga: kita akan memperoleh nilai dalam hidup ini, yakni keridhoan Allah subhanahu wa ta`ala, karena apapun yang kita kerjakan kalau bukan karena Allah subhanahu wa ta`ala, maka mestilah sia-sia atau bahkan bisa disebut rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Dzikir yang kedua: Dzikir Aqliyah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;adalah kemampuan menangkap bahasa Allah subhanahu wa ta`ala dibalik setiap gerak alam semesta ini. Menyadari bahwa semua gerakan alam, Allah lah yang menjadi sumber gerak dan yang menggerakkannya. Alam semesta ini adalah sekolah dan tempat belajar kita. Segala ciptaan-Nya dengan segala proses kejadiannya, adalah proses pembelajaran kita. Segala ciptaan-Nya yang berupa batu, sungai, gunung, udara, pohon, manusia, hewan dan sebagainya merupakan pena Allah subhanahu wa ta`ala yang mengandung qalam-Nya (sunnatullah) yang wajib kita baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita jeli memahami Al-Quran, sesungguhnya kita hidup di bumi nan luas ini, yang pertama kali di perintahkan adalah membaca (Iqra). Yang wajib kita baca ada dua wujud, yakni alam semesta (ayat kauniyah) termasuk di dalamnya diri kita (manusia) dan Al-Quran (ayat Qauliyah). Dengan kesadaran dan cara berfikir ini, maka setiap kita melihat suatu benda (ciptaan-Nya) pada saat yang sama kita akan melihat keagungan, kebesaran dankekuasaa Allah subhanahu wa ta`ala, inilah yang merupakan puncak dan hasil dari dzikir aqliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Dzikir yang ketiga: Dzikir lisan&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah buah dari dzikir hati dan akal. Setelah melakukan dzikir hati dan akal, barulah lisan berfungsi untuk senantiasa berdzikir, selanjutnya lisan berdo’a dan berkata-kata dengan benar, jujur, baik dan bermanfaat. Orang yang merasa hatinya hadir di hadapan Allah subhanahu wa ta`ala dan sadar bahwa dirinya selalu berada dalam pengawasan-Nya disebut muraqabah. Dengan muraqabah akan mendorong seorang muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Dengan melakukan muraqabah dan muhasabah, kita akan menemukan hikmah. Inilah yang merupakan tujuan akhir dari dzikir lisan, yaitu menemukan hikmah dibalik semua ciptaan Allah subhanahu wa ta`ala setelah merasakan kehadiran-Nya dan befikir tentang semua ciptaan-Nya. Kalau kita tidak melakukan dzikir lisan, maka hati dan pikiran kita akan tumpul dan mudah di bisiki oleh bisikan-bisikan syetan yang akan merenggut ketenangan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Dzikir yang keempat: Dzikir amaliyah&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya cita-cita kita semua adalah dzikir amaliyah, dan ini sebenarnya goal atau tujuan yang kita inginkan dari dzikir. Setelah hati kita berzikir, akal kita berzikir, lisan kita berdzikir, maka akan lahirlah jiwa-jiwa serta pribadi-pribadi yang suci, pribadi-pribadi yang berakhlaq mulia, baik secara lahir maupun bathin. Dari pribadi-pribadi tersebut akan lahirlah amal-amal shaleh yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta`ala, sehingga terbentuk sebuah masyarakat yang takut serta bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta`ala. Kalau sudah demikian maka akan dibukakan oleh Allah subhanahu wa ta`ala pintu-pintu berkah dari langit maupun dari bumi. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta`ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: Jikalau sekiranya penduduk di negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat dan hukum-hukum kami) itu, maka kami siksa (adzab) mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al-A’raaf: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah janji Allah kepada kaum yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Dengan meningkatkan dzikir kita kepada Allah subhanahu wa ta`ala, insya Allah akan dapat kita raih predikat taqwa yang pada akhirnya akan melahirkan pribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta`ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak dzikir adalah ketika kita telah mampu menanggalkan atribut-atribut artificial yang kita sandang. Yakni kita benar-benar telah bebas dari keinginan-keinginan pribadi. Semua tindakan kita didasarkan pada prinsip lillahi ta’ala (hanya karena Allah). Pada saat itu kita akan menemukan kesadaran akan nilai-nilai ilahiyah dan kemanusiaannya. Seperti memiliki kelembutan hati, kehalusan budi pekerti (akhlak), keadilan, keberanian, kasih sayang, kejujuran, amanah, kedermawanan, keikhlasan, dan keta’atan untuk mencapai ridho Allah subhanahu wa ta`ala. Kemudian hidup ini akan senantiasa sibuk memperbaiki diri dan dibarengi dengan amal shaleh. Itulah derajat taqwa yang ingin kita raih bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bissowab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7844393432367746176?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7844393432367746176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/zikrullah-mengingati-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7844393432367746176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7844393432367746176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/zikrullah-mengingati-allah.html' title='Zikrullah (Mengingati Allah)'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7456571421261208894</id><published>2011-11-13T21:04:00.001+08:00</published><updated>2011-11-13T21:06:30.947+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><title type='text'>Keistimewaan Rasulullah s.a.w.</title><content type='html'>Hadis-hadis dibawah ini pula adalah tentang keistimewaan yang baginda perolehi sebagai Rasul dan kita sebagai umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1- Rasullullah s.a.w. Penghulu Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Akulah penghulu manusia pada hari Kiamat." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Keterangan:- Nabi s.a.w. mengatakan sebegini untuk menceritakan nikmat Allah s.w.t. Ia juga merupakan nasihat supaya kita mengetahui hak terhadap baginda s.a.w. (Tuhfah al-Ahwazi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2- Rasullullah s.a.w. Sebagai Rahmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya aku diutuskan sebagai rahmat." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3- Pendidik Insan Berakhlak Mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang baik." (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- Keistimewaan pada Penyampaian Rasullullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Aku diutuskan denagn perkataan-perkataan yang ringkas dan padat."(Riwayat al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Keterangan:- "perkataan-perkataan yang ringkas dan padat"; Al-Quran dan Hadis Nabi s.a.w. kerana ia mengandungi lafaz-lafaz yang ringkas dan makna yang banyak. (Tuhfah al-Ahwazi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5- Nabi s.a.w Mendahului Umatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Jundub bin Sufyan r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Aku mendahului kamu tiba ke kolam di syurga." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Keterangan:- "aku mendahului", menyediakan dan memberikan apa yang kamu perlukan. (Syarah Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;6- Jaminan Kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Thauban r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Allah telah menghimpunkan bumi untuk aku sehingga aku dapat melihat timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaaan umatku akan meliputi keluasan bumi yang dihumpankan kepadaku." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7- Kesedaran untuk Beramal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui nescaya kamu kurang ketawa dan banyak menangis." (Riwayat al-Bukhari)&lt;br /&gt;Keterangan:- Yakni mengetahui tentang keagungan Allah, balasan terhadap pelaku maksiat dan kegerunan yang berlaku pada saat nyawa dicabut, selepas mati, dan keadaan didalam kubur dan hari kiamat. Mengingati perkara tersebut dapat mendorong melakukan amal ibadah. (Fath al-Bari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8- Bumi Sebagai Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Jabir r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Dijadikan untukku bumi sebagai masjid (tempat sujud) yang suci." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Keterangan:- Al-Khottobi mengatakan: Umat sebelum Nabi Muhammad s.a.w. diharuskan sembahyang hanya ditempat tertentu sahaja seperti rumah ibadat dan tempat pertapaan. (Fath al-Bari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9- Kesempurnaan Syafaat Rasullullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Anas bin Malik r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Bagi setiap nabi terdapat doa (yang telah dikabulkan di dunia) untuk umatnya. Tetapi aku telah menyimpan doaku sebagai syafaat untuk umatku pada hari kiamat." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Keterangan:- Maksud hadis ini ialah setiap nabi telah mendoakan agar umatnya dibinasakan, melainkan Nabi Muhammad s.a.w. tidak mendoakan sedemikian. Ini kerana baginda akan memberikan syafaat sebagai balasan kesabaran umatnya menanggung kesusahan didunia.&lt;br /&gt;Hadis ini menerangkan syafaat Nabi s.a.w. dan belas kasihan baginda terhadap umatnya. Baginda mengambil perhatian terhadap kemaslahatan umatnya yang terpenting. Maka baginda menangguhkan doa balasan azab terhadap umatnya sehingga waktu terpenting dan amat diperlukan syafaat ketika itu. (Fath al-Bari dan Syarah Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10- Pelbagai Golongan Mendapat Syafaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Anas r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Aku boleh berikan syafaat kepada umatku yang melakukan dosa besar." (Riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)&lt;br /&gt;Keterangan:- Syafaat Rasullullah s.a.w. untuk orang yang melakukan dosa besar ialah dengan menyelamatkan mereka daripada kebinasaan. Manakala syafaat baginda untuk orang yang melakukan ketaatan ialah dengan menaikkan darjat mereka. (Syarah Sunan Ibn Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11- Kelebihan Selawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Hurairah r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Orang yang berselawat ke atas aku sekali, Allah berselawat keatas nya sepuluh kali." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;Keterangan:- "Allah berselawat" rahmat dan gandaan ganjaran daripada Allah s.w.t. (Syarah Sahih Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12- Orang Bakhil yang Sebenar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Ali bin Abu Talib r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Orang yang bakhil ialah orang yang mendengar namaku disebut tetapi tidak berselawat keatasku ." (Riwayat al-Tirmizi)&lt;br /&gt;Keterangan:- Orang berkenaan disifatkan sebagai bakhil kerana menghalang diri sendiri daripada selawat Allah s.w.t. untuknya jika ia berselawat sekali.&lt;br /&gt;Sebahagian ulama mengatakan wajib sekali selawat pada setiap kali disebut nama baginda. Menurut pandangan yang lain, wajib sekali selawat dalam satu majlis yang disebut nama baginda. Manakala ketika disebut nama baginda pada kali yang lain dalam majlis itu maka hukumnya adalah sunat. (Tuhfah al-Ahwazi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13- Ucapan Salam Untuk Rasullullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abdullah bin Mas’ud al-Ansori r.a., Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya untuk Allah terdapat malaikat yang berlegar-legar dimuka bumi. Mereka menyampaikan kepadaku salam daripada umatku." (Riwayat al-Nasa’i dan Ibn Hibban)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7456571421261208894?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7456571421261208894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/keistimewaan-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7456571421261208894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7456571421261208894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/keistimewaan-rasulullah-saw.html' title='Keistimewaan Rasulullah s.a.w.'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4551875599182901058</id><published>2011-11-07T15:14:00.001+08:00</published><updated>2011-11-07T15:14:31.098+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Mimpi Seorang Nabi Allah</title><content type='html'>&lt;span style="background-color: transparent;"&gt;ABUL LAITS AS SAMARQANDI, di dalam Tanbihul Ghafilin menceritakan, ada nabi-nabi yang bukan rasul, menerima wahyu dalam bentuk mimpi. Seorang nabi telah bermimpi menerima perintah berbunyi: "Esok engkau keluar dari rumah waktu pagi menghala ke barat. Engkau hendaklah membuat lima perkara. Yang pertama engkau jumpa, makanlah. Kedua, engkau sembunyikan. Ketiga, engkau terimalah. Keempat, jangan putuskan harapan. Kelima, larilah daripadanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"makanlah akannya"&lt;br /&gt;Esok harinya nabi itu pun keluar menuju ke barat. Yang pertama ditemuinya ialah sebuah bukit berwarna hitam. Dia kebingungan. "Sungguh aneh, aku diperintah memakan apa yang pertama aku temui." Dengan bertawakal kepada Allah, dia menuju ke bukit tersebut untuk memakannya. Tiba-tiba bukit itu menjadi kecil sebesar roti. Maka nabi itu pun memakannya. Rasanya sungguh manis seperti madu. Dia pun mengucap syukur kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sembunyikan ia"&lt;br /&gt;Selepas itu bertemu pula sebuah mangkuk emas. Lantas dia menggali lubang untuk menyembunyikannya. Apabila mahu berangkat, mangkuk itu terkeluar semula. Lalu di tanamkannya kembali. Tetapi ia terkeluar juga, sehingga tiga kali berturut-turut. Nabi itu berkata, "Aku telah melaksanakan perintah-Mu," sebelum meneruskan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"terimalah ia"&lt;br /&gt;Sejurus kemudian dia terserempak dengan seekor burung kecil dikejar seekor helang. Burung kecil itu merayu, "Wahai nabi Allah, tolonglah aku." Dia berasa simpati. Diambilnya burung itu lalu memasukkannya ke dalam bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: transparent;"&gt;"jangan putuskan harapan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Helang itu datang menghampirinya dan berkata, "Wahai nabi Allah. Aku sangat lapar. Aku telah mengejar burung itu sejak pagi lagi. Janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku." Teringat akan mimpinya, dia lalu memotong sedikit daging pehanya buat mengganti rezeki helang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"larilah daripadanya"&lt;br /&gt;Dengan pehanya yang luka, Nabi itu meneruskan perjalanan demi menunaikan perintah Allah. Sebentar kemudian, dia terlintas dengan satu bangkai yang amat busuk. Tergesa-gesa dia lari kerana tidak tahan akan baunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud di sebalik peristiwa :-&lt;br /&gt;Setelah kembali, pada malam harinya nabi itu berdoa: "Ya Allah, Aku telahpun melaksanakan sepertimana yang diarahkan. Maka tolonglah jelaskan apakah ertinya semua ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidur dia bermimpi lagi. Allah memberitahu:&lt;br /&gt;"Yang pertama engkau makan, ialah marah. Mulanya besar, tetapi jika bersabar dan dapat mengawalnya, ia akan menjadi lebih manis daripada madu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kedua , amal kebaikan , walaupun disembunyikan, ia tetap akan nampak jua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ketiga , jika sudah menerima amanah , janganlah khianat kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Keempat , jika orang meminta padamu, usahakanlah menunaikan hajatnya meskipun engkau sendiri berhajat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kelima , yang busuk itu ialah ghibah (mengumpat atau mendedah keaiban orang lain). Larilah dari mereka yang membuat ghibah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4551875599182901058?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4551875599182901058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/mimpi-seorang-nabi-allah.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4551875599182901058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4551875599182901058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/11/mimpi-seorang-nabi-allah.html' title='Mimpi Seorang Nabi Allah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6127789996158994571</id><published>2011-10-30T22:28:00.003+08:00</published><updated>2011-10-30T22:28:52.250+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Kisah lelaki yang menziarahi saudaranya kerana Allah Taala</title><content type='html'>Daripada Abu Hurairah Radiaallahu’anhu, dari Nabi Sollallahu’alaihiwasallam;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang lelaki telah menziarahi saudaranya di kampung lain. Maka Allah Taala menghantar malaikat untuk mengintip perjalanannya. Apabila lelaki itu melalui jalan yang ditunggui oleh malaikat itu, malaikat itu bertanya; Ke mana kamu ingin pergi? Dia berkata: Aku ingin pergi bertemu saudaraku di kampung ini. Malaikat bertanya; Adakah bagi kamu ada apa-apa tujuan daripada nikmat yang akan kamu perolehi darinya? Lelaki itu menjawab: Tidak, melainkan kerana aku menyayanginya kerana Allah Taala. Lalu malaikat itu berkata: Sesungguhnya aku merupakan utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahawa Allah Taala menyayangimu sebagaimana kamu menyayangi saudaramu keranaNya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadis riwayat Imam Muslim dalam Shahihnya, Kitab al-Birr, Bab pada menyatakan kelebihan cinta kerana Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan cerita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Sollallahu’alaihiwasallam menceritakan kisah seorang lelaki yang keluar dari rumahnya menuju ke perkampungan lain yang tidak dinyatakan jarak antara dua kampung tersebut. Akan tetapi daripada gaya bahasa hadis, lelaki itu berjalan kaki dalam satu masa yang panjang dalam perjalanannya antara dua kampung tersebut. Dia telah keluar dengan niat yang satu iaitu ziarah. Bukanlah kerana menziarahi adik beradik ataupun sanak saudara, bahkan menziarahi saudaranya semata-mata kerana Allah Taala. Maka Allah Taala mengutuskan malaikat – dalam rupa lelaki- dalam perjalanannya untuk mengintip dan menunggunya. Apabila dia melalui tempat malaikat menunggunya, malaikat itu pun bertanya arah tujuannya. Lelaki itu menyatakan tujuannya ke kampung itu untuk menziarahi saudaranya kerana Allah. Malaikat menimbulkan persoalan kepadanya adakah ziarahnya untuk tujuan dunia seperti perniagaan ataupun kerana mempunyai hubungan kerabat dengan saudaranya tersebut. Lelaki itu menafikannya, bahkan menegaskan bahawa ziarahnya adalah semata-mata kerana Allah tanpa ada sedikitpun tujuan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Selepas perbualan ini, malaikat memberitahu hakikat sebenar dirinya sebagai utusan Allah yang berupa seorang lelaki. Lalu malaikat memberi satu khabar gembira kepadanya bahawa Allah Taala mencintainya kerana dia mencintai saudaranya kerana Allah Taala semata-mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ulama’ berkata; Mahabbah Allah Taala kepada hambanya ialah rahmatNya kepadanya, redha dariNya, Allah Taala menghendaki untuk hambanya kebaikan.&lt;br /&gt;**Asal mahabbah dalam perbuatan manusia adalah cenderung hati, akan tetapi Allah Taala suci dari perkara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini memberi satu gambaran makna yang sangat tinggi yang perlu dimiliki oleh umat pada setiap zaman dan masa.. Ukhuwwah kerana Allah Taala adalah setinggi-tinggi dan semulia-mulia hubungan yang dibina. Ukhuwwah merupakan ruh keimanan yang hidup dan perasaan dalaman yang lahir dalam lubuk hati orang yang beriman terhadap saudaranya. Seolah-olah mereka ini merupakan ruh yang satu yang hidup dalam jasad yang berbilang. Menyuburkan ukhuwwah merupakan kaedah terbaik sebagai permulaan bagi seluruh umat Islam untuk tolong-menolong ke arah kebaikan. Bahkan ukhuwwah yang dibina seumpama ini menjadikan diri para muslimin untuk berpegang teguh dengan agama Allah dan berusaha untuk menjadi rijal-rijal yang akan mendaulatkan agama Allah sehingga Allah menjadikan kalimah kufur itu berada di bawah di tempat yang sangat hina. Maka, terbinalah satu keyakinan bahawa Kalimah Allah itu sentiasa berada di tempat yang tertinggi di bawah jaminanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan masyarakat Islam sangat berhajat kepada ukhuwwah para mu’min, dan rijal-rijal yang saling menyayangi, dan pemuda-pemuda yang ikhlas berjuang. Mereka memikul pada diri mereka makna yang tinggi terhadap perasaan sayang, keikhlasan dan menunaikan janji dengan harapan daulah Islam yang hilang akan dikembalikan, kemuliaan para muslimin akan dikembalikan; dan yang demikian itu bagi Allah adalah Maha Berkuasa dan Maha Perkasa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Abdullah Nasih ‘Ulwan: Ukhuwwah Islamiah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6127789996158994571?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6127789996158994571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/kisah-lelaki-yang-menziarahi-saudaranya.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6127789996158994571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6127789996158994571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/kisah-lelaki-yang-menziarahi-saudaranya.html' title='Kisah lelaki yang menziarahi saudaranya kerana Allah Taala'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3766265137974076470</id><published>2011-10-23T20:46:00.004+08:00</published><updated>2011-10-23T21:07:36.354+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Dunia Yang Tidak Ada Nilainya</title><content type='html'>&lt;b&gt;Dunia Yang Mempesona&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pesona dunia, dimana banyak orang siap menghamba untuk mendapatkannya. Pesona pantai yang indah hingga gunung yang sejuk, pesona kereta yang nyaman hingga kapal pesiar yang mewah, pesona rumah yang besar hingga pusat-pusat hiburan keluarga yang bertebaran, pesona layanan kelas satu di restoran mewah hingga menikmati perjalanan kelas satu ke kota-kota indah di dunia ini, pesona memiliki banyak anak hingga pesona dihormati banyak orang, pesona memiliki uang banyak yang siap memiliki apapun yang kita ingini, pesona wanita cantik hingga pesona makanan dan minuman lezat, halal maupun haram, dan masih ada berjuta-juta jenis lagi berbagai pesona dunia lainnya yang siap menghibur para pecinta pesona dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan pesona dunia tersebut manusia menghabiskan demikian banyak waktu bekerja keras menumpuk harta untuk mengejar kebahagiaan duniawi. Pencinta dunia bahkan tidak atau sedikit saja menyisakan waktunya untuk amal akhirat di sela-sela kesibukan kerjanya atau di waktu luangnya dan dikala ia sehat. Mereka bahkan melupakan sholat atau minimal menunda sholat untuk urusan dunia yang lebih jelas terlihat di depan mata mereka. Sebagian bahkan siap korupsi, merampok, mencuri, menganiaya, menipu, memperkosa, membodohi orang lain untuk mendapatkan tiket membeli pesona dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, sebagian manusia meluangkan demikian banyak waktunya untuk menikmati pesona dunia, bahkan tanpa mau bekerja dengan keras apalagi beribadah kepada Pemilik Dunia ini. Merekalah para pemilik harta berlebih yang menggunakannya untuk bersantai dan menikmati fasilitas dunia, termasuk para pemilik waktu yang menggunakannya untuk bermalas-malas di rumahnya yang nyaman, berjudi atau menikmati narkoba, termasuk juga para pemilik kekuasaan yang menggunakan kelebihannya untuk mendengar kekaguman orang lain pada dirinya atau memamerkan pengaruhnya atau fisiknya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Dunia Yang Menipu dan Melalaikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehidupan dunia adalah kehidupan yang rendah dan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengilustrasikannya seperti air hujan yang menyuburkan tumbuhan sampai jangka waktu tertentu dan akhirnya tumbuhan itu menjadi kering. Allah berfirman, ''Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai pula perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan ia laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada orang-orang yang berpikir.'' (QS 10: 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kehidupan dunia hanyalah permainan, melalaikan dan kesenangan yang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : ''Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS, Al-Hadid : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS, Ali Imran : 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS, At-Takatsur: 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS, Fathir : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (QS, Al-‘Ankabut : 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT : "Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dan dia ingat akan Tuhannya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang yang ingkar) memilih dunia, padahal akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal". (QS, Al A'laa :14-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dunia Yang Tidak Ada Nilainya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pecinta dunia hanya berpikir bahwa adalah tak mungkin Tuhan menciptakan dunia yang sangat sempurna, luas dan lengkap ini kalau tidak untuk dinikmati. Bahkan mereka berpikir tak mungkin Tuhan akan menghancurkan dunia ciptaan-Nya sendiri yang demikian menakjubkan ini melalui suatu bencana kiamat. Pencinta dunia hanya takjub kepada dunia yang luar biasa ini dan tidak pada akhirat karena mereka tidak tahu gambaran mengenai akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah menggambarkan betapa kecilnya nilai dunia ini dibanding akhirat dalam beberapa hadits sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nilai dunia tidak ada artinya dibanding dengan nilai akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (dari Al-Mustaurid ibn Syaddad r.a, Hadits Riwayat Muslim). Inilah penggambaran luar biasa yang menunjukkan betapa tak ada nilainya dunia ini dibanding keluarbiasaan alam akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nilai dunia lebih hina bagi Allah dibanding dari nilai bangkai seekor kambing cacat dalam pandangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berjalan melewati pasar sementara orang-orang berjalan di kanan kiri beliau. Beliau melewati seekor anak kambing yang telinganya kecil dan sudah menjadi bangkai. Beliau lalu mengangkatnya dan memegang telinganya, seraya bersabda : “Siapa diantara kalian yang mau membeli ini dengan satu dirham (saja)?”. Mereka menjawab, “Kami tidak mau membelinya dengan apapun. Apa yang kami bisa perbuat dengannya?” Kemudian beliau SAW bertanya, “Apakah kamu suka ia menjadi milikmu?”. Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya ia hidup ia adalah aib (cacat), ia bertelinga kecil, apalagi setelah ia menjadi bangkai?”. Maka beliau SAW bersabda, “Demi Allah, dunia ini lebih hina bagi Allah daripada bangkai ini dalam pandangan kalian.” (HR Muslim). Ibarat anak kambing yang cacat dan telah jadi bangkai pula, maka tak seorangpun yang mau memilikinya bahkan memandangnya apalagi menyimpannya; demikianlah Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana Allah SWT menilai dunia ini yang diibaratkan lebih rendah dan hina dari bangkai kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dunia tidak ada nilainya di sisi Allah, bahkan seberat sayap nyamuk sekalipun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahal Ibn Sa’ad as-Sa’idi ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Seandainya dunia itu ada nilainya disisi Allah bahkan seberat sayap nyamuk sekalipun, tentu Dia tidak akan sudi memberi minum pada orang kafir meskipun seteguk air.” (HR Tirmidzi, shahih). Hadits ini juga memberi makna bahwa rezeki dan kebahagiaan dunia juga diberikan Allah pada orang kafir maupun fasik, bahkan sering diberikan lebih banyak dibanding yang Ia berikan kepada orang-orang yang sholeh, ini karena nilai dunia yang sangat tidak ada artinya dibanding akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dunia Adalah Ladang Akhirat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim harus mempertimbangkan kepentingan akhirat dalam setiap aktivitasnya. Allah berfirman, ''Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedangkan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka, apakah kamu tidak memahaminya? Maka, apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?'' (QS 28: 60-61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Dunia ini adalah ladang untuk bercocok tanam (tempat melakukan amal ibadah dan amal kebajikan) yang hasilnya dipanen kelak di negeri akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlena dengan dunia ini, jangan buang-buang waktu, manfaatkan setiap detik hidup kita yang masih tersisa di dunia ini untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub) dengan memperbanyak dzikir dan amal ibadah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengerjakan berbagai amal sholeh dan kebaikan walaupun sekedar memberikan sebutir kurma kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membekali diri dengan takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menggunakan kenikmatan yang diberikan Allah SWT (harta, waktu luang, kesehatan) untuk taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mensyukuri nikmat Allah SWT dengan menggunakan nikmat tersebut untuk semakin lebih taat kepada-Nya. Menggunakan nikmat harta, nikmat waktu, nikmat sehat untuk digunakan sebagai sarana dan fasilitas untuk beribadah lebih banyak lagi kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak termasuk umat yang digambarkan Allah SWT seperti dalam firman-Nya : “Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka, ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa mengerjakan amal shalih yang dulunya aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99-100)&lt;br /&gt;Atau firman Allah SWT : “Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian, hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku, seandainya Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.’ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Munafiqun: 10-11)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3766265137974076470?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3766265137974076470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/dunia-yang-tidak-ada-nilainya.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3766265137974076470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3766265137974076470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/dunia-yang-tidak-ada-nilainya.html' title='Dunia Yang Tidak Ada Nilainya'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7024742477268494192</id><published>2011-10-19T06:00:00.000+08:00</published><updated>2011-10-19T06:00:01.045+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Antara harap dan takut</title><content type='html'>Di antara perkara-perkara yang menyelamatkan, ialah berharap sepenuhnya kepada Allah Ta'ala, serta gentar dan takut kepadaNya. Harap dan takut itu adalah sebagai suatu tingkatan yang mulia dari Allah Ta'ala kerana keduanya itu menjadi sifat para Nabi dan Rasul, serta pengikutnya dari orang-orang saleh dari kaum Mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala&lt;br /&gt;"Orang-orang yang mereka seru itu mencari jalan kepada Tuhan, mana satu yang lebih dekat , dan mereka mengharapkan rahmatNya dan takut kepada siksaNya, sessungguhnya siksaan Tuhanmu itu amat ditakuti." (Al-Isra': 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Sesungguhnya mereka telah berlumba-lumba dalam usaha-usaha kebaikan, dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan takut, dan mereka itulah adalah orang-orang yang tunduk hatinya kepada Kami." (Al-Anbiya': 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang berpindah dari negerinya, dan yang bekerja keras di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Tuhan, dan Tuhan itu Maha Pengampun Maha Penyayang."(Al-Baqarah: 218)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Sebagai peringatan bagi orang-orang &amp;nbsp;yang bertaqwa (memelihara diri dari kejahatan). Mereka yang takut kepada Tuhannya dalam hal yang ghaib, dan mereka penuh ketakutan kepada saat (kiamat)."(Al-Anbiya': 48-49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang memberikan pemberiannya dengan hatinya yang takut (kepada Tuhan), bahawa mereka akan kembali kepada TuhanNya." (Al-Mu'minun: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w&lt;br /&gt;"Berfirman Allah Ta'ala: Aku berada pada sangkaan hambaKu, terhadap diriKu, dan Aku sentiasa bersamanya setiap ia mengingatiKu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi&lt;br /&gt;"Berfirman Allah Ta'ala: Wahai Anak Adam! Setiap engkau memohonKu dan mengharap kepadaKu, maka Aku tetap akan mengampunimu atas segala kesalahan yang telah engkau lakukan, betapa besar dan banyak sekalipun, Wahai anak Adam! Seandainya kesalahan-kesalahan itu setinggi langit sekalipun, lalu engkau memohon keampunan kepadaKu, nescaya Aku mengampunkanmu. Wahai Anak Adam! Seandainya engkau datang kepadaKu dengan dosa seisi bumi, kemudian engkau bertemu denganKu sedang engktau tidak pula mensyirikkanKu dengan sesuatu apapun, nescaya Aku akan mendatangimu dengan keampunan seisi bumi pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi&lt;br /&gt;"Berfirman Allah Ta'ala: Demi kemuliaanKu, Aku tidak akan mengumpulkan bagi hambaKu dua ketakutan atau dua keamanan. Jika ia takutkan Aku di dunia, nescaya Aku akan sentosakannya di Hari Kiamat. Jika ia merasa aman daripadaKu di dunia, nescaya Aku akan menakutkannya di Hari Kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi&lt;br /&gt;"Pokok kebijaksanaan takutkan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali peristiwa, ketika Rasulullah s.a.w melawat seorang pemuda yang sedang menghadapi maut, lalu ujar baginda: Bagaimana keadaanmu? Jawabnya: Aku bimbang tentang dosaku yang banyak itu. Aku sungguh-sungguh mengharapkan rahmat Tuhanku. Maka berkata Nabi alahis-salam: Tidak akan berkumpul perasaan harap dan bimbang di dalam hati seseorang hamba, sedang ia dalam keadaan serupa ini, melainkan Allah memberinya segala yang diharapkanm dan mengamankannya dari segala yang dibimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahawasanya perasaan takut itu akan menghalang diri seseorang dari melakukan maksiat dan kesalahan-kesalahan. Sedang perasaan harap pula, akan membimbing seseorang hamba kepada mengerjakan ketaatan dan menurut perintah. Barangsiapa yang tidak dihalangi oleh perasaan taktu untuk melakukan maksiat terhadap Allah azzawajalla, serta tidak pula dibimbingi oleh perasaan harap kepada mengerjakan ketaatan terhadap perintah-perintah Allah Ta'ala, nescaya jadilah perasaan takut dan harapnya itu sebagai bicara nafsu yang tidak berguna apa-apa dan tidak boleh dipegang, kerana kosong dari maksud dan faedah yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, ketahuilah bahawa yang paling utama bagi seorang Mukmin yang sentiasa mengerjakan ketaatan kepada Allah Ta'ala, meletakkan dirinya antara takut dan harap, agar kedua-dua perasaan itu menjadi seperti kepak burung atau dua neraca timbangan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah s.a.w&lt;br /&gt;"Sekiranya ditimbang perasaan takut dan perasaan harap dari seorang Mukmin, nescaya kedua-duanya sama rata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun seorang Mukmin yang sentiasa mencampur-adukkan amalannya yang sentiasa merasa bimbang akan terpesong dari jalan ketaatan dan terjerumus ke dalam larangan-larangan Allah Ta'ala, maka yang paling &amp;nbsp;baik baginya memperbanyak takut, kerana perasaan takut itu menahan dan menghalang diri dari berbuat sesuatu dengan sewenang-wenang atau melampaui batas. Tetapi, jika dirinya sentiasa dikongkong oleh hawa nafsu dan dikuasai syahwat, lalu tiada suatu yang dibuatnya selain berharap dan berharap terus-menerus, mungkin sekali sikap serupa itu akan menyebaabkan kebinasaannya. Sebab setiap kali ia mengingatkan dirinya yang suka berbuat jahat itu, bahawa rahmat Allah Ta'ala itu amat suka dan sentiasa memaaf dan mengampunkan dosa-dosa hambaNya, maka tentu sekali dirinya akan menjadi lebih berani membuat maksiam dan kan menjadi lebih jauh daripada ketaatan , lebih mudah terjerumus ke dalam kemaksiatan, dan akhirnya ia akan binasa dan celaka tanpa terasa dan tersedar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7024742477268494192?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7024742477268494192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/antara-harap-dan-takut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7024742477268494192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7024742477268494192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/antara-harap-dan-takut.html' title='Antara harap dan takut'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5623819526664500269</id><published>2011-10-16T15:44:00.000+08:00</published><updated>2011-10-16T15:45:46.358+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Dialog Rasullulah saw dengan Abu Dzar</title><content type='html'>Diriwayatkan oleh Muhammad bin Al-Husain dari Abu Idris Al-Khaulani bahawa Abu Dzar r.a. bercerita: "Pada suatu hari aku masuk ke dalam masjid dan menemui Rasulullah saw. sedang duduk seorang diri; maka aku mendekatinya dan duduk di sampingnya, kemudian terjadilah dialog (soal jawab di antara beliau dan aku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aku (Abu Dzarr) bertanya, "Ya Rasulullah, engkau memerintahkan aku bersolat?"&lt;br /&gt;Beliau (Rasulullah) menjawab: "Solat adalah sebaik-baik perbuatan, maka perbanyakkanlah atau sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aku tanya, "Amal apakah yang paling afdhal?"&lt;br /&gt;Beliau jawab:"Beriman kepada Allah dan berjihad fi sabiilih (pada jalanNYA)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aku tanya,"Mukmin yang bagaimanakah yang paling afdhal?"&lt;br /&gt;Beliau jawab: "Ialah yang terbaik akhlaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tanya, "Muslim yg bagaimanakah yang paling selamat?"&lt;br /&gt;Jawab: "Ialah yg menyelamatkan orang-orang dari gangguan lidahnya dan tangannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tanya, "Hijrah yg bagaimanakah yg afdhal, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab: "Ialah hijrah dari (meninggalkan) perbuatan maksiat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tanya,"Solat yang bagaimanakah yang afdhal, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Berkhusyuk yang panjang (lama berdiri)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tanya,"Hamba-hamba sahaya manakah yg paling afdhal utk dimerdekakan?"&lt;br /&gt;Jawab:"Hamba yg paling mahal harganya dan yg paling disayang oleh pemiliknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;8. Tanya,"Sedekah yg bagaimanakah yg paling afdhal, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Pemberian dari orang yg masih kekurangan (tidak kaya) dan pemberian secara rahsia kepada fakir miskin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tanya,"Ayat apakah di antara ayat-ayat yg diturunkan kepadamu yg paling besar?"&lt;br /&gt;Jawab:"Ayat Kursi, dan tujuh langit itu jika dibandingkan dengan Kursi, melainkan seperti sebuah cincin (atau lingkaran besi) yg berada di tengah-tengah padang pasir, dan perbandingan Arasy terhadap Kursi adalah perbandingan padang pasir itu terhadap cincin tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tanya,"Berapakah bilangan Nabi-Nabi, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Seratus dua puluh empat ribu." (124,000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tanya,"Berapakah yg menjadi Rasul di antara mereka, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Sebanyak tiga ratus tiga belas." (313)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tanya,"Siapakah yg pertama, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Adam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tanya,"Apakah dia seorang Nabi yg diutus ?"&lt;br /&gt;Jawab:"Benar, dia diciptakan oleh Allah dengan tanganNYA, ditiupkan ruh ke dalam tubuhnya yang disempurnakan."&lt;br /&gt;Dan selanjutnya Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Hai Abu Dzarr, empat dari mereka adalah dari golongan Siryaniun, iaitu Adam, Syith, Nuh, dan Idris, iaitu Nabi pertama yg dapat menulis dengan pensel. Dan empat Nabi dari keturunan Arab, iaitu Hud, Syuaib, Saleh, dan Nabimu, hai Abu Dzarr."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Abu Dzarr bertanya,"Berapa kitab telah diturunkan Allah, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Ar-Rasul saw. jawab:"Seratus empat kitab (104). Kepada Syith tlh diturunkan lima puluh halaman, Idris tiga puluh halaman, Ibrahim sepuluh halaman, Musa sebelum Taurat ada sepuluh halaman, di samping kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tanya,"Ya Rasulullah, apakah isi lembaran yg diturunkan kepada Ibrahim?"&lt;br /&gt;Jawab:"Isinya ialah: Hai Raja yg berkuasa, dipuji dan sombong, sesungguhnya AKU tidak mengutusmu untuk mengumpulkan dunia, melonggokkan sebahagian di atas sebahagian, akan tetapi AKU mengutusmu untuk menerima doanya orang yg teraniaya agar tidak sampai kepada-KU, kerana AKU tidak akan mengembalikannya walaupun ia datang dari seorang yg kafir. Seorang yg bijaksana akan membahagi masanya menjadi beberapa waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, beberapa waktu untuk bertanya pada dirinya sendiri (muhasabah), beberapa waktu untuk merenungkan ciptaan Allah, dan beberapa waktu lagi utk mengurus keperluan makan dan minumnya. Seorang yang bijaksana tidak akan meributkan (menyibukkan) diri melainkan untuk tiga tujuan: mencari bekal untuk hari kemudian (Akhirat), mencari nafkah hidup, dan mencari kelazatan yg halal. Seorang yg bijaksana hendaklah mengenal zamannya, tekun mengurus urusannya, dan menjaga lidahnya. Barangsiapa yang menyesuaikan bicaranya dengan perbuatan, maka akan jarang berbicara melainkandalam hal-hal yg mengenai dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tanya,"Apakah isi lembaran-lembaran yg diturunkan ke atas Musa, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Isinya adalah semua peringatan dan ibarah; aku hairan dari orang yg yakin akan mati bagaimana ia dapat bersuka-ria, aku hairan dari orang yg yakin dgn adanya takdir bagaimana ia membanting tulang bekerja, aku hairan dari org yg melihat keadaan dunia yg selalu berubah bagaimana ia dapat tenang mempercayainya dan aku hairan dari orang yg yakin adanya hari hisab besok, bagaimana ia enggan beramal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tanya,"Ya Rasulullah, apakah ada yg sampai kepada kita sesuatu yg dulu ada di tangan Ibrahim dan Musa, dan apakah yg diturunkan Allah kepadamu?"&lt;br /&gt;Jawab:"Ada, cubalah baca hai Abu Dzarr, 'Sesungguhnya beruntunglah orang yg membersihkan diri (dengan beriman) dan ia ingat akan nama Tuhannya, lalu ia bersembahyang. Tetapi kamu (orang2 kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.' Sesungguhnya ini benar2 terdapat dalam kitab2 yg dahulu (iaitu) kitab2 Ibrahim dan Musa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Abu Dzarr bertanya,"Apakah wasiatmu kepadaku, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Ar-Rasul saw menjawab:"Hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah, kerana itu (taqwa) adalah pokok segala urusanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Abu Dzarr bertanya lagi,"Apa lagi ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab:"Bacalah Al-Qur'an dan berzikirlah (ingatlah) kepada Allah, kerana itu akan menjadi zikir buatmu di langit dan cahaya bagimu di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Hindarilah banyak ketawa, kerana itu mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Laksanakanlah kewajipan berjihad, kerana itu merupakan kerahiban perjuangan bagi umatku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Hendaklah engkau selalu diam (tidak bercakap) melainkan untuk kebaikan, kerana itu dapat mengusir syaitan dan dapat menolongmu dalam urusan agamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Tanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Lihatlah kepada orang yg di bawahmu dan janganlah melihat orang yg berada di atasmu, agar engkau tidak memandang rendah akan nikmat yg Allah berikan kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Abu Dzarr bertanya,"Apa lagi, ya Rasulullah?&lt;br /&gt;Jawab:"Cintailah orang2 fakir miskin dan duduklah bersama-sama mereka, agar engkau tidak memandang rendah dan kecil nikmat Allah kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Bertanya Abu Dzarr,"Apa lagi, ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab:"Hubungilah kerabatmu, walaupun mereka memutuskan hubungannya dengan engkau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Tanya Abu Dzarr,"Apa lagi ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab Rasululllah:"Katakanlah apa yang haq (yang benar) walaupun itu merupakan hal yg pahit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Tanya,"Apa lagi ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Janganlah engkau takut dicerca orang kerana membela agama Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Tanya,"Apa lagi ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Jawab:"Apa yang engkau ketahui tentang dirimu akan mencegahmu mencampuri urusan orang lain dan janganlah engkau sesalkan bahawa orang tidak melakukan apa yg engkau sukai. Dan cukup sebagai aib bahwa engkau mengetahui tentang orang lain apa yang engkau tidak mengetahui tentang dirimu sendiri."&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw. memukul dadaku dengan tangannya seraya bersabda: "Tiada aqal seperti kebijaksanaan, tiada wara' seperti memahami diri dan tiada kebanggaan seperti akhlak yang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terjemahan Ibnu Katsir, Jilid 2&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5623819526664500269?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5623819526664500269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/dialog-rasullulah-saw-dengan-abu-dzar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5623819526664500269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5623819526664500269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/dialog-rasullulah-saw-dengan-abu-dzar.html' title='Dialog Rasullulah saw dengan Abu Dzar'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7882909361815570887</id><published>2011-10-09T21:57:00.000+08:00</published><updated>2011-10-09T22:02:31.864+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Hubungan Dengan Allah</title><content type='html'>&lt;i&gt;~ Orang yang beriman itu ialah orang-orang yang mereka itu teringat Allah pada waktu berdiri, duduk, baring. Dan mereka bertafakur, maka bertambah lagi rasa kebesaran Tuhan, bertambah lagi rasa bertuhan ~&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungkan dengan Allah ada beberapa peringkat. Kalau tidak mengikuti peringkat yang disebutkan ini maka kita tidak dianggap berhubung dengan Tuhan walaupun percaya Tuhan itu ada, walaupun kita percaya Tuhan wujud, walaupun kita percaya Tuhan itu berkuasa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Peringkat paling dasar [Percaya adanya Tuhan].&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar yang asas ini tidak dianggap seseorang itu berhubung dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat paling dasar adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya adanya Tuhan, Tuhan itu mempunyai sifat yang Maha sempurna, kesempurnaanya tak terhingga dan Maha suci Tuhan daripada mempunyai sifat2 kekurangan walaupun sebesardebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perhubungan yang paling lemah, akidah yang paling asas atau perhubungan yang paling asas dengan Tuhan. Kalau keluar dari peringkat ini maka dia bukan orang Islam, bukan orang mukmin. Tapi agar umat Islam kembali pada kewibawaan, peringkat ini tak cukup. Itu sekedar asas supaya orang tak jadi kafir saja, yakni memastikan imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;II. Peringkat kedua [Percaya adanya Tuhan dengan Ilmu].&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya Tuhan, Tuhan punya sifat sempurna 20 sifat yang dulu diajarkan guru kita. Mustahil bagi Tuhan, mempunyai sifat2 yang berlawanan dengan sifat2 yang wajib tadi itu dengan hujah2 akal dan naqli. Nash Qur’an &amp;amp; Hadist. Jadi perhubungan dengan Tuhan peringkat kedua ini lebih tinggi sedikit dari tahap pertama, tapi ini pun tak cukup untuk dapat mengembalikan wibawa umat Islam. Itu sekedar ada hujah, ada dalil, ada bukti dari sifat2 Tuhan yang sempurna itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;III. Peringkat ketiga : Hubungan orang SOLEH dengan Tuhan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia mengenal Tuhan melalui tahap 1 &amp;amp; 2, datanglah rasa takut dengan Tuhan, datanglah rasa cinta dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa dapat tahap 3 dia sudah dianggap terhubung dengan Tuhan, sudah masuk golongan orang soleh tapi belum masuk level bertaqwa. Di akhirat dia selamat tapi di dunia belum tahu. Untuk mengelak dari kehinaaan belum mampu lagi. Untuk mengelak dari diperkotak katikan oleh musuh, tak mampu lagi. Sebab yang Tuhan akan tolong dari diperkotakkatikan oleh musuh adalah orang bertaqwa. Sedangkan orang soleh belum lagi akan dapat pembelaan Tuhan. Banyak ayat yang berkata bila orang sudah bertaqwa maka Tuhan akan tolong. Tapi tak ada ayat yang mengatakan bahawa orang soleh akan ditolong Tuhan. Tapi di akhirat orang soleh akan selamat, dia ke syurga tapi hisabnya banyak. Tapi di dunia tak pasti selamat. Sebab standard dia hanya sebagai orang soleh dan tak bertaqwa pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;IV. Peringkat ke empat : Perhubungan orang BERTAQWA [ Muttaqqin ]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bertaqwa mereka selamat di dunia dan selamat di akhirat. Di akhirat selamat dari neraka. Di dunia, Tuhan akan serahkan pada umat Islam yang bertaqwa. Bagaimanakah hubungan dengan Tuhan di tahap ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain takut dan cinta Tuhan, Rasa bertuhan dibawa kemana2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertilah Tuhan sebutkan dalam Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang beriman itu ialah orang2 yang mereka itu teringatkan Allah pada waktu berdiri, duduk, baring. dan mereka bertafakur, bertambah lagi rasa kebesaran Tuhan, tambah lagi rasa bertuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati sentiasa hidup : di kantor, sedang makan, sentiasa terasa kebesaran Tuhan, rasa kehambaan sentiasa terasa, rasa kehambaan, kehinaan diri terasa. Waktu makan, waktu duduk, waktu kerja, di pejabat terasa kebesaran Tuhan, terasa kecilnya diri. Ini perhubungan dengan Tuhan yang sudah bertaraf orang bertaqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;V. Peringkat ke lima : MUQARRABIN &amp;amp; SIDDIQQIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling tinggi orang yang mabuk dengan Tuhan, tenggelam perasaannya dengan Tuhan. mabuk. Kalau dia bukan pemimpin, dia akan gila. Tapi kalau dia pemimpin, Tuhan selamatkan macam Rasul saw, macam khulafaurrasyidin, kalau mereka sampai mabuk tak boleh pakai lagi, pemimpin2 Tuhan diselamatkan dari mabuk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam Rasulullah, macam khulafaur rasyidin, macam para mujaddid, imam mujtahid. Sebab itu berguna bagi manusia. Tuhan jaga. Kalau dia bukan pemimpin, mujaddid, mujtahid, macam Uweis Al Qarni, dia mabuk langsung. Jumpa orang pun tak mau. Untuk dirinya saja dia selamat, tak dapat selamatkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ini bukan bertaqwa lagi dia disebut muqarrabin dan siddiqin. Wali2 besar, dan Rasul &amp;amp; Nabi. Kita dapat taqwa cukup yaitu yang ke 4. kalau ramai umat Islam bertaqwa, Tuhan akan serahkan dunia. Segala yang hilang Tuhan kembalikan maka lahirlah wibawa semula umat Islam. Dunia akan diserahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kata Tuhan kalau kita hendak selamat, wibawa semula, hendak dapatkan semua yang hilang, mesti buat hubungan dengan Tuhan. Perhubungan 1 &amp;amp; 2 sekedar sahkan iman. Keduanya tak selamat dunia akhirat. Cuma di akhirat tak kekal di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat yang ke 3 adalah orang-orang soleh. Di dunia dia tak dijamin selamat tapi di akhirat selamat. Sedangkan peringkat yang ke 4, peringkat orang bertaqwa, dia selamat dan menyelamatkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada orang bertaqwa agak ramai maka orang Islam yang lain sama2 dapat rahmat, sama2 terbela. Taraf perhub ke 5, ke 6 sudah tinggi sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habluminallah atau bentuk perhubungan dengan Tuhan yang paling sempurna adalah sembahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sembahyang ini ada 3 bentuk perhubungan dengan Tuhan yakni : sembahyang perbuatan, sembahyang perkataan, sembahyang perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu sembahyang wajib. Sembahyang ini adalah perhubungan dengan Tuhan yang paling sempurna dimana didalamnya ada perhubungan fisikal, perkataan dan perasaan. Yang diuraikan di atas tadi tidak semua aspek ada, hanya ada ilmu dan perassan sahaja. Sebab itu sembahyang tak boleh tinggal. Siapa yang tinggalkan sembahyang dengan sengaja kata Rasul saw, dia dianggap kafir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7882909361815570887?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7882909361815570887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/hubungan-dengan-allah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7882909361815570887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7882909361815570887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/hubungan-dengan-allah.html' title='Hubungan Dengan Allah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5671478777148233953</id><published>2011-10-05T06:00:00.000+08:00</published><updated>2011-10-05T06:00:04.672+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Menangislah Di Sini Sebelum Menangis Di Sana</title><content type='html'>Detik waktu bersama kelahiran seorang bayi dihiasi tangisan. Nyaring berkumandang menyaring segala suara yang menyapa telinga ibu. Lonjak hatinya memuncak gembira penawar sakit dan lesu. Lalu bermulalah sebuah kehidupan yang mewarnai bumi berpenakan hati, berdakwatkan air mata. Air mata adakalanya penyubur hati, penawar duka. Adakalanya buih kekecewaan yang menyempit perasaan, menyesak kehidupan. Air mata seorang manusia hanyalah umpama air kotor diperlimpahan. Namun setitis air mata kerana takutkan ALLAH persis permata indahnya gemerlapan. Penghuni Syurga ialah mereka yang banyak dukacitanya di dunia. Tidak berkumpul dua perkara dalam satu masa. Barangsiapa gembira di dunia akan berdukacita di akhirat. Barangsiapa yang banyak dukacitanya di dunia akan gembira di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencinta dunia menangis kerana dunia yang hilang. Perindu akhirat menangis kerana dunia yang datang. Alangkah sempitnya kuburku,keluh seorang Abid. Alangkah sedikitnya hartaku,kesal si hartawan. Dari mata yang mengitai setiap kemewahan yang mulus penuh rakus, mengalirlah &amp;nbsp;air kecewa kegagalan. Dari mata yang redup merenung Hari Akhirat yang &amp;nbsp;dirasakan dekat, &amp;nbsp;mengalirkan air mata insaf mengharap kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penghuni Syurga itulah orang-orang yang menang." (al- Hasr: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis adalah basahan hidup, justeru:&lt;br /&gt;Hidup dimulakan dengan tangis, dicelahi oleh tangis dan diakhiri dengan tangis. Manusia sentiasa dalam dua tangisan. Sama ada yang membawa untung atau merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;"Ada dua titisan yang ALLAH cintai,pertama titisan darah para Syuhada dan titisan air mata yang jatuh kerana takutkan ALLAH."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Nabi Muhammad bersabda lagi :&lt;br /&gt;"Tangisan seorang pendosa lebih ALLAH cintai daripada tasbih para wali." Oleh itu berhati-hatilah dalam tangisan, kerana ada tangisan yang akan mengakibatkan diri menangis lebih lama dan ada tangisan yang membawa bahagia untuk selama-lamanya. Seorang pendosa yang menangis kerana dosa adalah lebih baik daripada Abid yang berangan-angan tentang Syurga mana kelak ia akan bertakhta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda :&lt;br /&gt;"Kejahatan yang diiringi oleh rasa sedih, lebih ALLAH sukai dari satu kebaikan yang menimbulkan rasa takbur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketawa yang berlebihan tanda lalai dan kejahilan. Ketawa seorang ulamak dunia hilang ilmu, &amp;nbsp;hilang wibawanya. Ketawa seorang jahil, semakin keras hati dan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad bersabda :&lt;br /&gt;"Jika kamu tahu apa yang aku tahu nescaya kamu banyak menangis dan sedikit ketawa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Hukama pernah bersyair :&lt;br /&gt;"Aku hairan dan pelik, melihat orang ketawa kerana perkara-perkara yang akan menyusahkan, &amp;nbsp;lebih banyak daripada perkara yang menyenangkan." Salafussoleh menangis walaupun banyak beramal,takut-takut tidak diterima ibadatnya, kita ketawa walaupun sedar diri kosong daripada amalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah kita Nabi pernah bersabda :&lt;br /&gt;"Siapa yang berbuat dosa dalam ketawa,akan dicampakkan ke neraka dalam keadaan menangis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita gembira jika apa yang kita idamkan tercapai. Kita menangis kalau yang kita cita-citakan terabai. Nikmat disambut ria, kedukaan menjemput duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Allah s.a.w. telah berfirman :&lt;br /&gt;" Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu,pada hal ianya amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (Al Baqarah : 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Nabi pernah bersabda:&lt;br /&gt;"Neraka dipagari nikmat, syurga dipagari bala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah wahai diri,agar senyumanmu banyak di kemudian hari. Kerana engkau belum tahu, &amp;nbsp;nasibmu dipuak kanan atau dipuak kiri. Di sana, lembaran &amp;nbsp;sejarahmu dibuka satu persatu, menyemarakkan rasa malu berabad-abad lamanya bergantung kepada syafaat Rasulullah yang dikasihi Tuhan. Kenangilah, sungai-sungai yang mengalir itu banjiran air mata Nabi Adam yang menangis bertaubat, maka suburlah dan sejahteralah bumi kerana terangkatnya taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah seperti Saidina Umar yang selalu memukul dirinya dengan berkata : "Kalau semua masuk ke dalam syurga kecuali seorang, aku takut akulah orang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah sebagaimana Ummu Sulaim apabila ditanya :&lt;br /&gt;"Kenapa engkau menangis?"&lt;br /&gt;"Aku tidak mempunyai anak lagi untuk dihantar berperang,"jawabnya.&lt;br /&gt;Menangislah sebagaimana Ghazwan yang tidak sengaja terpandang wanita rupawan. Diharamkan matanya dari memandang ke langit seumur hidup, lalu berkata :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya engkau mencari kesusahan dengan pandangan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Masud r.a.berkata :&lt;br /&gt;"Seorang yang mengerti al Quran dikenali waktu malam ketika orang lain tidur,dan waktu siangnya ketika orang lain tidak berpuasa, sedihnya ketika orang lain sedang gembira dan tangisnya di waktu orang lain tertawa. Diamnya di waktu orang lain berbicara, khusuknya di waktu orang lain berbangga, seharusnya orang yang mengerti al Quran itu tenang, lunak dan tidak boleh menjadi seorang yang keras, kejam, lalai, bersuara keras dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyailah orang-orang soleh mengapa dia tidak berhibur :&lt;br /&gt;"Bagaimana hendak bergembira sedangkan mati itu di belakang kami, kubur di hadapan kami, &amp;nbsp;kiamat itu janjian kami, neraka itu memburu kami dan perhentian kami ialah ALLAH."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah di sini, sebelum menangis di sana!!!.............&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5671478777148233953?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5671478777148233953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/menangislah-di-sini-sebelum-menangis-di.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5671478777148233953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5671478777148233953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/menangislah-di-sini-sebelum-menangis-di.html' title='Menangislah Di Sini Sebelum Menangis Di Sana'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-876566606387645731</id><published>2011-10-01T21:04:00.003+08:00</published><updated>2011-10-01T21:04:52.188+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Allah Akan Mengganti Yang Lebih Baik</title><content type='html'>Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari anda kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu apabila anda bersabar dan tetap redha dengan segala ketetapanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang Aku butakan kedua matanya lalu ia bersabar, nescaya akan Aku ganti dengan syurga." (Al-Hadith)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa saja orang di dunia ini yang kekasihnya Aku cabut nyawanya, kemudian dengan cubaan yang Aku timpakan ini dia (bersabar dan) mengharap pahalaKu, nescaya akan Aku ganti dengan syurga." (Al-Hadith)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni; barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar, maka di alam keabdian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul-Hamd (Istana Pujian). Silakan anda qiaskan kejadian-kejadian tersebut dengan kehidupan anda, kerana yang dipaparkan di sini sekadar contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka anda tidak usah terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa anda, sebab yang menentukan semua itu memiliki syurga, balasan, pengganti, dan ganjaran yang besar. Para wali Allah yang pernah ditimpa musibah, ujian dan cubaan akan mendapatkan penghormatan yang agung di syurga Firdaus. Itu tersirat dalam firmanNya:&lt;br /&gt;"Kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kalian kerana kalian telah bersabar dalam mentaati Allah dan menerima cubannNya. Syurga adalah sebaik-baik tempat kesudahan." (Ar-Rad: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun, kita harus melihat dan yakin bahawa di sebalik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berakhir pada kebaikan kita. Dengan begitu kita akan termasuk:&lt;br /&gt;"Mereka itulah mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk." (Al-Baqarah: 157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ini merupakan ucapan selamat bagi orang-orang yang mendapat musibah dan khabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana. Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin. Adapun akhirat lebih baik dan kekal. Sehingga, barangsiapa di dunia mendapat musibah, ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak; dan barangsiapa hidup sengsara di dunia, ia akan hidup bahagia di akhirat. Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia, hanya menginginkan kenikmatan dunia saja, dan lebih senang pada keindahan dunia. Hati mereka akan selalu gundah-gulana; cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia. Mereka ini hanya menginginkan kenikmatan dunia saja, sehingga mereka selalu memandang musibah sebagai malapetaka besar yang mematikan. Mereka juga akan memandang setiap cubaan sebagai sesuatu yang gelap-gelita selamanya. Ini adalah kerana mereka selalu memandang ke arah bawah telapak kakinya dan hanya mengagungkan dunia yang fana' dan tidak berharga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang tertimpa musibah; sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justeru beruntung, kerana Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hambaNya dengan "surat ketetapan" yang di sela-sela huruf kalimahNya terdapat suatu kelembutan, kasih-sayang, pahala, ada balasan, dan juga pilihan. Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih dan pola fikir yang panjang. Dengan begitu ia akan menyaksikan bahawa buah manis dari musibah itu adalah:&lt;br /&gt;"... lalu didirikanlah di antara mereka (orang-orang mukmin dan orang-orang munafiq) dinding yang mempunyai pintu, yang di sebelah dalamnya ada rahmat (syurga) dan di sebelah luarnya ada seksa (neraka)." (Al-Hadid: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya apa yang di sisi Allah itu lebih baik, lebih abadi, lebih utama, dan lebih mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Laa Tahzan&lt;br /&gt;Dr. Aidh Al-Qarni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-876566606387645731?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/876566606387645731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/allah-akan-mengganti-yang-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/876566606387645731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/876566606387645731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/10/allah-akan-mengganti-yang-lebih-baik.html' title='Allah Akan Mengganti Yang Lebih Baik'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-8430843367100847616</id><published>2011-09-24T20:02:00.000+08:00</published><updated>2011-09-24T20:02:21.104+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><title type='text'>Tanda-tanda Cinta Kepada Allah</title><content type='html'>Ramai orang berkata ia Cinta kepada Allah Subhanahuwa Taala. Katanya itu hendaklah diuji sama ada tulen atau hanya palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian pertama ialah; Dia hendaklah tidak benci kepada mati kerana tidak ada orang yang enggan bertemu dengan sahabatnya. Nabi Muhammad saw bersabda; "Siapa yang ingin melihat Allah, Allah ingin melihat dia." Memang benar ada juga orang yang ikhlas cintanya kepada Allah berasa gentar apabila mengingat kedatangan mati sebelum ia siap membuat persediaan untuk pulang ke akhirat, tetapi jika betul-betul ikhlas, dia akan bertambah rajin berusaha lagi untuk membuat persediaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian kedua ialah ia mestilah bersedia mengorbankan kehendaknya untuk menurut kehendak Allah dan sedaya upaya menghampirkan diri kepada Allah dan benci kepada apa sahaja yang menjauhkan dirinya dengan Allah. Dosa yang dilakukan oleh seseorang itu bukanlah bukti ia tidak cinta kepada Allah langsung tetapi itu membuktikan yang ia tidak menyintai Allah sepenuh jiwa raganya. Fudhoil bin Iyadh seorang wali Allah berkata kepada seorang lelaki; "Jika sesiapa bertanya kepada mu sama ada kamu cinta kepada Allah, hendaklah kamu diam kerana jika kamu kata: "Saya tidak cinta kepadaNya", maka kamu kafir dan jika kamu berkata, "Saya cinta", maka perbuatan kamu berlawanan dengan katamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian yang ketiga ialah ingat kepada Allah itu mestilah sentiasa ada dalam hati manusia itu tanpa ditekan atau diusahakan benar, kerana apa yang kita cinta itu mestilah sentiasa kita ingat. Sekiranya cinta itu sempurna, ia tidak akan lupa yang dicintainya itu. Ada juga kemungkinan bahawa sementara cinta kepada Allah itu tidak mengambil tempat yang utama dalam hati seseorang itu, maka cinta kepada menyintai Allah itu mungkin mengambil tempat jua, kerana cinta itu satu perkara dan cinta kepada cinta itu adalah seperkara lain pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ujian keempat kemudian menunjukkan adanya cinta kepada Allah ialah bahawa seseorang itu cinta kepada Al-Quran, iaitu Kalam Allah, dan cinta kepada Muhammad iaitu Rasul Allah. Jika cintanya benar-benar kuat, ia akan cinta kepada semua orang kerana semua manusia itu adalah hamba Allah. Bahkan cintanya meliputi semua makhluk, kerana orang yang kasih atau cinta kepada seseorang itu tentulah kasih pula kepada kerja-kerja yang dibuat oleh kekasihnya itu dan cintanya juga kepada tulisan atau karangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian kelima ialah ia suka duduk bersendirian untuk maksud beribadat dan ia suka malam itu lekas datang agar dapat berbicara dengan rakan atau sahabatnya tanpa ada yang menggangu. Jika ia suka berbual-bual di siang hari dan tidur di malam hari maka itu menunjukkan cintanya tidak sempurna. Allah berfirman kepada Nabi Daud, "Janganlah terlampau karib dengan manusia, kerana ada dua jenis manusia tersingkir dari MajlisKu: iaitu mereka yang bertungkus mencari ganjaran dan menjadi pemalas apabila mereka mendapat ganjaran itu; dan mereka yang mementingkan diri mereka sendiri lalu melampaui aku. Tanda tidak redhanya aku ialah aku biarkan mereka begitu sahaja." Pada hakikatnya, jika cinta kepada Allah itu benar-benar mengambil tempat seluruhnya didalam hati seseorang itu, maka cintanya kepada yang lain itu tidak akan dapat mengambil tempat langsung ke dalam hati itu. Seorang dari Bani Israel telah menjadi kebiasaan sembahyang di malam hari. Tetapi apabila melihat burung bernyanyian di sepohon pokok dengan merdu sekali, dia pun sembahyang di bawah pokok itu supaya dapat menikmati nyanyian burung itu. Allah menyuruh Nabi Daud pergi berjumpa dia dan berkata, "Engkau telah mencampurkan cinta kepada nyanyian burung dengan cinta kepadaKu, Martabat engkau di kalangan Auliya' Allah telah diturunkan," Sebaliknya ada pula orang yang terlalu cinta kepada Allah, suatu hari sedang ia melakukan ibadatnya kepada Allah rumahnya telah terbakar, tetapi ia tidak nampak dan sedar rumahnya terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keenam ialah ibadatnya menjadi senang sekali. Seorang Wali Allah ada berkata, "Dalam tiga puluh tahun yang pertama saya melakukan sembahyang malam dengan susah payah sekali, tetapi tiga puluh yang kedua sembahyang itu menjadi seronok dan lazat pula kepada saya." Apabila cinta kepada Allah itu sempuna, maka tidak ada kesoronokan yang setandimg dngan keseronokan ibadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketujuh ialah orang yang cinta kepada Allah itu akan cinta kepada mereka yang taat kepada Allah dan mereka benci kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang derhaka kepada Allah. Al-Quran menyatakan "mereka itu bersikap kasar kepada orang-orang kafir dan berkasih sayang sesama mereka sendiri." Suatu masa, Nabi bertanya kepada Allah, "Wahai Tuhan, siapakah kekasihmu?" Terdengarlah jawapan, "Siapa yang berpegang teguh kepadaKu seperti bayi dengan ibunya, mengambil perlindungan dengan mengingatiKu seperti burung mencari perlindungan disarangnya, dan yang marah melihat dosa seperti singa yang marah yang tidak takut kepada apa dan siapa pun."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-8430843367100847616?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/8430843367100847616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/09/tanda-tanda-cinta-kepada-allah.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8430843367100847616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8430843367100847616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/09/tanda-tanda-cinta-kepada-allah.html' title='Tanda-tanda Cinta Kepada Allah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4509920593094548741</id><published>2011-09-17T07:14:00.004+08:00</published><updated>2011-09-17T07:23:35.032+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Tipuan Syaitan Terhadap Mereka Yang Beribadat</title><content type='html'>Adapun tipuan serta ajakan syaitan terhadap manusia agar meninggalkan beribadah kepada Allah Taala ada 7 macam jalan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syaitan melarang manusia, agar jangan taat kepada Allah. Orang-orang yang dipelihara Allah, akan menolak ajakan itu dan akan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aku sangat memerlukan sekali kepada pahala dari Allah, kerana aku harus mempunyai bekal dari dunia untuk akhirat yang kekal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila pujukan pertama tidak berhasil, maka syaitan mengajak manusia untuk mengakhiri taat; nanti saja atau kalau sudah tua, dan sebagainya. Orang-orang yang terpelihara akan menolak ajakan itu dan akan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ajalku bukan pada tanganku; jika aku menunda-nunda amal hari ini untuk esok, maka amal hari esok bila akan aku kerjakan, padahal tiap-tiap hari dan waktu mempunyai amal tersendiri dan hak hukum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kadang-kadang syaitan akan mendorong manusia supaya terburu-buru mengerjakan amal baik dengan amat segera dan katanya: Ayuh' cepat-cepat beramal supaya engkau dapat memburu lagi amal lainnya. Orang-orang yang selamat tentu menolak dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Amal yang sedikit tapi sempurna lebih baik daripada amal banyak tetapi tidak sempurna. Dalam hal Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda dengan maksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tergopoh-gopoh itu pembawaan dari syaitan, kecuali dalam lima perkara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;+ 1. Mengkahwinkan anak perawan jika telah sampai waktunya.&lt;br /&gt;+ 2. Membayar hutang jika sudah sampai janjinya.&lt;br /&gt;+ 3. Menguruskan mayat bila datang ajalnya.&lt;br /&gt;+ 4. Menghormati tetamu di kala ia datang bertandang.&lt;br /&gt;+ 5. Bertaubat setelah mengerjakan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syaitan itu lalu menyuruh manusia supaya mengerjakan amal baik dengan sempurna sebab kalau tidak sempurna nanti dicela oleh orang lain. Orang-orang yang terpelihara tentu menolaknya dan akan berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Untuk saya cukup dinilai oleh Allah sahaja dan tidak ada faedahnya beramal kerana manusia. Ini adalah isyarat supaya manusia Riya' dalam amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setelah itu syaitan menancapkan perasaan dalam hati orang yang beramal dengan mengatakan; Betapa tingginya darjatmu dapat beramal sholeh dan betapa pula cerdikmu dan kesempurnaanmu. Orang-orang yang baik akan menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bahawa semua keagungan dan kesempurnaann itu kepunyaan Allah, bukan kekuatan atau kekuasaan aku. Allahlah yang memberi taufiq kepadaku untuk mengerjakan amal yang Ia redhoi, dan memberikan ganjaran yang besar dengan anugerah kurniaNya. Jika sekiranya tanpa kurnia Allah, maka apalah harganya amalku ini dibandingkan dengan banyaknya nikmat Allah kepadaku, di samping dosaku yang banyak pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Setelah jalan kelima gagal, maka syaitan mengajukan jalan yang keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut tadi, dan tidak akan bisa selamat terhadapnya kecuali orang yang cerdik dan hidup fikirannya. Syaitan itu berkata, membisikkan di hati manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersungguh-sungguhlah engkau beramal, jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan menzhohirkan amalmu nanti terhadap manusia dan akan mengatakan bahawa engkau adalah seorang hamba Allah yang ikhlas". Syaitan itu mencampur-baurkan terhadap setiapa orang yang beramal dengan amal tipuannya yang lemah sekali. Dengan ucapannya itu, syaitan bermaksud untuk memasukkan sebahagian daripada penyakit Riya'. Orang yang terpelihara oleh Allah akan menolak ajakan syaitan itu dengan mengatakan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hai Malaun (yang dilaknat) tiada henti-henti engkau menggodakaku untuk merosakkan amal dan ibadatku dengan berbagai-bagai jalan dan {sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu untuk merosakkannya. Aku ini hamba Allah dan Allahlah jua yang menjadikan aku. Kalau Allah SWT. berkehendak menzhohirkan amalku atau menyembunyikannya; dan kalau berkehendak menjadikan aku mulia atau hina, ini adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak kerana itu bukan urusan aku sebagai seorang hamba Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Setelah gagal syaitan itu menggoda dengan jalan keenam, maka ia menggoda lagi dengan jalan ketujuh dengan mengatakan; "Hai manusia..tidak perlu engkau menyusahkan dirimu untuk beramal ibadah, kerana jika engkau telah ditetapkan oleh Allah pada masa azali dan dijadikan makhluk yang bahagia, maka tidak menjadi mudorat apa-apa bagi engkau untuk meninggalkan amal, engkau akan tetap menjadi seorang yang bahagia. Sebaliknya jika engkau dikehendaki Allah menjadi orang yang celaka, maka tidak ada gunanya lagi engkau beramal dan tetaplah engkau celaka".Orang-orang yang terpelihara oleh Allah tentu akan menolak godaan ini dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aku ini seorang hamba, berkewajipan menurut perintah Tuhanku. Tuhan Maha Mengetahui , menetapkan sekehendakNya dan berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaanku. Jika aku dijadikan seorang yang seorang yang berbahgia, aku tetap perlu beribadah untuk menambah pahala, dan jika aku dijadikan seorang yang celaka, aku tetap harus beramal ibadah, supaya tidak menjadi penyesalan bagi diriku meninggalkan amal itu.&lt;br /&gt;* Jika sekiranya aku dimasukkan neraka, padahal aku taat, aku lebih senang daripada jika dimasukkan neraka kerana aku maksiat. Tetapi tidak akan demikian keadaannya kerana janji Allah pasti terjadi dan firmanNya pasti benar. Allah telah menjanjikan kepada siapa yang beramal taat kepadaNya akan diberi ganjaran. Siapa-siapa yang meninggal dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah, tidak akan dimasukkan ke dalam neraka dan pasti akan dimasukkan ke Syorga. Jadi masuknya, seseorang ke Syurga bukanlah kerana kekuatan amalnya, tetapi kerana janji Allah semata yang pasti dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana itu, sedarlah wahai hamba Allah, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, sesungguhnya urusan taat kepada Allah seperti yang engkau lihat dan dengar bahawa banyak sekali godaan dan tipuan syaitan untuk menggagalkannya. Qiyaslah segala urusan dan tingkah laku kepada keadaan tersebut, dan bermohonlah pertolongan kepada Allah agar engkau dilindungi dan dipelihara dari kejahatan syaitan ini, kerana segala sesuatu benda di bawah kekuasaan Allah dan kepada Allah kita mohon Taufiq untuk mendapatkan keredhoanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;TIDAK ADA DAYA UNTUK MENINGGALKAN MAKSIAT DAN TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MENGERJAKAN TAAT, KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA LUHUR DAN MAHA AGUNG&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4509920593094548741?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4509920593094548741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/09/tipuan-syaitan-terhadap-mereka-yang.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4509920593094548741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4509920593094548741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/09/tipuan-syaitan-terhadap-mereka-yang.html' title='Tipuan Syaitan Terhadap Mereka Yang Beribadat'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4854968156079985646</id><published>2011-09-09T21:37:00.003+08:00</published><updated>2011-09-09T21:37:40.168+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Berhati-hatilah Dengan Dunia</title><content type='html'>Al-Hasan Al Basri telah menulis kepada khalifah Umar ibn Abdul Aziz, katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sesungguhnya dunia itu adalah kampung persinggahan, bukan kampung yang kekal. Sesungguhnya Nabi Adam a.s diturunkan dari syurga ke dunia sebagai satu hukuman kepadanya. Maka awasilah dirimu wahai Amirul-mu'minin, kerana sesungguhnya bekalan yang kamu raih di dunia itu akan kamu tinggalkannya juga, segala kekayaan akhirnya akan memiskinkanmu, setiap masa ada sahaja mangsa yang terbunuh kerananya, akan terhina siapa yang membesarkannya, akan fakir siapa yang mengumpulkannya, ia seperti racun yang dimakan oleh orang yang tidak mengetahi, lalu ia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu hiduplah engkau di dalamnya seperti seorang pesakit yang cuba menyembuhkan lukanya, terpaksa berpantang sebentar kerana bimbang akan merderita panjang, ia terpaksa menanggung pahitnya ubat kerana takut lama menderita penyakit. Lantaran itu hendaklah awas dari dunia yang terkenal sebagai penipu pengeliru yang menghiaskan dirinya dengan penuh tipudayanya, yang selalu memfitnahkan ramai dengan perdayaannya dengan beraneka macam cita-cita serta memujuk rayu dengan kata bicaranya, dia adalah umpama pengantin yang menarik mata untuk memandangnya, melalaikan hati untuk mengingatkannya, semua jiwa terpesona kepadanya, dan dia pula amat benci kepada semua berkawan dengannya. Orang yang hidup sekarang tidak pernah mengambil tauladan dari orang yang terdahulu, yang terkemudian tidak mahu serik dari orang yang berlalu, dan orang ramai tidak mahu mendengar apa diberi tunjuk oleh si Arif yang mengenal Allah dengan sebenar-benar pengenalan. Orang yang mendapat dunia terus asyik dengan dunianya untuk memenuhi segala keperluannya, lalu dia terpedaya dan melewati batas, lupa dari hal mati kerana fikirannya terlena dengannya, sehingga tergelincir kakinya, maka amat besarlah kerugiannya dan banyak penyesalannya. Nanti apabila menghadapi sakaratul maut barulah terasa berat sakitnya, terasa luput banyak amalannya, dia kira dapat menebus dirinya dengan apa yang ditinggalkannya dari dunia, tetapi semua itu adalah sesia belaka, lalu tentulah dia akan menghadapi hal-hal yang sangat menyesalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebab itu hendaklah, engkau menjaga dirimu dari dunia itu, duhai Amirul-mu'minin, ambillah dari dunia dengan berhati-hati, kerana orang yang punya dunia setiap dia merasa tenteram kepadanya dan bergembira dengannya, akan menariknya kepada apa yang dibencinya, yang bahaya bagi ahli dunia pedih dan yang manfaat bagi mereka semuanya tipu dan membahayakan, keseronokan yang dikecapkan membawa bala, yang kekal baginya akan membawa binasa, seegala kegembiraannya bercampur dengan dukacita, yang hilang daripadanya tidak akan kembali, lalu tiada siapa yang tahu apa yang datang selepas itu, semua cita-citanya hanya dusta belaka, segala harapan mengenainya bathil, yang bersih daripadanya sama dengan keruh, dan yang hidup dengannya tidak pernah lepas daripada susah dan derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah para salaf mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sekalian manusia! Beramallah sedikit-sedikit, takutlah Allah, janganlah terpedaya dengan memanjangkan cita-cita lalu melupakan ajal yang menanti. Janganlah berusaha semat untuk dunia, sesungguhnya dunia itu penipu, ia menghias dirinya untuk memperdayakan kamu, ia bercita-cita untuk memfitnah kamu, ia berhias indah untuk tunangnya maka jadilah ia seperti seorang pengatin yang cantik rupawan, semua mata tetumpu kepadanya, hati-hati tertarik kepadanya, ramai jiwa menjadi terpegun kepadanya. Berapa ramai orang yang asyik kepadanya, akhirnya binasa, jiwa yang tenteram dengannya kesudahannya tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pandanglah kepada dunia dengan pandangannya yang berhati-hati kerana dunia itu banyak karenahnya, Penciptanya sendiri mencelanya, yang baru padanya terbala, kerajaannya akan binasa, pembesarnya akan hina, terdapat padanya segala macam yang kurang, orang yang dikasihi akan mati, kebaikannya akan pupus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bangun dan sedarilah! Moga-moga Allah merahmati kamu dari kelalaian kamu, berjagalah dari tidur kamu sebelum dikatakan si fulan itu sakit berat kronik, lalu ditanyakan adakah obat yang dapat menyembuhkannya, atau dimanakah doktor yang dapat menawarkannya. Maka dipanggilkan semua doktor tetapi tiada harapan baginya untuk sembuh lagi. Kemudian dikatakan, hendaklah si fulan ini berwasiat, segala hartanya harus dikira, kemudian dikatakan, sudah terasa berat lidahnya, ia tidak dapat berbicara lagi dengan saudara-maranya, dan ia tidak dapat mengenal jiran tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu itu dahimu mula berpeluh, semua anggotamu bergoncang, keyakinanmu tetap menghadapi maut, kelopak matamu mula tertutup, sangkaanmu tidak salah lagi, lidahmu pun kelu. Saudara-maramu menangis lalu dikatakan kepadamu: Lihatlah ini anakmu, ini saudaramu tetapi engkau pada waktu itu tertahan dari bicara, tidak dapat berkata-kata lagi. Qadha' Allah yang ditetapkan pun sudah sampai masanya, maka tercabutlah nyawamu dari badanmu lalu diangkat ke langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, kaum keluargamu berkumpul menghadiri jenazahmu, mereka memandikanmu lalu mengkafankanmu. Orang yang sering menziarahmu, sudah tiada lagi, orang yang selalu hasad kepadamu akan beristirehat dengan pemergianmu, ahli keluarga pula berpaling kepada harta peninggalanmu. Dan tinggalkanmu bersendirian di dalam kubur bergadai dengan amalan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah ahli Sufi mengatakan kepada para penguasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia yang paling berhak untuk mencela dunia dan membencinya ialah siapa yang dibentangkan dunia baginya dan diberikan semua keperluannya dari dunia itu, kerana dia menjangka kemungkinan bahaya akan datang menimpa hartanya itu lalu memusnahkannya, ataupun siapa yang mengumpulkan harta dunia itu, lalu ia membahagi-bahagikannya kepada orang yang memerlukannya, ataupun siapa yang terpengaruh dengan habuannya lalu ia mencabutnya dari akar umbinya, ataupun ingatan kepada dunia itu menyerap ke dalam jasmaninya sehingga menjadikannya sakit kerana terlalu memikirkannya, ataupun ia datang secara mengejut sedangkan tabiat lokek tetap ada bersama teman taulannya. Sebab itulah dunia ini memang patut dicela kerana ia akan merampas kembali apa yang diberikannya, dan akan menuntut semula apa yang telah diserahkannya, kadang-kadang tatkala ia sedang menyenangkan tuan punya tiba-tiba ia berhenti lalu menyenangkan orang lain. Adakalanya ia menangisi kesusahanmu sebentar lagi kamu menangisinya. Adakalanya ia membukakan tangannya untuk memberi, sebentar lagi ia menadah tangan meminta-mintamu semula, umpama mahkota yang diletakkan di atas kepala seseorang hari ini lalu esoknya ia menyembamkan mukanya ke perut tanah. Sama sahaja baginya, apa yang kamu belanjakan dan apa yang kamu simpan. Sama sahaja kamu menambah apa yang sisa di tanganmu dan apa yang engkau belanjakan, ataupun engkau rela menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Pendek kata dunia itu kesemuanya tetap tercela juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Kitab Mukashafah Qulub&lt;br /&gt;Imam Ghazali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4854968156079985646?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4854968156079985646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/09/berhati-hatilah-dengan-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4854968156079985646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4854968156079985646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/09/berhati-hatilah-dengan-dunia.html' title='Berhati-hatilah Dengan Dunia'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5002800579953580121</id><published>2011-08-30T23:00:00.002+08:00</published><updated>2011-09-08T09:23:40.165+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Apakah Amalan Taqwa Itu?</title><content type='html'>Amalan taqwa &amp;nbsp;bukan setakat apa yang terkandung &amp;nbsp;di dalam rukun Islam seperti puasa, zakat, &amp;nbsp;haji dan sembahyang sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan setakat membaca Quran &amp;nbsp;atau berwirid dan &amp;nbsp;berzikir sambil menggentel biji tasbih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan juga bersuluk dan beruzlah menjauhkan diri dari orang ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan taqwa bukan sahaja di surau atau di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan taqwa adalah apa sahaja amalan dan perbuatan di dalam kehidupan yang berlandaskan syariat sama ada yang fardhu, wajib, sunat atau harus atau apa sahaja amalan dan perbuatan yang dijauhi dan ditinggalkan sama ada &amp;nbsp;yang haram atau makruh yang dibuat berserta rohnya iaitu ada batinnya, penghayatan dan penjiwaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata-kata yang lain, ada terkait dengan akal, roh dan terhubung dengan Allah, dibuat kerana dan mengikut cara yang Allah mahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini termasuk segala perkara yang berlaku dalam kehidupan baik dalam kehidupan seharian, dalam bidang ekonomi, pembangunan, pendidikan, kenegaraan, kebudayaan, pentadbiran, ketenteraan, kesihatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Asalkan apa yang dibuat atau yang ditinggalkan itu berkait dengan Allah maka itulah amalan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan yang tidak berkait dan tidak dibuat kerana Allah, itu adalah amalan bangkai yang tidak ada nyawa, jiwa atau rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak sampai kepada Allah dan tidak ada apa-apa nilai di sisi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakap boleh jadi taqwa kalau apa yang dicakapkan itu adalah ilmu, nasihat atau perkara-perkara yang baik dan manfaat dan dibuat kerana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam juga boleh jadi taqwa kalau diam itu untuk mengelakkan dari berkata-kata perkara maksiat dan sia-sia atau supaya tidak menyakiti hati orang dan dibuat kerana takutkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, disamping ibadah lahir, ada banyak ibadah batin atau ibadah bersifat rohaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah lahir banyak syarat rukun dan sah batalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ibadah batin tidak mengira tempat, waktu, masa,suci atau berhadas, haul atau nisabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia boleh dilakukan bila-bila masa.&lt;br /&gt;Ini termasuklah bertafakur, muhasabah diri, musyahadah, mujahadah, bertaubat, merintih dengan Tuhan, sabar dalam menanggung sakit, ujian, musibah, cacian, kehinaan dan makian orang, menyuburkan rasa-rasa bertuhan dan rasa kehambaan dan berzikir di hati.&lt;br /&gt;Ini semua adalah amalan rohani yang boleh menghasilkan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARAHAN SUPAYA BERTAQWA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;'' Fattaqullaha mastata'tum'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya: ''Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah sejauh yang termungkin.'' ( At Taghabun:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh yang termungkin di sini bermaksud...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Turun naik nafas mesti dijadikan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Mendengar, melihat, makan minum, berjalan, berhibur, semuanya mesti dijadikan amalan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Jangan ada satu hembusan nafas yang tidak jadi taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Jangan ada seulas nasi yang tidak jadi taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Jangan ada satu pendengaran atau satu penglihatan yang tidak &amp;nbsp;jadi taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Malahan jangan ada satu apa pun dalam hidup ini yang tidak membawa kepada taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Itulah maksud sejauh yang termungkin dalam mengusahakan taqwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5002800579953580121?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5002800579953580121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/apakah-amalam-taqwa-itu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5002800579953580121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5002800579953580121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/apakah-amalam-taqwa-itu.html' title='Apakah Amalan Taqwa Itu?'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-8821135313504530230</id><published>2011-08-28T18:04:00.004+08:00</published><updated>2011-09-08T09:30:33.471+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Nasihat Sayidina Ali Tentang Dunia</title><content type='html'>Sayidina Ali karramallahu-wajhah pernah berpidato suatu masa, katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahawa kamu semua akan mati, dan dibangkitkan sesudah mati. Kamu akan ditanya dari hal amalan-amalan kamu dan akan dibalas terhadap kesemuanya, maka jangan sampai kamu diperdayakan oleh kehidupan dunia kerana yang demikian itu diserikan dengan berbagai-bagai bala bencana yang tetap akan menarik kamu kepada kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada pada dunia itu adalah tipudaya semata dan dia akhirnya akan hilang lenyap, bila dia berada denganmu dia adalah penuh tipu muslihat, kesenangannya tidak kekal, dan tiada seorang pun akan selamat dari kejahatannya. Sementara penghuninya dalam keadaan gembira dan sukacita tiba-tiba ditimpa bahaya dan bencana, hal-ehwalnya berubah-ubah tidak tetap, kehidupannya tercela dan kemewahan di dalamnya mempunyai cita-cita yang tak menentu maka dunia akan melemparnya dengan anak panah lalu membinasakannya. Semua orang akan mati mengikut takdir dan ketentuan, tidak lebih dan tidak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, wahai hamba-hamba Allah, bahawasanya kamu dan apa yang kamu rasakan dari dunia ini adalah sama sahaja dengan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang terdahulu dari kamu, malah umur mereka lebih panjang dari kamu, kekuatan mereka lebih teguh dibandingkan dengan kamu, rumah mereka lebih kukuh, bekas yang ditinggalkan mereka masih kelihatan sampai sekarang, namun suara-suara mereka tidak kedengaran lagi sesudah laungannya bergema begitu lama, tubuh-tubuh mereka hancur luluh, rumah-rumah mereka yang berupa pondok-pondok sudak tidak kelihatan lagi sedang bekas-bekasnya masih tinggal dan terlihat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka kini telah berubah dari tempat tinggal yang berupa istana-istana yang terindah dengan katil-katil yang terseri dengan bantal-bantalnya yang empuk, bangunan-bangunannya yang tersusun dengan batu-bata yang kilau-kemilau, sekarang berganti kubur-kubur yang berselerak dengan tulang-belulang yang hancur-luluh sebagai tempat tinggalnya orang-orang terbuang yang sangat ditakuti untuk didekatinya, mereka tidak merasa senang lagi dengan perubahan pembangunan yang ada di sisinya, dan tidak berhubung mesra dengan jiran tetangga yang sibuk memakmurkan sekitarannya dengan bangunan dan perubahan di antara teman dengan teman padahal mereka hanya sejengkal sahaja dari tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dapat mereka berhubung mesra lagi? Padahal tubuh badan mereka telah dimakan masa, tulang belulang mereka berselerak merata-rata, mereka dahulu hidup gagah sekarang bangkai tidak bernyawa, hidup mereka dahulu mewah sekarang hampa belaka, orang yang rapat menjauhkan diri setelah mereka tinggal di bawah tanah sendiri, mereka tidak akan kembali lagi, jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan itulah satu perintah yang telah ditetapkan Tuhan Perkasa, dan di belakang mereka Barzakh, mereka kekal di situ hingga hari mereka dibangkitkan." (Al-Mu'minun: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah menggolongkan kami dan kamu dalam kumpulan orang-orang yang beramal dengan isi kitabNya serta menurut jejak langkah para Auliya'Nya sehingga Dia menempatkan kami dan kamu sekalian di dalam syurga yang kekal abadi dengan kurniaNya, sesungguhnya Dia Maha Terpuji Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Sayidina Ali karramallahu-wajhah dalam pidatonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpesan kepada kamu supaya banyak bertaqwa kepada Allah dengan membelakangi dunia yang akan meninggalkan kamu meskipun kamu tidak mudah untuk meninggalkannya. Dunia akan menghancur-luluhkan tubuh kamu sedang kamu terus ingin memperbaharuinya. Hanyasanya perumpamaan kamu dengan dunia itu adalah ibarat sekumpulan manusia yang dalam pelayaran, mereka telah melalui satu jalan dan mereka menyangka telah melewatinya, mereka bergantung kepada satu pengetahuan yang mereka ingat telah sampai kepadanya. Betapa ramai orang yang berlari yang sampai ke kemuncaknya, dan betapa ramai orang yang mengharap panjang pada dunia tiba-tiba terpaksa berpisah dengannya. Oleh itu jangan sekali-kali kamu merungut kerana keburukan dunia dan kesusahannya, dan jangan sekali-kali kamu merasa sukaria kerana harta-benda dunia dan kenikmatannya, semua itu akan hilang lenyap daripadamu. Aku rasa hairan melihat orang yang mengejar dunia sedang maut mengikutinya dari belakang. Dia sentiasa lalai yang dirinya akan mati, tidak pernah ingat yang mati itu akan menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi surat dari Sayidina Ali kpd Salman Al-Farisi:&lt;br /&gt;"Dunia itu adalah seumpama ular, lembut sentuhannya, tetapi bisanya mematikan, maka berpalinglah anda dengan menjauhkan diri dari semua sesuatu yang menimbulkan kekaguman anda padanya (dunia) kerana (akan menjadi) sedikit sesuatu yang menyertai anda dari (bahaya) dunia itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Saiyidina Ali ini merupakan peringatan kpd Salman Farisi pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya ttg hakikat pangkat keduniaan. Bukan tidak boleh kita menduduki pangkat keduniaan itu, tetapi beliau memperingatkan supaya pada kita ada ketahanan mental atau ketahanan bathin, sehingga kita dapat mengendalikan pangkat keduniaan itu demi utk keselamatan kita di dunia dan akhirat. Apabila ketahanan mental atau bathin kita tidak ada dalam diri kita, maka kita akan terpengaruh dari kekaguman kita terhadap dunia yang sedang kita pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sbb itu maka keimanan kpd Allah subhanahu wa ta`ala yang kuat dan mantap adalah sangat diperlukan, sehingga kesusahan dunia dengan segala kepahitannya dapat diatasi, kerana pangkat dunia yang sedang kita hadapi ini adalah berjalan atas niat yang baik, yakni mencari keredhannya dalam erti yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan sebahagian sahabat kpd Rasulullah aollallahu `alaihi wasallam dalam Hadis Nabi sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Siapakah wali-wali Allah yang tidak takut dan gundah? Nabi sollallahu `alaihi wasallam menjawab: Ialah orang-orang yang selalu memperhatikan bathin dunia pada ketika manusia memperhatikan lahiriah dunia. Dan mereka itu pula mementingkan lahiriah dunia pada ketika ummat manusia mementingkan dunia di waktu sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hadis ini, bahawa wali-wali Allah meskipun mereka memegang dunia, apakah mereka merupakan sebagai raja atau seorang yang kaya, mereka itu tidak melihat kepada lahiriah dunia, tetapi mereka melihat kpd bathin dunia itu dan hakikatnya. Sebab mereka mengetahui, bahawa dunia itu tidak abadi, tetapi hanya sebentar sahaja. Sedangkan yang abadi adalah faedah yang mereka dapatkan daripada menempatkan dunia itu pada tempatnya dalam erti 'sebagai alat utk mencari keredhaan Allah subhanahu wa ta`ala'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlainan dgn manusia biasa, mereka berlumba-lumba mencari keuntungan dunia sekarang juga tanpa memikirkan keridhaan Allah pada pekerjaannya itu. Sedangkan wali-wali Allah melihat kpd penglihatan yang jauh, yakni masa-masa setelah kita berpisah dengan dunia yang fana', mulai dari alam barzakh hingga sampai ke alam akhirat yang kekal lagi baqa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-8821135313504530230?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/8821135313504530230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/nasihat-sayidina-ali-tentang-dunia.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8821135313504530230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8821135313504530230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/nasihat-sayidina-ali-tentang-dunia.html' title='Nasihat Sayidina Ali Tentang Dunia'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-395322866220231769</id><published>2011-08-22T21:00:00.000+08:00</published><updated>2011-08-22T21:00:17.699+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><title type='text'>Al-Quran: Dahulu Dan Sekarang</title><content type='html'>Orang yang beriman tentu mengetahui hikmat diturunkan al-Quran, dan tentu sedar tentang keistimewaannya dari segala kitab. Huruf dan kalimahnya menimbulkan kelazatan pendengaran yang tidak jemu-jemu. Manakala maknanya membangkitkan hati, membukakan fikiran untuk berbakti serta mengubah pandangan hidup ke arah usaha melipatgandakan amal kebaikan yang lebih suci demi mencari keredhaan Ilahi di dalam dunia yang sementara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kitab Allah al-Quran, sebuah kitab petunjuk sepanjang zaman, perlembagaan hidup orang mukmin yang inginkan kemuliaan. Yang demikian hendaklah diamalkan pengajarannya dan janganlah diutamakan saja hurufnya, tetapi ditinggalkan hududnya (hukumnya) atau dipelajari tajwidnya, tidak dipedulikan pantang larangnya, sebagaimana yang pernah berlaku sepanjang zaman kemunduran umat Islam, sesuai dengan maksud hadith Ibn Mas’ud yang menyatakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya engkau berada pada satu zaman yang didapatinya banyak fuqaha'nya (orang-orang yang faham ayat al-quran) dan sedikit pula qarinya (orang-orang yang pandai membaca ayat-ayatnya) tetapi hudud al-quran (larangan-larangan) tetap dipeliharanya sedangkan hurufnya tidak pula sangat diwajibkannya. Sedikit orang meminta, banyak orang memberi. Mereka memanjangkan sembahyang dan memendekkan khutbah. Mereka mulakan saja amal-amal mereka sebelum percakapan mereka. Dan akan datang satu zaman kepada manusia yang didapati sedikit sekali fuqaha'nya, banyak pula qarinya, dipelihara benar hurufnya tetapi disia-siakan hududnya. Banyak orang meminta, sedikit orang memberi. Mereka memanjangkan khutbah, memendekkan sembahyang. Mereka mulai menuruti kemahuan-kemahuan mereka sebelum melakukan amal-amal mereka."&lt;br /&gt;*hadith ini di dalam kitab al-Muwatta’ dan Imam Shatabi menerangkannya dalam al-Muwafaqat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Demikianlah maksud hadith tersebut yang menggambarkan kepada kita bahwa zaman pertama, iaitu zaman sahabat dan kemudiannya zaman yang cukup terpelihara kehormatan isi al-Quran kerana fiqh al-Quran (pengertian al-Quran) dan fahamnya serta memelihara hudud atau larangannya dan mengambil hukumnya adalah didahulukan dan diutamakan daripada semata-mata bacaan kosong pengertiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman itu, pengajaran al-Quran mempengaruhi jiwa, rasa kasih sayang meresap ke lubuk hati, hingga sedikit orang yang meminta, tetapi banyak orang yang memberi. Mereka di kala itu memanjangkan solatnya kerana solat adalah munajat dan bisikan kepada Ilahi yang perlu dilambatkan masa mengerjakannya. Sedangkan khutbah mereka diringkaskan kerana khutbah semata-mata percakapan gerak lidah pertuturan huruf yang habis begitu sahaja. Dan mereka mengutamakan amal dan memulakannya sebelum mereka bercakap, berbual dan bertukar fikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman tersebut telah berubah…sekarang tibalah pula zaman baru di mana keadaan telah berubah sama sekali. Kini, telah banyak orang yang membaca al-Quran tetapi bacaannya tidak sampai ke hati. Banyak orang mengutamakan dan menghafaz al-Quran tetapi disia-siakan terus hududnya, hukumnya, nasihatnya, pelajarannya. Sebab itulah al-Quran tidak dapat menginsafi mereka dan mereka pula tidak insaf sesame mereka. Hingga banyak orang yang meminta tetapi sedikit orang yang memberi di antara mereka. Mereka memanjangkan khutbah kerana khutbah tidak menyusahkan mereka. Dan mereka memendekkan solat kerana solat menggelisahkan jiwa mereka disebabkan tidak ada hubungan langsung dengan Allah yang Maha Kuasa. Akhirnya mereka suka bercakap mengikut kemahuan mereka sendiri sebelum mereka melakukan amal yang sepatutnya mereka mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan keterangan ini jelaslah al-Quran tidaklah dapat dipatuhi maksud utama dari turunnya dengan membaca ayat demi ayat selagi belum diperhatikan pengertiannya dan tujuannya menurut cara yang sepatutnya. Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Ini) ialah kitab yang Kami turunkan dia kepada engkau yang diberkati, supaya mereka perhatikan ayat-ayatnya dan supaya mengambil peringatan orang-orang yang mempunyai fikiran." (Sad: 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini teranglah lagi bahawa al-Quran diturunkan untuk diperhatikan maksudnya di samping membaca huruf-hurufnya. Kerana di antara maksudnya ialah memberi penyampaian ke arah jalan yang lebih lurus dalam kehidupan dan menjamin kurniaan kepada orang-orang yang berusaha mewujudkan amal soleh atau kebaikan. Juga, al-Quran itu bukan sahaja memperkatakan perkara atau soal kerohanian. Tetapi ada pula antara ayatnya yang menyatakan asal kejadian langit dan bumi, dan alam yang besar ini adalah terdiri dari keduanya. Sedang manusia adalah sebahagian kecil dari alam yang besar itu. Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang amat betul (ugama Islam), dan memberikan berita yang mengembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka beroleh pahala yang besar." (Al-Isra’: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman? (Al-Anbiyaa': 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menerangkan bahawa langit-langit (tiap-tiap sesuatu di atas kita dinamakan langit) dan bumi asalnya adalah satu bahagian atau satu ketul kemudiannya dipisahkan di antara keduanya dengan cara yang beransur-ansur. Maka, terjadilah daripadanya langit dan bumi yang mengelilingi matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, banyaklah ayat-ayat ilmiah (pengetahuan) yang menjadi mukjizat al-Quran sejak 14 abad yang lalu ada terbukti kejadiannya di dunia pada hari ini. Bahkan, makin bertambah ilmu pengetahuan manusia, makin teranglah kebenaran al-Quran. Dan sememangnya begitulah al-Quran itu tidak dapat difahami ayatnya berhubungan dengan kejadian alam dan ilmu pengetahuan melainkan dengan dasar-dasar ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mulianya al-Quran, sebuah kitab Allah berisi segala hikmat. Tetapi malangnya, walaupun al-Quran itu masih ada, rohnya, ajarannya, falsafahnya telah kehilangan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan demi sesungguhnya! Kami telah mudahkan Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?" (Al-Qamar:17, 22, 32, 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Hadith 40 Terjemahan dan Syarahnya&lt;br /&gt;Dewan Pustaka Fajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-395322866220231769?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/395322866220231769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/al-quran-dahulu-dan-sekarang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/395322866220231769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/395322866220231769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/al-quran-dahulu-dan-sekarang.html' title='Al-Quran: Dahulu Dan Sekarang'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6774639224742043845</id><published>2011-08-22T00:30:00.000+08:00</published><updated>2011-08-22T00:30:00.903+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Senyuman Adalah Sedekah</title><content type='html'>Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu,"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menjawab sederhana, "Perbaiki penampilanmu dan ubahlah riak mukamu. Kau tahu, Rasulullah SAW adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah SAW, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya." Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai hari itu, wajahnya sentiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh. Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah,wajahnya sentiasa menguntum senyum bersahabat. Riak mukanya berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah air muka yang ramah dan penuh senyum.Bahkan Rasulullah SAW menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Demikian pula seorang suami atau seorang isteri. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan. Dalam hati yang tenang, fikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun persoalannya nescaya dapat di atasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu s.a.w beliau bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi”. Seorang laki-laki bertanya : “Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?)”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah r.a katanya:”Rasulullah SAW bersabda “Tiap-tiap perkara yang makruf menjadi sedekah. Antara perkara yang makruf itu ialah hendaklah engkau (semasa) bertemu dengan saudaramu (sesama anak Adam) biarlah dengan muka yang manis dan (kalau ada yang meminta air) hendaklah engkau tuangkan timbamu ke dalam bekas air yang dibawanya.” (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar r.a, dari Nabi s.a.w sabdanya:”Setiap orang mempunyai sumber sedekah. Tiap-tiap tasbih, tahmid, tahlil dan takbir adalah sedekah. Amar makruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah. Dan semuanya itu sama nilainya dengan dua rakaat solat Dhuha." (Riwayat Muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6774639224742043845?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6774639224742043845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/senyuman-adalah-sedekah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6774639224742043845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6774639224742043845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/senyuman-adalah-sedekah.html' title='Senyuman Adalah Sedekah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-1229164580030181688</id><published>2011-08-21T22:27:00.004+08:00</published><updated>2011-08-21T22:28:03.043+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Zikrul Maut (Ingat Akan Mati)</title><content type='html'>Mati adalah sesuatu perkataan yang paling ditakuti oleh hampir setiap manusia. Setiap orang, juga binatang takut mati, kecuali beberapa manusia yang sudah putus asa dalam kehidupan ini, yang ingin segera mati. Wajar sekali kalau manusia takut mati, sebab mati bererti berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Berpisah dengan anak dan isteri serta kekasih. Berpisah dengan bapa atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang takut mati, tetepi ada yang berlebihan sekali, ada pula yang takutnya itu sedikit sahaja, bahkan ada yang tak takut sama sekali, malah berani dan ingin mati. Ketakutan terhadap mati adalah kerana dua hal :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana kurang atau tidak adanya pengetahuan kita tentang mati, keadaan mati dan keadaan selepas mati adalah gelap. Semua orang takut menempuh tempat yang gelap dan tidak diketahui. Kerana doa dan kesalahan yang sudah bertumpuk dan tidak bertaubat, sehingga mendengar kata mati sudah terbayang azab dan seksa yang diperolehinya akibat dosa dan kesalahan tadi. Bagi orang cukup pengetahuan dan keyakinan terhadap hidup sesudah mati dan merasa dirinya tak pernah melakukan dosa dan kesalahan, maka baginya tak ada ketakutan terhadap mati malah ingin mati. Tetapi agama Islam melarang orang ingin cepat mati, agar dapat hidup melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya. Dan kalau ingin hidup lama adalah dengan tujuan agar dapat semakin banyak melakukan kebaikan bukan pula untuk dapat lebih banyak menumpuk harta dan kekayaan atau keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa petunjuk Rasullullah s.a.w. untuk selalu zikrul maut (ingat akan mati) ini, antara lain :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;1) Perintah memperbanyak mengingati mati :"Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan dan menjadikannya segala macam kelazatan (kematian)." ( Riwayat At-Turmudzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mengingati kematian dapat melebur dosa dan zuhud :"Perbanyaklah mengingati kematian, sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia." ( Riwayat Ibnu Abiddunya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kematian sebagai penasihat pada diri sendiri :"Cukuplah kematian itu sebagai penasihat." ( Riwayat Ath-Thabrani dan Baihaqy )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Orang cerdik ialah orang yang banyak mengingati mati :"Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematian serta yang terbanyak persiapannya uantuk menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia dan akhirat." (Riwayat Ibnu Majah dan Abiddunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar selalu ingat kepada kematian perlu dilakukan perkara-perkara berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menyaksikan orang yang sedang sakaratul maut. Betapa dasyatnya dan menakutkan lebih-lebih kalau berdosa. Keadaan sakaratul maut ini digambarkan oleh Rasullullah dalam hadisnya yang bermaksud :"Sakitnya sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang." ( Riwayat Abiddunya ).Sesungguhnya Nabi s.a.w. mempunyai segelas air ketika hendak meninggal dunia. Baginda memasukkan tangannya ke dalam air, kemudian menghusap wajahnya dengan air itu dan berkata : "Ya Allah, semoga Tuhan mempermudah kepada saya terhadap sakaratul maut ini." ( Riwayat Bukhari dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mengunjungi orang sakit, sebab hujung dari penyakit ini tidak lain adalah kematian. Dari itu kita selalu waspada dan berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Melakukan ziarah kubur, sebagaimana sabda Rasullullah :"Lakukanlah ziarah kubur kerana ia mengingatkan mati." ( Riwayat Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Merasakan diri selalu diawasi Allah s.w.t. dimana saja kita berada. Oleh dengan demikian sentiasalah beramal yang baik. Rasullullah s.a.w. bersabda :"Seutama-utama iman seseorang itu ialah bahawa ia mengetahui dengan sungguh bahawa Allah s.w.t. itu ada bersama dengannya di manapun ia berada." ( Riwayat 'Ubadah bin Shamit )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sedarilah bahawa perasaan kita sering disaksikan oleh anggota badan kita sendiri, yakni oleh lidah, tangan, kaki, kulit, telinga, mata dan hati. Hal ini difahamkan Allah dalam Al-Qur'an yang bermaksud : "Pada hari (ketika) lidah tangan dan kaki mereka menyaksikan atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." ( An-Nur: 24 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Begitu pula agar disedari bahawa perasaan kita selalu disaksikan. Dilihat dan diikuti oleh siang dan malam bumi tempat kita berpijak, langit serta malaikat Raqib dan Atib dan malaikat-malaikat lainnya. Allah s.w.t. berfirman :"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat nadi lehernya sendiri. Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri, tiada sesuatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." ( Qaf: 16-18 )"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah." ( Ar-Ra'd: 11). (Malaikat ini disebut malaikat Hafazhad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan di atas bahawa mati adalah satu kejadian yang paling berat, paling menakutkan dan paling mengerikan. Satu kejadian yang pasti akan dihadapi dan dialami oleh setiap manusia, atau kejadian yang tak dapat dihindari dengan cara bagaimanapun juga. Para Nabi dan Rasul, jin dan malaikat sekalipun tidak dapat menghindari diri dari kematian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an Allah s.w.t. menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kepastian tentang mati : 2) Kematian itu datang sesuai dengan ajal yang telah ditetapkan ke atas mereka (manusia). 3) Kemana saja manusia pergi/berlari kematian tetap akan mengejarnya. 4) Kematian datang tanpa pilih umur, tanpa pilih waktu dan tempat. 5) Cara mati : Rasullullah s.a.w. bersabda :6) Apabila telah tiba hukum Allah kepada seorang hamba untuk mati dan dikuburkan pada suatu tanah, Allah mengadakan suatu keperluan baginya untuk pergi ke tempat itu (sehingga mati dan dikuburkan pada tanah di situ)." ( Riwayat At-Tirmudzi )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-1229164580030181688?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/1229164580030181688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/zikrul-maut-ingat-akan-mati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/1229164580030181688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/1229164580030181688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/zikrul-maut-ingat-akan-mati.html' title='Zikrul Maut (Ingat Akan Mati)'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3405363862023203580</id><published>2011-08-16T22:48:00.005+08:00</published><updated>2011-08-16T22:49:00.667+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Kejadianku Dari Tanah</title><content type='html'>Tuhan…Kejadianku dari tanah. Tanah adalah hina, dipijak-pijak orang, dilemparkan orang dengan najis-najis, kekotoran dan sampah sarap ke atasnya. Orang pijak dan orang buat berbagai perkara di atasnya. Tanah dia sadar bahwa dirinya HINA, maka boleh menerima kehinaannya itu dalam bentuk apa saja. Lakukanlah ke atasnya dia boleh menerima tanpa bantahan. Tanah boleh terima apapun yang dibuat kepadanya. Pijaklah tidak mengapa! Lemparlah apa saja kepadanya,Buatlah apa saja kepada aku, aku redha. Seolah-olah begitulah tanah berkata kalau dia boleh bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah kalau dicurahkan air kepadanya tetap diserapnya ke dalam badannya. Air adalah simbol rahmat dan berkat, ia mudah menerimanya dan tidak menolaknya. Kalau air itu berlebih dari yang terserap, air itu sangat berguna kepada benda lainnya. Boleh diminum oleh makhluk Tuhan, boleh pula membersihkan najis dan kekotoran di belakangnya. Karena REDHA, tanah itu subur pula oleh air dan sampah sarap yang dilempar ke atasnya. Karena suburnya orang bertani di atasnya, ramai makhluk yang mendapat manfaatnya. Di atasnya juga orang memelihara ternakan menjadi hasil pula kepada negara. Orang bangunkan kemajuan, orang bangunkan tempat tinggal dia terima saja. Tanah (bumi) karena TAWADHUKnya ramai makhluk dan manusia mendapat manfaatnya. Sungguh banyak budinya kepada manusia dan makhluk Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… Begitulah kejadian tanah, begitulah tabiat tanah sentiasa merendah diri setiap masa. Buat apa saja ke atasnya boleh dia terima. Hasil dari itu banyak khidmatnya kepada makhluk dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… Aku adalah dijadikan daripada tanah, aku hina. Karena kejadianku dari tanah hina, Engkau kekalkanlah tabiat dan sifatku seperti tanah. Jadikanlah aku orang tawadhuk seperti tanah. Kalau orang hendak mengata dan menghina aku, jadikanlah aku boleh menerimanya. Aku redha dengan kata-kata penghinaan itu karena aku memanglah hina, sesuai dengan kejadianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ya Allah… Engkau jadikanlah aku boleh berkhidmat kepada manusia dengan berbagai cara. Sesuai dengan tanah kejadianku, yang banyak berkhidmat kepada manusia makhluk-Mu. Jadikanlah aku boleh berkhidmat dengan manusia. Dengan ilmuku, dengan fikiranku, dengan tenagaku, dengan hartaku, dengan kemaafanku, dengan kasih sayangku, dengan senyumanku, dengan kemesraanku, dengan kesabaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… Engkau kekalkanlah tabiat dan sifat tanah itu pada diriku hingga tiba kematianku. Yang mana aku dari tanah dijadikan, bertabiat tanah kekalkan, kepada tanah aku akan dikembalikan dan terimalah aku bersama redha-Mu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3405363862023203580?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3405363862023203580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/kejadianku-dari-tanah.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3405363862023203580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3405363862023203580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/kejadianku-dari-tanah.html' title='Kejadianku Dari Tanah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3398011469355696107</id><published>2011-08-15T05:00:00.004+08:00</published><updated>2011-08-16T22:43:56.749+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Nasihat tentang Akhlak</title><content type='html'>Menjelang waktu sahur, lelaki itu datang lagi dengan membawa hidangan seperti sebelumnya. Setelah makan sahur, mereka menunggu untuk solat Subuh. Syekh Imam datang dan terus mengimamkan solat Subuh. Syekh Imam datang dan terus mengimamkan solat, kemudian duduk berzikir, membaca Al-Quran, memuji Allah dan berdoa dengan doa yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh kemudian menghadap kepada para jemaah dan berkata: "Sesungguhnya Allah s.w.t telah mensyariatkan dua perkara ke atas makhluknya di dalam satu ayat, tapi manusia lalai terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa dia Syekh?" tanya orang sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sila maju ke hadapan." pinta Syekh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang pun maju, kemudian Syekh meneruskan syarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai anakku! Sesungguhnya Allah s.w.t telah berfirman (yang ertinya): "Sesungguhnya syaitan itu musuh bagi kamu semua." kata Syekh itu sambil menyebutkan sifat-sifat musuh." kata Syekh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, bagaimana kita membentengi diri dari musuh tersebut?" tanya si sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Syekh menerangkan: "Benteng yang pertama terbuat daripada emas, iaitu makrifat kepada Allah. Di sekeliling benteng pertama itu ada benteng kedua yang terbuat daripada perak, iaitu iman kepada Allah. Di sekeliling benteng kedua, ada benteng ketiga yang terbuat daripada besi, iaitu tawakkal kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng ketiga dikelilingi oleh benteng keempat yang terbuat daripada batu, iaitu syukur dan redha kepada Allah. Benteng keempat dikelilingi lagi oleh benteng kelima yang terbuat daripada tembikar, iaitu melaksanakan amar makruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng kelima dikelilingi oleh benteng keenam yang terbuat daripada zamrud, iaitu terdiri dari jujur dan ikhlas dalam segala perkara. Benteng keenam dikelilingi pula oleh benteng ketujuh atau benteng paling luar yang terbuat daripada intan permata, iaitu budi pekerti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh meneruskan syarahannya: "Orang yang beriman bertahan di dalam tujuh-tujuh benteng tersebut, manakala iblis berada di luar sambil menyalak seperti anjing. Orang yang beriman tidak akan terpengaruh akan ajakan iblis tersebut kerana dia telah berlindung dalam beberapa lapis benteng. Oleh kerana itu, seorang yang beriman hendaklah jangan mengabaikan budi pekerti atau akhlak dalam segala perkara dan jangan memandang rendah setiap perkara yang datang kepadanya dengan akhlak yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerana barangsiapa yang meninggalkan budi pekerti atau akhlak yang baik dan memandang rendah terhadapnya, bererti dia telah meninggalkan benteng paling luar (benteng ketujuh), dia telah tertipu. Bila sudah demikian iblis akan terus menerus merebut benteng-benteng yang lain sehinggalah pada benteng yang pertama yakni merebut iman seseorang hingga dia menjadi kafir dan berkekalan dalam neraka. Inilah akibatnya jika seorang beriman meninggalkan budi pekerti yang baik. Oleh itu kita mohon kepada Allah agar mengurniakan adab yang baik." &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3398011469355696107?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3398011469355696107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/nasihat-tentang-akhlak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3398011469355696107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3398011469355696107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/nasihat-tentang-akhlak.html' title='Nasihat tentang Akhlak'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6152603082398060581</id><published>2011-08-12T05:00:00.001+08:00</published><updated>2011-08-12T05:00:02.996+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah s.w.t'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Kebesaran Allah s.w.t</title><content type='html'>Allah s.w.t menguasai dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya. Dia memerintahkan dan melarang, menciptakan dan memeliharakan, dan mematikan dan menghidupkan. Dia mengangkatkan dan merendahkan derajat, menggantikan malam dan siang, dan menaikkan dan menjatuhkan bangsa-bangsa, agar satu bangsa lenyap dan yang lain muncul. Semua yang ada di langit dan bumi, di atasnya dan di bawahnya, di lautan dan di udara, tunduk kepada perintahNya. Dia mengetahui segala sesuatu dan jumlah segala sesuatu. PengetahuanNya meliputi tiap-tiap sesuatu dan tidak hilang lenyap dari pengetahuanNya sesuatu dari sehalus-halus atau seringan-ringan yang ada di bumi atau di langit. Kalau semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimahNya, maka akan habis kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimahNya, walaupun ditambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya sebagai bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendengar semua suara, dan tidak tersilap antara satu sama yang lain, Dia mendengar semua permintaan dan permohonan dalam berbagai bahasa. Tiada suara menyimpangkan perhatianNya dari mendengar yang lain, Dia tidak terkeliru mendengar permintaan mereka, dan tidak pernah jemu mendengar permohonan mereka. Dia lihat segala yang dapat dilihat, malah perjalanan seekor semut hitam di atas batu permata ketika kegelapan malam. Dia dapat melihat segala penglihatan mata, dan mengetahui segala rahsia. Sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi sentiasa berhajat dan memohon kepadaNya. Tiap-tiap masa Ia di dalam urusan. Dia mengampunkan dosa, mengurangkan kebimbangan, mengurangi kesusahan, menunjuk hambanya ke pangkal jalan, membuat yang kaya menjadi miskin, memberi petunjuk kepada yg tersesat dan keliru, memenuhi keperluan yang berputus-asa, memberi makan yang lapar, membajui yang telanjang, menyembunyikan keaiban, dan menenangkan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sekiranya orang-orang yang terdahulu dan terkemudian dari kalangan manusia dan jin mempunyai hati bertaqwa umpama hati orang yang paling bertaqwa di kalangan mereka, nescaya hal itu tidak menambahkan apa-apapun dalam kerajaanNya. Sekiranya orang-orang yang terdahulu dan terkemudian dari kalangan manusia dan jin mempunyai hati jahat umpama hati orang yang paling jahat di kalangan mereka, nescaya hal itu tidak mengurang-cacatkan apa-apapun dalam kerajaanNya. Sekiranya orang-orang yang terdahulu dan terkemudian dari kalangan manusia dan jin berhimpun di suatu tempat, lalu memohon kepadaNya, Dia akan mengurniakan setiap permintaan, nescaya hal itu tidak sedikit mengurangkan apa-apa yang ada di sisiNya kecuali umpama berkurangnya air laut apabila dicelupkan sebatang jarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Yang Awal tanpa permulaan, dan Yang Akhir tanpa kesudahan. Segala yang ada di muka bumi itu akan binasa. Dan kekalah Zat Tuhanmu yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6152603082398060581?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6152603082398060581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/kebesaran-allah-swt.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6152603082398060581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6152603082398060581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/kebesaran-allah-swt.html' title='Kebesaran Allah s.w.t'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-558967506165800592</id><published>2011-08-11T05:00:00.004+08:00</published><updated>2011-08-11T05:00:06.851+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Kisah Luqman Al-Hakim - Pandangan Manusia Yang Berbeza</title><content type='html'>Pada suatu hari, Luqman al-Hakim dan anaknya pergi ke pasar di mana Luqman ingin memperlihatkan kepada puteranya perbadingan antara pandangan manusia dan pandangan Tuhan. Luqman dan anaknya membawa seekor keldai. Luqman naik ke atas keldai mengenderainya, sedangkan puteranya berjalan kaki mengiringi keledai tersebut. Waktu manusia melihat keadaan tersebut, maka mereka berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah orang tua yang tidak kasihan kepada anaknya. Dia bersenangan di atas keldai, sedangkan anaknya berjalan kaki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Luqman menaikkan anaknya duduk di atas keldai bersama-sama dengannya. Luqman di depan anaknya di belakang. Tidak lama kemudian dilihat oleh manusia yang lain, mereka berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah! Dua orang di atas keldai. Kenapa tidak dinaiki tiga orang sekaligus? (Supaya keldai cepat matinya)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman pun turun dari keldai dan anknya sajalah yang berada di ats keldai itu. Tidak lama kemudian manusia yang lain berkata pula,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah! Orang tua berjalan kaki dan puteranya mengederai keldai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu anaknya turun dari keldai berjalan kaki beserta orang tuanya. Dilihat lagi oleh manusia, mereka yang melihatnya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok, keldainya kosong tidak dikenderai, dan aneh! Kedua orang ini hanya berjalan kaki saja mengiringi keldai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian ini Luqman secara langsung mengajar anaknya dengan kejadian yang terjadi sebagai pengalaman, bahawa demikianlah apabila kita memandang terhadap makhluk dan terpengaruh kerana makhluk. Hal yang demikian tak ada hasilnya dan tak ada faedahnya. Maksudnya, Luqman mengajarkan kepada anaknya bahawa hubungan yang menenteramkan jiwa dan menyenangkan hati ialah hubungan kita dengan Tuhan. Hanya semata-mata pandangan Allah dan bukan pandangan manusia. Meskipun lahiriah kita sendirian, tetapi pada hakikatnya kita berserta Tuhan. Inilah makna dari perkataan alim besar Muhammad bin Aslam radhiAllahu `anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa perduliku antaraku dengan makhluk, adalah pada permulaan dalam sulbi orang tuaku, aku sendirian, kemudian aku berpindah ke dalam perut ibuku, aku sendirian, kemudian aku masuk ke dunia juga sendirian, kemudian rohku dicabut, juga sendirian, kemudian aku pun masuk dalam kuburku sendirian pula dan datanglah kepadaku Malaikat-malaikat Munkar dan Nakir menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepadaku dalam keadaan aku sendirian pula. Kemudian amal baikku dan dosaku ditimbang dalam timbanganku, juga aku sendirian. Andainya jika aku dikirim ke syurga, aku sendirian, dan jika dikirim ke neraka aku pun sendirian pula. Maka apakah hubungan dengan manusia-manusia selianku."&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kamu, dan takutilah akan hari (akhirat) yang padanya seseorang ibu atau bapa tidak dapat melepaskan anaknya dari azab dosanya, dan seorang anak pula tidak dapat melepaskan ibu atau bapanya dari azab dosa masing-masing sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar, maka janganlah kamu diperdayakan oleh kehidupan dunia, dan jangan pula kamu diperdayakan oleh bisikan dan ajakan Syaitan yang menyebabkan kamu berani melanggar perintah Allah." (Luqman: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah jelas, bahwa lakukanlah apa yang kau putuskan dan semua itu punya resiko, jangan terlalu takut dengan kritikan orang, sebab apapun yang anda putuskan tetap saja orang lain akan mengkritik bahkan anda diam pun akan di kritik, lakukanlah yang terbaik dengan resiko yang paling kecil. Cukuplah dengan pandangan Allah s.w.t atas kita. Pandangan Tuhanlah yang berfaedah . Penglihatan manusia atas kita, seperti menghormati kita, memuliakan kita, membesarkan kita dan lain-lain lagi. Cukupkan saja dengan pandangan hati, keyakinan hati bahawasanya Allah s.w.t melihat kita, memelihara kita dan menjaga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gunanya mengharapkan amal bakti dan taat dengan balasan wang ringgit atau keselesaan hidup di dunia ini sedangkan diri berada dalam kemurkaan Allah;&lt;br /&gt;Dan tidaklah bererti ketinggian ilmu yang dimiliki di samping kedudukan yang mulia di sisi makhluk sekiranya diri berada dalam pandangan kemurkaan dari Allah;&lt;br /&gt;Pendek kata buatlah apa sahaja kebaikan dan ketaatan dan milikilah apa sahaja kesenangan dan keselesaan hidup, tetapi jika ianya tidak mendapat keredhaan dari Allah Taala atau mencari kemuliaan supaya dihormati orang, maka tidaklah berbaloi segala usaha dan pemilikan yang diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian fahamilah wahai diri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah amal sedikit, atau ilmu yang sedikit asalkan Allah sentiasa meredhai hal diri kita;&lt;br /&gt;Biarlah tidak termasyhur, hina dan keji pada pandangan manusia asalkan Allah meredhai hal kita;&lt;br /&gt;Biarlah hidup sederhana atau melarat dan terpenjara di dunia ini, asalkan hal diri kita sentiasa dalam keredhaan Allah.&lt;br /&gt;Cukuplah.....dan memadailah dengan keredhaan Allah itu kerana tidak ada apa lagi yang lebih baik selain daripada mendapat keredhaan Allah&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiAllahu `anhu, katanya: Pada suatu hari aku berada dibelakang Rasulullah sollallahu `alaihi wasallam (boncengan), lalu baginda bersabda: "Wahai anak, peliharalah Allah nescaya (Dia) akan memelihara kamu, peliharalah Allah nescaya (Dia) akan berada dihadapan kamu, dan jika engkau memohon maka memohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah, dan ketahuilah bahawa sekiranya umat berkumpul (bersepakat) untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, nescaya mereka tidak akan mampu berbuat demikian melainkan dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah, dan sekiranya umat berkumpul (bersepakat) untuk mendatangkan bencana keatas kamu, nescaya mereka tidak akan mampu berbuat demikian melainkan dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah. Dan telah diangkat segala pena dan telah kering segala buku." (Hadis Hasan Sahih Riwayat Iman Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan nasihat ini mengandungi dua pengajaran:&lt;br /&gt;1) Mengingatkan umat manusia bahawa mereka adalah makhluk yang lemah, kuasa mereka sangat terbatas, mereka tidak akan dapat mencapai apa yang mereka hajatkan tanpa bantuan pihak yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Mengingatkan umat manusia betapa kuasa Allah yang tiada tara dan batasannya. Segala penghuni langit dan bumi tunduk kepada ketentuan-Nya. Jadi atas dasar inilah maka manusia mestilah memohon sesuatu hanya kepada Allah. Kecuali dalam hal-hal biasa yang termampu dikerjakan oleh manusia, seperti mengangkat suatu barang, meminjam sesuatu dan lain-lain. Namun demikian kita juga mesti memohon kepada Allah agar dipermudah jalan untuk mendapatkannya. Selain itu juga wajib diketahui bahawa memohon pertolongan kepada Allah atau berdoa kepada-Nya mestilah secara langsung secara terus menerus kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang dapat memberi manfaat dan mudarat tanpa izin Allah:&lt;br /&gt;Rasul sollallahu `alaihi wasallam menerangkan kepada Ibnu Abbas radhiAllahu `anhu bahawa sekiranya sekalian umat atau makhluk berkumpulan dan bersatu untuk memberi manfaat kepadanya ataupun sebaliknya mereka bersatu dan berkumpul untuk mendatangkan mudarat kepadanya, namun semua itu tidak mungkin akan terjadi kecuali apa yang telah dituliskan untuknya di Luh Mahfudz sejak azali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu kita tidak seharusnya terlalu gembira atau berduka terhadap sesuatu yang dilakukan oleh orang lain terhadap diri kita. Kerana kita yakin bahawa segala-galanya adalah di dalam ketentuan Allah. Kalau di dalam ketentuannya tidak ada keputusan untuk memberikan sesuatu kepadanya, nescaya dia pasti tidak akan dapat memperolehinya walaupun seluruh makhluk bersatu berusaha untuk menolongnya. Demikian sebaliknya kalau ditentukan bahawa ia akan mendapatkannya, walaupun seribu halangan, pasti ia akan memperolehinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: Dan jika Allah kenakan bahaya kepada engkau maka tidak ada yang dapat melepaskannya melainkan Dia. Dan jika dia mahukan kebaikan kepada engkau maka tidak ada yang dapat menolak kurnianya itu. (Yunus: 107)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-558967506165800592?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/558967506165800592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/kisah-luqman-al-hakim-pandangan-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/558967506165800592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/558967506165800592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/kisah-luqman-al-hakim-pandangan-manusia.html' title='Kisah Luqman Al-Hakim - Pandangan Manusia Yang Berbeza'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5947747515259766156</id><published>2011-08-10T05:00:00.004+08:00</published><updated>2011-08-10T05:00:07.791+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Khutbah Rasulullah s.a.w Dalam Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>Imam Ali ibn Musa al-Ridha AS meriwayatkan berdasarkan&lt;br /&gt;rangkaian perawi dari kakek-kakeknya dari Imam Ali AS&lt;br /&gt;bahwa Rasulullah SAWA menyampaikan khutbah berikut&lt;br /&gt;ketika datangnya bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah&lt;br /&gt;dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.&lt;br /&gt;Bulan yang paling mulia di sisi Allah.&lt;br /&gt;Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.&lt;br /&gt;Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.&lt;br /&gt;Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi&lt;br /&gt;tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.&lt;br /&gt;Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih,&lt;br /&gt;tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.&lt;br /&gt;Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu&lt;br /&gt;dengan niat yang tulus dan hati yang suci&lt;br /&gt;agar Allah membimbingmu untuk&lt;br /&gt;melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah&lt;br /&gt;di bulan yang agung ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu,&lt;br /&gt;kelaparan dan kehausan di hari kiamat.&lt;br /&gt;Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.&lt;br /&gt;Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda,&lt;br /&gt;sambungkanlah tali persaudaraanmu,&lt;br /&gt;jaga lidahmu, tahan pandanganmu&lt;br /&gt;dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu&lt;br /&gt;dari apa yang tidak halal kamu&lt;br /&gt;mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah anak yatim&lt;br /&gt;niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.&lt;br /&gt;Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.&lt;br /&gt;Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa&lt;br /&gt;pada waktu-waktu shalatmu&lt;br /&gt;karena itulah saat-saat yang paling utama&lt;br /&gt;ketika Allah 'Azza wa Jallaa memandang&lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.&lt;br /&gt;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya,&lt;br /&gt;menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya&lt;br /&gt;dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia !&lt;br /&gt;Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu&lt;br /&gt;maka bebaskanlah dengan istighfar.&lt;br /&gt;Punggung-punggungmu berat&lt;br /&gt;karena beban (dosa)mu maka ringankanlah&lt;br /&gt;dengan memperpanjang sujudmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah&lt;br /&gt;Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya&lt;br /&gt;bahwa Dia tidak akan mengazab&lt;br /&gt;orang-orang yang shalat dan sujud,&lt;br /&gt;dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka&lt;br /&gt;pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al 'alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa diantaramu memberi buka&lt;br /&gt;kepada orang-orang mu`minin yang berpuasa di bulan ini&lt;br /&gt;maka di sisi Allah nilainya sama dengan&lt;br /&gt;membebaskan seorang budak&lt;br /&gt;dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sahabat-sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah! Tidaklah kami&lt;br /&gt;semua mampu berbuat demikian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meneruskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah dirimu dari api neraka&lt;br /&gt;walaupun hanya dengan sebiji kurma.&lt;br /&gt;Jagalah dirimu dari api neraka&lt;br /&gt;walaupun hanya dengan seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini&lt;br /&gt;ia akan berhasil melewati shirath&lt;br /&gt;pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.&lt;br /&gt;siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang&lt;br /&gt;yang dimiliki tangan kanannya&lt;br /&gt;(pegawai atau pembantu) di bulan ini,&lt;br /&gt;Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.&lt;br /&gt;Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini,&lt;br /&gt;Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan- Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini,&lt;br /&gt;Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini,&lt;br /&gt;Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini,&lt;br /&gt;Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan shalat fardlu&lt;br /&gt;baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardlu di bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini,&lt;br /&gt;Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam al Quran pada bulan- bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia !&lt;br /&gt;Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.&lt;br /&gt;Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah d dibukakan bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.&lt;br /&gt;Amirul Mukminin karamallahu wajha berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berdiri dan berkata, ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Nabi' "Ya Abal Hasan ! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillaahi rabbal 'aalamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5947747515259766156?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5947747515259766156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/khutbah-rasulullah-saw-dalam-menyambut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5947747515259766156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5947747515259766156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/khutbah-rasulullah-saw-dalam-menyambut.html' title='Khutbah Rasulullah s.a.w Dalam Menyambut Ramadhan'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-2015496843210591649</id><published>2011-08-09T09:50:00.010+08:00</published><updated>2011-08-09T12:02:05.197+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Mari Kita Bertafakur Sejenak</title><content type='html'>Mari kita sama-sama tafakur, merenung sekejap ke dalam diri kita. Rasakan di hati kita bahawa kita ini hamba Allah yang maha dhaif, lemah dan hina. Buktinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bolehkah kita elak diri kita dari sakit? Kalau terkena atau tercucuk duri yang halus dapatkah kita menahan bisanya? Itupun sudah terlalu sakit, sudah tidak tertahan lagi rasanya. Itulah tanda lemahnya kita. Bolehkah kita melihat kalau jarum tercucuk dimata kita? Bolehkah kita bernafas kalau air tersumbat di hidung kita? Tentu tidak boleh. Itulah tanda lemahnya kita ini. Apatah lagi kalau Allah tarik satu sahaja urat saraf kita, meranalah kita seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bolehkah kita elak dari orang caci maki dan kata kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bolehkah kita menolak dari bencana alam yang melanda yang mengejut pada kita? Tentu tidak boleh walaupun berkumpul seluruh tenaga makhluk yag berada di langit dan di bumi. Bencana alam tetap juga terjadi. Kita tidak mampu menahannya. Banjir yang melanda, datangnya tidak mampu diempang. Angin taufan, ribut yang mengangkat dan menghumban, tidak mampu kita membendungnya. Gempa bumi yang dahsyat yang membunuh segala kehidupan, tidak kuasa manusia menahannya. Lemahnya manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dapatkah kita menahan kematian orang yang kita cintai? Akhirnya kita juga yang akan mati. Dapatkah kita menolaknya? Tentu tidak mampu. Betapa lemah dan hinanya kita. Sudah mati jadi bangkai. Tidak seorang pun yang mahukan jasad kita itu. Isteri tidak mahu. Suami tidak mahu. Anak-anak pun tidak mahu. Ibu ayah tidak mahu. Kekasih pun tidak mahu. Sebab itulah orang hantar cepat-cepat ke kubur kerana kalau dibiarkan, busuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dinilai bukti-bukti tadi menggambarkan betapa hinanya kita. Cuba kita rasakan kehinaan dan kelemahan itu setiap ketika dan kita bawa perasaan itu di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikirkan dan hitungkan pula nikmat-nikmat Allah yang berada di luar diri kita. Hitung berapa banyak harta, duit, rumah, kereta, perabot, pinggan, mangkuk, periuk belanga, kain baju, kasut, barang kemas, makanan yang kita simpan dan berapa jenis lauk yang dimakan untuk satu hari, berapa banyak kenderaan kita, kebun, anak-anak, isteri-isteri, kawan-kawan, pengikut-pengikut, pembantu-pembantu, udara yang dihirup, bumi yang dipijak, cahaya matahari yang kita dapat manfaat darinya. Rasakan di hati bahawa alangkah banyaknya kurniaan Allah pada kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pandang ke langit. Lihatlah besarnya ciptaan Tuhan itu. Tergantung tanpa tiang. Walhal rumah kita yang kecil pun ada tiangnya. Bumi yang terhampar tempat kita berpijak, sangat berguna pada kita. Saksikanlah matahari yang turun naik, yang cahayanya sangat memberi manfaat, yang menjadikan silih bergantinya siang dan malam, memberi peluang untuk kita berkerja dan rehat. Menjadikan waktu yang bermusim juga sangat berfaedah pada manusia. Air yang disedut naik, hujan yang turun, ini memberi bekalan air untuk seluruh kehidupan. Memeriahkan alam dengan cahaya. Tenaga solar serta tenaga elektriknya. Rasakan ke dalam hati kita betapa pentingnya ini semua. Rasakan betapa perlunya nikmat-nikmat ini dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikirkanlah! Bolehkah manusia mencipta tanah, api dan air itu? Dapatkah kita tumbuhkan pokok? Yang kayunya kita gunakan untuk membuat rumah itu? Dapatkah kita buat segala keperluan-keperluan asas yang jadi peralatan hidup kita itu? Bolehkah kita hidup tanpa kita gunakan barang-barang ciptaan Allah itu? Tentu tidak. Oleh itu datangkan rasa insaf pada diri kita bahawa kita tidak mampu mengadakan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita sedar begitu barulah kita terasa perlunya Allah itu pada kita. Barulah kita terasa patut kita menyembah-Nya. Barulah terasa patut kita taat perintah-Nya. Kalau begitu bukankah patut kita patuh kepada-Nya. Bukankah patut kita jadikan Allah itu Tuhan kita. Tidaklah kita hendak bertuhankan diri kita lagi. Inilah pendorong untuk kita beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita bawa berfikir tadi barulah kita terasa Tuhan itu terlalu berjasa dan pemberi. Barulah terasa patutnya kita bersyukur pada Allah kerana segala-galanya adalah ciptaan-Nya dan pemberian-Nya. Bukan kita buat sendiri. Inilah pendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang menciptakan bumi ini? Siapa yang menjadikan bumi ini sebahagiannya subur dan terdapat pula sebahagiannya yang kering kontang dan gersang?? Siapa yang menjadikan proses percambahan dan pertumbuhan di bumi yang subur ini?? Yang pasti tiada campur tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pula yang menjadikan dari biji benih itu sebatang pokok,kemudian dari pokok itu mengeluarkan pula buah?? Siapa yang menjadikan jutaan jenis buah dengan berbagai rupa,warna,saiz dan rasa?? Bukankah kita sudah tahu jawapan kepada persoalan itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti ialah kita tak punya apa-apa peranan, tidak punya apa-apa kuasa terhadap menjadikan itu semua. Allah SWT adalah segala-galanya. Begitupun kita tak pernah sedar dan insaf bahawa kita hanya mengambil saja segala nikmat kurniaan Allah SWT. Tidak sedetik pun kita terlepas dari nikmat Allah SWT. Tidak sedetik pun kita terlepas dari kekuasaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan kita tidak punya apa-apa yang segala-galanya milik Allah SWT, terlalu aneh bilamana Allah SWT itu yang paling kita lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malahan lebih dashyat lagi bila kita berkrisis, bermusuhan, berbunuhan dan berperang lantaran merebut untuk memiliki yang bukan milik kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-2015496843210591649?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/2015496843210591649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/mari-kita-bertafakur-sejenak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2015496843210591649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2015496843210591649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/mari-kita-bertafakur-sejenak.html' title='Mari Kita Bertafakur Sejenak'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4072531708706466296</id><published>2011-08-07T21:38:00.009+08:00</published><updated>2011-08-16T22:45:29.590+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>Pokok perkara yang menyelamat diri ialah bertaubat kepada Allah Ta'ala dari segala dosa. Allah s.w.t telah memerintahkan hamba-hambaNya bertaubat kepadaNya, dan ditunjukkan cara-cara bertaubat itu serta dijanjikan pula dengan pengabulan dan balasan-balasan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala&lt;br /&gt;"Dan bertaubatlah kamu kepada Allah, wahai sekalian orang-orang Mukmin, semoga kamu mendapat kemenangan" (An-Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang bersungguh-sungguh)" (At-Tahrim: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan orang-orang yang banyak mensucikan diri." (Al-Baqarah: 222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertaubat sesudah melakukan kejahatan, lalu memilih jalan lurus, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya, dan Tuhan itu Maha Pengampun Maha Penyayang." (Al-Maidah: 39)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;FirmanNya lagi&lt;br /&gt;"Dialah (Tuhan) yang menerima taubat hamba-hambaNya dan memaafkan segala kesalahan, dan Dia mengetahui segala apa yang kamu perbuat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah s.a.w:&lt;br /&gt;"Orang yang bertaubat dari dosanya itu, samalah seperti orang yang tiada mempunyai dosa lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah membuka tangan selebar-lebarnya di waktu siang untuk menerima taubat orang yang membuat jahat di waktu malam. Dan membuka tangan selebar-lebarnya di waktu malam untuk menerima taubat orang yang membuat jahat di waktu siang. Hal ini berterusan sehinggalah matahari terbit dari arah barat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi&lt;br /&gt;"Wahai sekalian manusia! Bertaubatlah kamu kepada Tuhan sebelum kamu mati. Gunakanlah kesempatan yang ada untuk beramal dan berbakti sebelum masa kamu dibolot urusan dan kerja, Ujudkanlah satu pertalian antara kamu dengan Tuhan kamu dengan memperbanyak mengingatiNya (berzikir kepadaNya)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya lagi&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Tuhan bersedia menerima taubat seseorang hamba selagi nyawanya belum sampai di kerongkong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni sebelum ia bernazak hendak mati.&lt;br /&gt;Sabdanya lagi:&lt;br /&gt;"Siapa yang bertaubat, nescaya Tuhan menerima taubatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Syarat-syarat taubat&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hendaklah anda ketahui, moga-moga Allah merahmatimu, bahawasanya taubat itu sekadar seseorang mengucapkan lidah: Astaghfirullah! Aku bertaubat kepada Allah! Sedang hati tidak pernah menyesal, serta tidak mahu berjanji untuk membersihkan diri, atau menjauhkan diri dari dosa. Para ulama telah menentukan beberapa syarat taubat yang harus dipatuhi, dan tiada sesuatu taubat dianggap sempurna, kecuali dengan tiga perkara berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menyesali diri atas dosa-dosa yang telah lalu.&lt;br /&gt;2) Mensucikan diri dari dosa. Yakni, tidak ada ertinya bertaubat, padahal ia terus melakukan dosa yang sama dan tidak memberhentikannya.&lt;br /&gt;3) Berazam tidak akan melakukan dosa lagi, selagi hayat dikandung badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga-tiga syarat ini pasti mengiringi setiap taubat dari dosa antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ada suatu syarat lagi yang ditekankan; iaitu terhadap dosa antara seorang hamba Allah dengan hamba Allah yang lain. Keterangannya ialah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menganiayai diri seseorang anak Adam, mecederakannya, menyentuh kehormatannya, atau merampas hartanya, maka hendaklah anda menebus haknya. Jika yang mengenai jiwa atau diri, hendaklah anda membenarkannya menjalakan qisas (hukuman menurut hukum Islam) ke atas dirimu. Jika yang mengenai harta atau barang, hendaklah anda mengembalikan semula hak itu kepadanya. Jika yang mengenai kehormatan maka hendaklah anda memohon dimaafkan segala kesalahan anda itu. Awas, anda pasti berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk menghapus segala penganiayaan ini sekadar yang termampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula terhadap solat, puasa dan zakat, hendaklah anda segera bertaubat jika anda meninggalkan sesuatu dari kefardhuan-kefardhuan ini. Caranya ialah dengan mengqadhak segala yang luput dari fardhu-fardhu itu sekadar termampu dan sesegera yang boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertaubat dari dosa-dosanya sebagaimana yang telah ditunjuk di atas tadi, hendaklah ia sentiasa meletakkan dirinya antara takut dan harap. Berharap agar Allah s.w.t menerima taubatnya dengan kurnia dan belas kasihanNya. Takut, kalau-kalau Allah s.w.t tidak menerima segala taubatnya, kerana bimbang barangkali ia tidak melakukan taubat itu secara yang sempurna, menurut cara-cara yang diperintahkan oleh Allah Ta'ala, maka jadilah ia sebagai seorang yang tidak bertaubat di sisi Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya, setiap orang yang mengaku dirinya Mukmin, wajib secara pasti menjaga dan memelihara diri dari segala dosa dengan betul dan secara menyeluruh. Sebab membuat dosa dan menempuh maksiat itu akan menimbulkan kemurkaan dan kutukan Allah Ta'ala. Manakala yang demikian itu pula menjadi punca segala bala dan bencana yang akan memusnahkan manusia di dunia dan akhirat. Lantaran itu, apabila telah melakukan sesuatu dosa, hendaklah ia segera bertaubat kepada Allah Ta'ala dari dosa itu, tidak berazam untuk membuat dosa yang sama lagi, ataupun tidak terus melakukan dosa itu lagi sesudah bertaubat, dan menyesali diri atas dosa yang berlaku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap mukmin harus sentiasa bertaubat kepada Allah Ta'ala tanpa berhenti dan taubat itu harus diperbaharui pada setiap masa dan kesempatan. Sebab dosa-dosa kita lakukan itu tentu banyak sekali, di antaranya ada yang dosa kecil dan ada pula yang dosa besar. Antaranya juga ada yang dosa batin, dan ada yang dosa lahir; dosa yang kita ketahui dan dosa yang kita tidak mengetahui. Ada kalanya seseorang itu berdosa kerana ia cuai tidak mahu menuntut ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang dosa dan pahala. Ataupun mungkin sekali dosa itu ada pendahuluan dan sebab-sebab yang berkaitan ilmu pengetahuan dan pilihan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kitab Nasihat Agama dan Wasiat Iman&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Imam Habib Abdullah Haddad&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4072531708706466296?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4072531708706466296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/taubat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4072531708706466296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4072531708706466296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7457930697501833209</id><published>2011-08-02T10:24:00.005+08:00</published><updated>2011-08-09T11:10:28.863+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zikir'/><title type='text'>Ramadhan Bulan Overhaul Hati</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Allah Taala menjadikan manusia dijadikan sekali&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;di mana kekuatannya dan kelemahannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Tuhan tahu bagaimana menguatkan yang lemah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;dan bagaimana menyuburkan yang kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Allah Taala tahu di mana kebaikan mereka,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;dan di mana kejahatan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Memang Tuhan ada bekalkan manusia ada benih &amp;nbsp;baik ada benih jahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Tuhan tahu dari punca apa dia baik dan dari punca apa dia jahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Hatilah wadahnya yang boleh menerima kebaikan dan kejahatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Di dalam masa setahun manusia terdedah dengan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;berbagai-bagai ajaran dan cabaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Cabaran itu seperti tekanan hidup, sibuk dengan kerja,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;berhadapan dengan kerenah manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Berlaku juga ujian-ujian yang mendadak,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;kemalangan yang tidak disangka,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;melihat, mendengar perkara yang merosakkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Ditambah lagi hasil didikan, bacaan semuanya ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;memberi kesan yang negatif kepada jiwa kebanyakan orang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Kecuali orang yang kuat dengan Tuhan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;jiwanya &amp;nbsp;tidak rosak dan tidak memberi kesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Cabaran-cabaran itu tidak merosakkan jiwa mereka,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;bahkan bertambah kuat dengan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Dengan rahmat Tuhan dan kasih sayang-Nya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Tuhan &amp;nbsp;perintahkan puasa Ramadhan dan lain-lain ibadah tambahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Ramadhan boleh membaik pulih kejahatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Kerosakan manusia setahun hanya sebulan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Seolah-olah Ramadhan bulan overhaul hati insan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Seperti kereta yang sudah lama dipakai,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;banyak kerosakan telah berlaku terutama enjin, perlu overhaul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Overhaullah caranya membaikpulihkan kereta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;yang perjalanannya sudah tidak berapa betul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Manusia yang sudah rosak jiwanya, fikirannya,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;sikap dan tingkah lakunya dipulihkan melalui didikan Ramadhan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Didikan Ramadhan merupakan satu pakej pendidikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;di antara satu sama lain kuat-menguatkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Siangnya puasa, sembahyang ditambah lagi dengan Tarawikh,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;disusul dengan membaca Al Quran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Ditambah lagi dengan perkara-perkara sampingan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;zikir, tasbih, tahmid, salawat, tafakur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;digalakkan bersedekah dan pemurah,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;perbualan yang menambah kesedaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Keseluruhan itu asasnya adalah mujahadah melawan nafsu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;menentukan didikan Ramadhan berkesan atau tidak bekesan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Didikan Ramadhan ada mujahadah, ada didikan puasa, didikan sembahyang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Ditambah lagi didikan Al Quran dan lain-lain lagi tambahannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Mujahadah ertinya memerlukan kekuatan jiwa,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;memaksa membuat yang disuruh,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;memaksa meninggalkan larangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Larangan itu sama ada yang lahir mahupun yang batin kenalah tinggalkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Mujahadah ertinya memaksa, terseksa,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;membencikan, menjemukan, meletihkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Kalau jiwa tidak kuat usaha tidak dapat diteruskan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;atau buat tanpa kesungguhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Kerana itulah mujahadah perlu pemangkin yang menggalakkan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Pemangkin ialah puasa yang hati dan fikirannya puasa,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;sembahyang yang dapat dihayati,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;didikan Al Quran yang difaham dan dijiwai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Di antara didikan sembahyang, menebalkan rasa kehambaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;dan menajamkan rasa bertuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Di antara didikan Al Quran di sana ada khabar gembira,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;ada amaran, ada suri teladan juga ada kesedaran dan keinsafan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Didikan puasa rasa lemah, rasa hamba,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;rasa timbang rasa, menyedarkan dan menginsafkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Daripada 3 pakej didikan yang utama itulah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;menjadikan pemangkin menguatkan jiwa, menyuburkan jiwa, meneguhkan keyakinan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Apabila jiwa kuat, jiwa subur, mujahadah pun kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Apabila jiwa kuat dan subur hikmah Ramadhan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;daripada 3 pakej didikan tadi boleh bangunkan insan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Jika hikmah Ramadhan itu dapat dimiliki lahirlah manusia luarbiasa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Ertinya manusia yang dioverhaul di bulan Ramadhan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;mengembalikan manusia kepada fitrah sucinya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Lahirlah manusia yang luar biasa,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;iaitu manusia yang benar-benar rasa kehambaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Manusia yang tawadhuk, sabar, redha, berkasih sayang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;bertimbang rasa, pemurah, kerjasama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Malu akan jadi pakaian, tawakal menjadi perasaan, keyakinan kental&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Apabila sifat ini dapat dimiliki, automatik mazmumah terbasmi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Sombong, tamak, bakhil, pemarah, hasad,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;dendam, gila puji, gila nama, mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Inilah dia orang yang menang dan berjaya didikan Ramadhan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Selepas Ramadhan manusia itu kembali suci seperti fitrahnya yang semulajadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Orang ini sahajalah yang layak berhari raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Kerana berjaya mengembalikan kesucian fitrahnya,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;hari raya namanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Hari raya ertinya mengembalikan fitrah suci lagi murni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Kalau fitrah yang suci murni ini kekal sepanjang tahun,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Ramadhan yang akan datang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;hanya memberi cahaya &amp;nbsp;lagi, bukan overhaul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;Begitulah didikan Ramadhan ramai orang yang gagal,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #20124d;"&gt;sedikit sangat yang berjaya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7457930697501833209?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7457930697501833209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/ramadhan-bulan-overhaul-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7457930697501833209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7457930697501833209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/08/ramadhan-bulan-overhaul-hati.html' title='Ramadhan Bulan Overhaul Hati'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-2024048738709118467</id><published>2011-07-25T23:13:00.007+08:00</published><updated>2011-08-16T22:45:19.665+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Jalan Syaitan Melulusi Dapat Anak Adam</title><content type='html'>Seorang Hakiem berkata; Ketika diperhatikan dari manakah syaitan dapat menembus pada anak Adam, mendadak terdapat sepuluh jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Dari sifat rakus dan Su'udhdhan [jahat sangka],&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana lawan dengan kepercayaan pada janji Allah dan Qanaah, dan untuk memperkuatkan perlawanan itu ana berpedoman pada kitab Allah dalam ayat yang bermaksud; "Tiada suatu pun melata di bumi ini melainkan dijamin oleh Allah rezekinya". Maka dengan itu ana patahkan ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. &amp;nbsp;Dari panjang angan-angan, lamunan,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapi dengan ingat pada datangnya maut dengan tiba-tiba bersendikan ayat Allah yang bermaksud; " Tiada satu jiwa pun yang mengetahui dimana ia akan mati". Maka dengan itu ana dapat mematahkan tipuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. &amp;nbsp;Dari keinginan istirahat dan nikmat,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapi dengan mengingati hilangnya nikmat dan beratnya hisab, bersandarkan ayat Allah yang bermaksud; "Biarkan mereka makan dan bersuka-suka dan dilalaikan oleh angan-angan". dan ayat yang bermaksud; "Tidakkah kamu lihat jika kami senangkan mereka beberapa tahun, kemudian tiba apa yang telah dijanjikan pada mereka, maka tidak berguna kemewahan dan kesenangan mereka". Maka dengan itu ana tewaskan ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;4. &amp;nbsp;Dari Ujub bangga diri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapi dengan mengingati kurnia dan takut pada akibat berdasarkan ayat yang bermaksud; "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang untung"., sedangkan ana tidak mengetahui yang ana termasuk ke dalam golongan yang mana. Maka dengan itu ana patahkan tipuan syaitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. &amp;nbsp;Dari meremehkan kawan dan tidak menghargai mereka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ana lawan dengan dengan menghormati mereka bersendikan firman Allah yang bermaksud; "Kemulian itu Haq Allah dan Rasulullah dan orang-orang mukmin". Maka ana patahkan dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. &amp;nbsp;Dari sifat hasud {dengki dan iri hati).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapi dengan keadilan Allah dalam membahagi nikmat buat makhlukNya berpandukan firman Allah yang bermaksud; "Kami yang membahagikan penghidupan mereka di dunia". Maka dengan itu ana dapat mematahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Dari sifat Riya dan ingin pujian orang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana patahkan dengan dengan ikhlas berdasarkan firman Allah yang bermaksud; "Maka siapa yang berharap akan bertemu pada Tuhan hendaklah beramal dengan amal yang sholeh dan tidak menyekutukan Tuhan dengan sesuatu apapun". Maka dengan itu ana patahkan tipuan syaitan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Dari sifat kikir (bakhil).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapi dengan dengan mengingat rosaknya apa yang ada di tangan orang-orang berdasarkan ayat Allah yang bermaksud; "Apa yang ada padamu akan rosak binasa dan yang di sisi Allah tetap kekal". Maka dengan itu ana mengalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Dari sifat sombong.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapi dengan sifat Tawadhu' berdasarkan ayat yang bermaksud; "Sungguh kami jadikan kamu dari lelaki dan perempuan dan kami jadikan kau bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya mudah kenal-mengenal, bahawa orang yang termulia di antara kamu ialah orang-orang yang bertaqwa". Maka dengan itu ana dapat kalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Dari sifat Tamak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Maka ana hadapinya dengan putus harapan dari apa yang ada di tangan manusia, dan hanya berharap kepada Allah bersendikan ayat yang bermaksud; "Sesiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah memberinya jalan keluar dari segala kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu menjadi Pelindung. (Al-Isra' : 65)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dan sememangnya tiadalah bagi Iblis sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, melainkan untuk menjadi ujian bagi melahirkan pengetahuan Kami tentang siapakah yang benar-benar beriman kepada hari akhirat dan siapa pula yang ragu-ragu terhadapnya. Dan Tuhanmu sentiasa mengawal serta mengawas tiap-tiap sesuatu.[Saba: 21] &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Iblis berkata: " Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, "Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik" (Al-Hijr: 39-40)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-2024048738709118467?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/2024048738709118467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/07/jalan-syaitan-melulusi-dapat-anak-adam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2024048738709118467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2024048738709118467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/07/jalan-syaitan-melulusi-dapat-anak-adam.html' title='Jalan Syaitan Melulusi Dapat Anak Adam'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6323856954625767815</id><published>2011-07-11T20:17:00.003+08:00</published><updated>2011-09-09T21:41:52.816+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Bagaimana Mungkin? Lidahku kelu, tidak bisa lagi berdoa</title><content type='html'>Tuhanku, aku adalah hamba yang faqir kepada-Mu. Jika aku faqir dalam kekayaanku, bagaimanakah aku faqir dan kefaqiranku ? Karena kefaqiran itulah, di sepertiga malam terakhir ini aku bersimpuh di pintu-Mu, untuk berdoa kepada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, seorang shalih memberikan pesanan bahwa salah satu adab doa adalah dengan mendahuluinya dengan puji-pujian dan syukur kepada-Mu.&lt;br /&gt;Tapi Tuhanku, bagaimanakah aku bersyukur kepada-Mu, sedangkan tak ada syukurku yang cukup layak untuk dipanjatkan kepada-Mu. Hinanya syukurku tak sebanding dengan kemuliaan Dzat-Mu.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku memuji limpahan rahmat-Mu dengan pantas, sedangkan limpahan rahmat-Mu padaku tak mampu kuhitung. Sungguh hanya Engkau saja yang pantas memuji-Mu.&lt;br /&gt;Tuhanku, ridha-Mu sama sekali tidak bergantung pada sebab dari-Mu, lalu bagaimana mungkin ridha-Mu bergantung pada sebab dariku ? Engkau maha cukup dengan zat-Mu hingga tak memerlukan manfaat dari-Mu. Maka, bagaimanakah mungkin engkau mememerlukan sesuatu dariku ? Engkau sama sekali tidak memerlukankan syukurku.&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk bersyukur kepada-Mu. Biarlah aku bersyukur kepada-Mu tanpa suara. Sehingga hanya Engkau yang mengetahui syukurku pada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ya Allah, seorang shalih lain memberikan pesanan bahwa salah satu adab doa adalah dengan mendahuluinya dengan berzikir (mengingat) kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ya Allah……&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku mengingat-Mu, sedangkan Engkau telah mengingatku sebelum aku mengingat-Mu. (dengan memberi ilham agar aku mengingat dan berdzikir kepada-Mu)&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku menganggap-Mu ghaib sehingga melalaikan-Mu, sementara Engkaulah pengawas yang Maha Hadir.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku tidak melihat dan mengingat Engkau karena hijab, sementara Engkaulah yang Maha Tampak pada segala sesuatu.&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk mengingat-Mu. Maka biarlahkanlah aku mengingat-Mu dengan cara yang hanya Engkau yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang shaleh mengatakan bahwa aku boleh meminta hajatku kepada Tuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ya Allah……&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku meminta, sedangkan Engkau telah memberi sebelum ku minta.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku meminta kepada-Mu, sedangkan hak-Mu lah memberi kepadaku.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana mungkin Kau biarkan aku mengurus rezeki diriku sendiri, sementara Engkau lah yang menjamin rezekiku.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana mungkin aku memutuskan harapan akan pengabulan hajatku pada-Mu, sementara harapan itu telah sampai dan kembali pada-Mu, bahkan sebelum aku mengucapkannya.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana mungkin aku berharap kepada selain-Mu, sementara Engkau tidak pernah berhenti melimpahkan kebaikan kepadaku.&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk meminta hajat. Maka biarlahkanlah aku meminta hajat kepada-Mu dengan cara yang hanya Engkau dan malaikat-Mu yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang shaleh mengatakan bahwa aku boleh mengadukan masalah atau berkeluh kesah apapun kepada Tuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ya Allah……&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana mungkin aku mengadukan nasib dan keadaanku &amp;nbsp;kepada-Mu, sedangkan Engkau lebih mengetahuinya keadanku, dari pada aku sendiri.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana mungkin aku mengadukan kezaliman yang dilakukan orang-orang padaku, sementara Engkau-lah penolongku. Kau izinkan kezaliman itu terjadi sebagai bakal pahala atas kesabaranku menanggungnya, dan kau jadikan kezaliman itu sebagai bakal siksa atas orang-orang yang melakukan kedzaliman terhadapku.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana kah kemalanganku tidak menjadi baik, sementara ia berasal dari-Mu dan akan kembali kepada-Mu&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku dapat kecewa, sedangkan Engkau-lah yang mengasihiku, &amp;nbsp;memperlakukanku, dan menjadi harapanku.&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku akan menjadi hina, sementara kemulian-Mu yang menjadi sandaranku.&lt;br /&gt;Tuhanku, &amp;nbsp;bagaimanakah keadaanku tidak menjadi baik, sementara keadaanku berasal dari-Mu, dan akan kembali kepada-Mu.&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk mengadu. Maka biarlahkanlah aku mengadu kepada-Mu dengan cara yang hanya Engkau dan nabi-Mu yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang shaleh lain mengatakan bahwa aku sewajarnya meminta ampun kepada Tuhanku atas dosa-dosaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, harapanku kepada-Mu tidak akan pernah putus meskipun aku berbuat maksiat kepada-Mu. Dan kecemasanku tidak akan pernah sirna meskipun aku melakukan ketaatan kepada-Mu.&lt;br /&gt;Tuhanku, ketika dosa-dosa membuatku bisu, kemurahan-Mu membuatku kembali berbicara. Setiapkali peringai burukku membuatku putus-asa, karunia-Mu kembali membuatku berharap.&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk bertaubat. Maka biarlahkanlah aku bertaubat kepada-Mu dengan cara yang hanya Engkau dan rasul-Mu yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang shaleh lain mengatakan bahwa aku sewajarnya meminta kepada Tuhanku agar berhasil usahaku dan amalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimana aku akan bertekad sementara Engkau yang menentukan. Tapi, bagaimana aku tidak bertekad, sementara Engkau yang memberi perintah.&lt;br /&gt;Tuhanku, betapa harapan kepada amalku telah Kau hancurkan dengan keadilan-Mu. Namun, karunia-Mu itu membebaskanku darinya (harapan kepada amal).&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk meminta. Maka biarlahkanlah aku meminta kepada-Mu dengan cara yang hanya Engkau yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang shaleh lain mengatakan bahwa aku sewajarnya meminta kepada Tuhanku agar diberikan pahala yang besar atas amal sedekahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, bagaimanakah aku akan bersedekah, sementara rezekiku darimu (Engkau maha pemberi). Kau pinjam pemberian rezeki-Mu padaku tadi (berupa sedekah) untuk Kau bayar berlipat ganda.&lt;br /&gt;Tetapi sebagai hamba, adalah kewajibanku untuk berharap. Maka biarlahkanlah aku berharap kepada-Mu tanpa kata-kata, dengan cara yang hanya Engkau yang mengetahui.&lt;br /&gt;Ya Allah, keputusanmu pasti berlaku dan tak mungkin tertolak. Semua itu membuat setiap lidah yang pandai bicara menjadi kelu dan bisu. Berharap bahwa aku tak punya keinginan lagi, selain keinginanMu. Karena, Tuhanku, adakah yang tersisa dari orang yang kehilangan-Mu, dan, adakah yang tersisa dari orang yang menemukan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai zat yang merasakan manisnya munajat kepada para kekasih-Nya sehingga mereka bersimpuh mesra di hadapan-Nya. Kebingungan ini sangat mengasyikkan, Maka tambahkan lagi kebingungan itu untukku…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6323856954625767815?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6323856954625767815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/07/bagaimana-mungkin-lidahku-kelu-tidak.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6323856954625767815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6323856954625767815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/07/bagaimana-mungkin-lidahku-kelu-tidak.html' title='Bagaimana Mungkin? Lidahku kelu, tidak bisa lagi berdoa'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-3749708356908506712</id><published>2011-06-21T22:51:00.001+08:00</published><updated>2011-08-09T11:15:02.561+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kanak-kanak Genius di Zaman Kegemilangan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saiyidina Umar Al-Khattab sedang berjalan di satu lorong di tepi kota Madinah. Sekumpulan kanak-kanak sedang bermain, di antaranya ialah Abdullah bin Zubair. Apabila melihat Saiyidina Umar, kanak-kanak itu bertempiaran lari, kecuali Abdullah. Apabila Saiyidina Umar tiba di tempat itu, beliau pun bertanya, "Mengapa engkau tidak lari seperti anak-anak lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Zubair yang masih budak itu menjawab secara spontan, "Saya tidak melakukan apa-apa kesalahan. Mengapa saya mesti lari daripadamu? Jalan ini pun sesungguhnya tidak sempit sehingga saya terpaksa melapangkan ruang untuk Amirul Mukminin berjalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu ketika yang lain, iaitu semasa pemerintahan Bani Abasiyah Khalifah Al Makmum, khalifah ketika itu, memasuki kutubkhanah negara. Dia melihat ada seorang budak sedang membaca buku dan di celah cuping telinganya terselit sebatang pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Makmum bertanya, "Siapakah engkau ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budak itu menjawab, "Saya adalah tunas baru yang tumbuh dalam kerajaanmu yang sedang bersenang-lenang dengan keadilan pemerintahanmu dan saya bersedia untuk berkhidmat kepadamu. Nama saya Al Hasan bin Raja'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu awal pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, telah datang berbagai-bagai rombongan dari seluruh pelusuk negara untuk menyatakan taat setia kepadanya. Satu rombongan dari Hijjaz tiba, dan seorang kanak-kanak yang baru berusia 11 tahun tampil ke hadapan untuk bercakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Abdul Aziz berkata, "Berundurlah engkau dahulu, biarlah orang yang lebih tua daripadamu bercakap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budak itu menjawab sopan dengan berani, "Semoga ALLAH kekalkan pemerintahan Amirul Mukminin! Sebenarnya manusia itu dinilai dengan dua yang paling kecil pada dirinya, iaitu hari dan lidahnya. Jika ALLAH mengurniakan padanya lidah yang petah, hati yang kuat ingatan, maka sudah tentulah dia yang berhak bercakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Amirul Mukminin, sekiranya semua perkara diukur dengan umur, nescaya di kalangan umat ini ada orang yang lebih berhak daripadamu untuk memegang jawatan khalifah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Ibnu Aziz sangat terharu dengan jawapan anak kecil itu. Demikianlah tiga contoh bagaimana tangkas, bijak dan beraninya anak-anak genius di zaman kegemilangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia genius mempunyai pengaruh yang besar dalam masyarakat. Fikirannya mampu mengubah dunia. Nabi Muhammad, seorang genius, telah berjaya mengubah bangsa Arab menjadi satu bangsa yang gagah, berakhlak dan bertamaddun hanya dalam jangka masa 23 tahun sahaja. Tempoh itu sangat pendek, sehingga seorang professor di Universiti Vienna, Dr. Chevrel berkata, "Belum tentu Eropah dapat mencapai apa yang dibuat oleh Nabi Muhammad walaupun terpaksa mengambil masa selama 2,000 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kekuatan yang ada pada manusia genius. Dunia tidak dapat diubah oleh tenaga ribuan manusia, tetapi dapat diubah oleh fikiran seorang daripadanya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-3749708356908506712?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/3749708356908506712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/kanak-kanak-genius-di-zaman.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3749708356908506712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/3749708356908506712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/kanak-kanak-genius-di-zaman.html' title='Kanak-kanak Genius di Zaman Kegemilangan Islam'/><author><name>Nadzirah Hamzah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-QDLhBdU7qwQ/To6ip017qnI/AAAAAAAACaE/mW1O5uMgvWE/s220/durun%2Bnafis%2Brose.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5192174552221965651</id><published>2011-06-16T21:22:00.005+08:00</published><updated>2011-08-09T11:15:20.704+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Takabur - Memandang Pada Diri Sendiri</title><content type='html'>Tidakkah anda terfikir, bahawa Iblis - yang dilaknati Allah - itu memandang kepada dirinya, lalu berkata mengenai Adam: Aku lebih mulia daripadanya! Lantaran itu ia telah dilaknati Allah dan dihalauNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami membentuk rupa kamu, kemudian Kami berfirman kepada malaikat-malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", lalu mereka sujud melainkan Iblis, ia tidaklah termasuk dalam golongan yang sujud.&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Apakah penghalangnya yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah."&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Turunlah engkau dari Syurga ini, kerana tidak patut engkau berlaku sombong di dalamnya; oleh sebab itu keluarlah, sesungguhnya engkau dari golongan yang hina" (Al-Baqarah: 11-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dgn Firaun, dia memandang kepada kerajaannya, lalu berkata: Bukankah aku ini raja yang memiliki negeri Mesir? Maka Allah telah menenggelamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Firaun pula menyeru (dengan mengisytiharkan) kepada kaumnya, katanya: "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan negeri Mesir ini - akulah yang menguasainya, dan sungai-sungai ini mengalir di bawah (istana) ku? Tidakkah kamu melihatnya? (Az-Zukhruf: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Qarun pula, memandang kepada harta kekayaannya, lalu berkata: Semua harta kekayaan ini, aku sendiri yang meraihnya dengan kepandaiku sendiri! Lalu Allah memerintahkan bumi supaya menelannya dengan segala harta kekayannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun menjawab (dengan sombongnya): "Aku diberikan harta kekayaan ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku" (Al-Qasas: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat yang lain Allah menunjukkan sifat manusia yang takabur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, dia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah dia (dengan sombongnya): Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku. (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah dia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu). (Az-Zumar: 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian ahli Tasawuf telah menceritakan, bahawa seorang anak muda menggantungkan tangannya pada kelambu Ka'abah, dia berkata:&lt;br /&gt;"Tuhanku, tidak ada bagi Kau Tuhan yang lain, maka perlu didatangi. Tidak ada yang kuasa terhadap Engkau ada yang kuasa terhadap Engkau maka perlu diminta bantuannya. Jika aku taat kepada Engkau maka adalah dengan kurnia Engkau dan kepunyaan Engkau nikmat-nikmat yang dilimpahkan atasku. Jika aku durhaka kepada Engkau maka dengan keadilan Engkau dan milik Engkau alasan-alasan yang diberatkan ke atasku. Maka demi penetapan alasan Engkau yang dihadapkan ke atasku dan putus alasanku di sisi Engkau, tidak ada jalan lain selain Engkau ampunkan dosaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah penghayatan yang dihayati oleh hamba Allah yang telah demikian kenal kepada Allah, bathinnya mengakui dan menghayati bahawa dia fakir dan miskin kepada Allah, meskipun dia kaya. Bathinnya mengakui dan menghayati bahawa dia sangat hina dan dina terhadap Allah, meskipun dia mempunyai kekuasaan dan kerajaan yang agung dan hebat di mata manusia. Sebab dia merasa megah dalam status kehambaan, lahir dan bathin, terhadap Allah s.w.t. Itulah yang dijaganya dan dipeliharanya. Dan itulah yang sentiasa menjadi pakaiannya lahir dan bathin. Sebab kekayaan lahiriah yang ia punyai, pangkat yang tinggi dan kekuasaan yang ada padanya, dia melihat dengan penghayatan bathin, bahawa semuanya itu tidak lebih dari sekadar pinjaman Allah s.w.t atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh kerana Allah menguasai segala-galanya, maka) Wahai umat manusia, kamulah yang sentiasa berhajat kepada Allah (dalam segala perkara), sedang Allah Dia lah sahaja Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji. Jika Ia mahu, nescaya Ia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru. Dan (perlaksanaan) yang demikian itu tidaklah sukar bagi Allah. (Fathir: 15-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallauhu'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5192174552221965651?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5192174552221965651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/takabur-memandang-pada-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5192174552221965651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5192174552221965651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/takabur-memandang-pada-diri-sendiri.html' title='Takabur - Memandang Pada Diri Sendiri'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6755747335040441802</id><published>2011-06-08T21:21:00.024+08:00</published><updated>2011-08-09T11:15:32.007+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>24 jam Ibadah</title><content type='html'>Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik ibadah itu adalah untuk keredhaan Allah dalam setiap masa, sesuai untuk waktu yang tertentu, iaitu boleh kita fahami di sini ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik ibadah ketika waktu &lt;b&gt;jihad&lt;/b&gt; adalah jihad, sehingga walaupun meninggalkan bacaan wirid dan solat malam serta puasa sunnah siangnya. Dan sebaik-baik ibadah waktu &lt;b&gt;kedatangan tetamu&lt;/b&gt; ialah melayan mereka dengan sebaiknya, sebagaimana yang disuruh &amp;nbsp;oleh Islam, begitu juga layanan kepada isteri dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebaik-baik ibadah sewaktu &lt;b&gt;medidik dan mengajar&lt;/b&gt; ialah menumpukan sepenuhnya pada pengajaran dan pendidikan. Dan sebaik-baik ibadah pada waktu &lt;b&gt;Azan&lt;/b&gt; ialah menjawab bacaan Azan serta meninggalkan bacaan wirid ketika itu. Dan sebaik-baik ibadah pada waktu &lt;b&gt;Solat Fardhu&lt;/b&gt; ialah bersungguh-sungguh melaksananya dengan sebaiknya dan khusyuk, dan mengerjakannya pada awal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik ibadah pula waktu &lt;b&gt;membaca Al Quran&lt;/b&gt; ialah memusatkan perhatian kepada memahaminya seolah-olah Allah Ta'ala berbicara kepadanya dan berazam melaksanakan suruhannya. Dan sebaik-baik ibadah waktu &lt;b&gt;wuquf di Arafah&lt;/b&gt; ialah berusaha dengan memperbanyakkan doa, dan zikir dan bukan dengan puasa yang melemahkan tugas ini. Dan sebaik-baik ibadah pada &lt;b&gt;10 hari pertama Zulhijjah&lt;/b&gt; ialah memperbanyakkan ibadah terutama bertasbih, bertakbir dan bertahmid, dan ianya lebih afdhal dari berjihad yang bukan fardhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik ibadah pula pada &lt;b&gt;10 malam terakhir Ramadhan&lt;/b&gt; ialah beriktikaf di masjid tanpa mencampuri hal urusan manusia, dan ianya lebih baik daripada mengajar pada pendapat sesetengan ulama. Dan sebaik-baik ibadah ketika &lt;b&gt;saudaranya sakit atau meninggal&lt;/b&gt; ialah menziarahinya atau mengusung jenazahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebaik-baik ibadah pada setiap waktu ialah &lt;b&gt;menginginkan keredhaan Allah Ta'ala&lt;/b&gt; pada situasi waktu itu sendiri dan menjalankan kewajipan pada waktu itu. Sesungguhnya orang begini ialah golongan ahli ibadah yang bebas, dan bukan golongan ahli ibadah yang terkongkong dengan ibadah tertentu sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka golongan ahli ibadah yang bebas ini jika kita berada pada golongan ulama, kita akan melihatnya ada di sana. Jika kita melihat golongan ahli ibadah pula, kita akan melihatnya ada di sana, dan jika kita melihat golongan mujahid, dianya juga ada berada di sana bersama mereka. Jika kita melihat golongan ahli zikir, dia juga ada bersama mereka, dan jika kita melihat para dermawan, kita akan dapati dianya ada di sana. Maka manusia yang begini dinamakan ahli ibadah yang tidak terikat, iaitu yang tidak hanya ada pada golongan tertentu sahaja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesiapa yang berbaik dengan orang lain, Allah akan berbaik dengannya, dan sesiapa yang bersifat rahmat kepada orang lain, Allah akan akan bersifat rahmat kepadanya, dan sesiapa yang memberi manfaat kepada orang lain, Allah akan memberi manfaat kepadanya, dan sesiapa menutup keaiban orang lain, Allah akan menutup keaibannya, dan sesiapa yang menegah kebaikan orang lain, Allah akan menegah kebaikan kepadanya, dan sesiapa yang bermuamalah kepada orang lain dengan sifat tertentu, Allah akan bermuamalah dengannya sama dengan sifat itu di dunia dan di akhirat. Maka Allah Ta'ala dengan hambanya berdasarkan kelakuan hambanya kepada makhluk yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Kitab Bagaimana Mendapat Pahala Hidup 7000 Tahun&lt;br /&gt;Ustaz Haji Ahmad Haris Suhaimi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6755747335040441802?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6755747335040441802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/24-jam-ibadah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6755747335040441802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6755747335040441802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/24-jam-ibadah.html' title='24 jam Ibadah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-888060336746785161</id><published>2011-06-04T07:00:00.002+08:00</published><updated>2011-08-09T11:15:43.436+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Ketaqwaan Sayidina Umar Ibnu Aziz</title><content type='html'>1. Sebaik sahaja beliau diangkat menjadi khalifah, beliau pulang ke rumahnya dengan wajah cemas dan menemui isterinya lantas berkata: " Aku kini seperti memikul gunung. Segala beban umat sudah tertanggung ke atas aku. Aku sudah tiada masa lagi untuk bersama denganmu. Sekiranya kamu tidak sanggup demikian, nyatakanlah agar aku melepaskanmu secara baik. Andainya engkau ingin terus bersamaku, maka engkau adalah sebahagian dari diriku yang turut memikul beban umat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan isteri beliau, semenjak hari itu hingga wafatnya, tidak pernah tidur bersama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Khadam (pembantu) kepada Sayidina Umar Ibnu Abdul Aziz merasa hairan kerana di malam hari titisan air mata khalifah itu sering jatuh menimpanya yang tidur di pangkin bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila khadam itu bertanya kepada Sayidina Umar Ibnu Abdul Aziz beliau menjawab, "Amanah Allah SWT yang dikurniakan kepada diriku seperti anggota tubuh, anak isteri dan sedikit harta benda. Aku cemas kalau-kalau aku tidak dapat menjawabnya di hadapan Allah SWT. Betapalah kini aku sedang memikul beban dan tanggungjawab umat Muhammad, seluruh urusan umat ini Allah SWT akan tanya kepada aku satu persatu, bolehkah aku melelapkan mata, lantaran aku menanggung segala beban umat ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sayidina Umar Ibnu Abdul Aziz setiap minggu akan duduk berkumpul bersama para ulama untuk mendengar nasihat dan tarbiyah terutamanya dari kalangan ulama sufi. Kerana ulama sufi sering sahaja bercerita mengenai kehidupan akhirat. Di sini juga memperlihatkan betapa di zaman beliau para ulama sangat jujur dan berperanan mendidik masyarakat termasuk kepada pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang ulama sufi bercerita mengenai nasib tiap-tiap khalifah sebelumnya yang diperolehi melalui mimpi. Kata ulama tersebut: "Aku melihat dalam mimpi betapa Khalifah Abu Bakar melalui Siratal Mustaqim dan beliau melepasinya. Begitu juga aku melihat giliran Khalifah Umar r.a melalui Siratal Mustaqim dan beliau melepasinya dengan selamat. Diikuti pula oleh Khalifah Uthman dan beliau juga selamat. Khalifah Ali r.a juga aku lihat selamat melepasi Siratal Mustaqim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambungnya lagi: "Selepas itu aku lihat tiba pula giliran tuan untuk melalui Siratal Mustaqim..."&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja Khalifah Umar Ibnu Abdul Aziz berkata, "Aku bagaimana yang engkau lihat?"&lt;br /&gt;Ulama sufi itu dengan tenang bercerita, "Aku lihat tuan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis ulama sufi itu bercerita, tiba-tiba Sayidina Umar Ibnu Abdul Aziz menjerit, "Allahu Akbar" lalu beliau jatuh pengsan.&lt;br /&gt;Beberapa ketika selepas itu beliau kembali membuka matanya dan bertanya, " Terus ceritakan apa yang kamu lihat mengenai aku."&lt;br /&gt;Ulama sufi itu mengulangi lagi cerita mimpinya, "Apabila sampai giliran tuan, aku lihat..."&lt;br /&gt;Sekali lagi Sayidina Umar Ibnu Abdul Aziz jatuh pengsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beliau kembali membuka mata dan bertanya mengenai nasib dirinya ketika melalui Siratal Mustaqim, ulama sufi itu tidak mengulangi ceritanya seperti sebelum ini. Sebaliknya ulama sufi itu menjawab dengan ringkas sahaja, "Tuan selamat."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-888060336746785161?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/888060336746785161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/ketaqwaan-sayidina-umar-ibnu-aziz.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/888060336746785161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/888060336746785161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/ketaqwaan-sayidina-umar-ibnu-aziz.html' title='Ketaqwaan Sayidina Umar Ibnu Aziz'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5164881939722568825</id><published>2011-06-03T07:00:00.002+08:00</published><updated>2011-08-09T11:16:15.488+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Menentukan Cinta Kerana Allah</title><content type='html'>Cinta yang hakiki yang didasarkan kerana Allah semata-mata, ialah bila anda mencintai seseorang bukan kerana peribadinya, malah kerana kelebihan-kelebihannya yang bergantung dengan keakhiratannya. Misal cinta itu ialah: Seseorang yang mencintai gurunya sebab menerusi guru itu ia akan memperolehi ilmu pengetahuan yang akan memperbaiki amalannya. Sedang tujuan utama dari menuntut ilmu pengetahuan dan amalan yang baik itu, ialah keselamatan diri di Hari Akhirat. Inilah yang dikatakan antara contoh-contoh cinta kerana Allah semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal yang lain ialah: Seorang guru mencintai muridnya, sebab kepadanya guru itu dapat menurunkan ilmu pengetahuan dan dengan sebab itu pula guru itu memperoleh pangkat seorang pendidik atau guru. Orang ini juga, dikira cintanya kerana Allah semata-mata. Begitu pula orang yang bersedekah dengan harta bendanya kerana menuntut keredhaan Allah, atau orang yang suka mengundang tetamu di rumahnya, lalu menghidangkan berbagai-bagai makanan yang lazat, semata-mata kerana ingin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Kemudian lahirlah dalam diri orang itu perasaan sayang dan kasih terhadap tukang masaknya, kerana kemahirannya untuk menyediakan makanan-makanan yang lazat; cinta ini juga dikira sebagai cinta kerana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal lain lagi ialah misal seorang yang suka menyampaikan sedekah kepada orang-orang yang memerlukannya, maka perilakunya itu dikira sebagai cinta kerana Allah juga. Ataupun orang yang mencintai pekerja yang membantu mencuci pakaiannya, membersihkan rumahnya, dan memasak makanannya, yang mana dengan terlepasnya ia dari tugas-tugas ini, senanglah ia dapat menuntut ilmu atau membuat pekerjaan yang lain, sedang tujuan utama dari mempekerjakan orang itu semata-mata kerana melapangkan diri untuk memperbanyakkan ibadat, maka ia juga terkira pencinta kerana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ia mencintai seorang kerana orang itu mencukupkan keperluannya dari wang dan pakaian, makanan dan rumah dan lain-lain keperluan yang mesti untuk kehidupan di dunia, sedang maksud orang yang menderma itu ialah supaya ia dapat melapangkan diri untuk menuntut ilmu pengetahuan yang berguna, sambil melakukan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala maka cintanya itu dikira kerana Allah Ta’ala jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segolongan para Salaf Saleh yang terdahulu, sering segala keperluannya ditanggung oleh hartawan-hartawan yang murah hati. Jadi dalam hal ini, kedua-dua pihak tergolong pencinta-pencinta yang mencari keredhaan Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, jika seseorang itu menikahi seorang wanita yang salehah untuk melindungi dari godaan syaitan, serta memelihara agamanya, atau untuk menginginkan seorang anak yang saleh dari pernikahan itu, ataupun dia mencintai isterinya kerana menerusinya ia dapat sampai kepada tujuan-tujuan yang suci, seperti misal-misal yang disebutkan di atas tadi, maka ia adalah seorang pencinta kerana Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, jika seseorang itu dalam hatinya tersemat cinta kerana Allah dan dunia, seperti seorang yang mencintai guru yang mendidiknya, lalu ia pun mencukupkan segala keperluan guru itu di dunia dengan wang dan sebagainya, maka ia dikira orang yang mencintai kerana Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya, bukanlah dari syarat-syarat cinta kerana Allah Ta’ala itu, ia mesti tinggalkan semua nasibnya dari harta kekayaan dunia sama sekali, sebab para Nabi salawatullahi alaihim sering menyeru kita berdoa, agar Allah s.w.t. mencukupkan kedua-dua keperluan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.” (al-Baqarah: 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam doa yang ma’tsur berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah! Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku memohon daripadaMu kerahmatan yang dengannya aku boleh memperoleh pangkat kehormatanMu di dunia dan di akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kecintaan seseorang kepada Allah telah menjadi kukuh, niscaya akan muncul wataknya perasaan suka membantu dan menolong serta mengutamakan orang lain dari diri sendiri, bersedia untuk membelanjakan segala yang dimilikinya dari harta, jiwa dan nasihat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini manusia adalah berbeda menurut perbedaan darjat kecintaannya terhadap Allah azzawajalla. Ia akan dicuba dalam kecintaannya itu dengan berbagai-bagai percubaan yang bertalian dengan kepentingan-kepentingan dirinya, sehingga ada kalanya semua kepentingan itu sudah tidak ada yang tinggal lagi, semuanya telah dibelanjakan bagi kepentingan orang yang dicintainya itu, Terkadang-kadang ditentukan sebahagian untuk diri sendiri, manakala yang lain diberikan kepada orang-orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang juga, orang yang membahagikan harta kekayaannya kepada dua, satu bahagian untuk dirinya dan satu bahagian lagi untuk kekasihnya, ada yang memberikan sepertiga dari harta kekayaan, dan ada sepersepuluh dan seterusnya. Banyak atau sedikit wang yang dibelanjakan itu bergantung pada rasa cintanya terhadap orang itu, sebab tidak dapat ditentukan darjat cinta itu, melainkan dengan kadar harta yang dibelanjakan kepada para kekasihnya. Maka barangsiapa hatinya telah dipenuhi oleh rasq cinta kerana Allah, tidak ada benda-benda lain yang masih dicintakan lagi, selain dari cintanya kepada Allah semata-mata. Ketika itu tidak akan meninggalkan sesuatu benda pun dari harta kekayaannya, melainkan semuanya dibelanjakan kerana Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dalam misal ini, ialah Saiyidina Abu Bakar as-Siddiq (Khalifah Islam pertama), beliau telah menyerahkan puterinya Aisyah (untuk dikahwinkan kepada Rasulullah s.a.w. – pent), sedangkan aisyah itu cahaya matanya kemudian dibelanjakan semua harta bendanya kerana Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu disimpulkan, bahwasanya sesiapa yang mencintai seorang alim atau’ abid, ataupun dia mencintai penuntut ilmu pengetahuan atau orang yang sepanjang masanya beribadat atau membuat kebaikan, maka yakinlah bahawasanya ia mencintainya itu kerana Allah dan untuk Allah dan tentulah ia akan mendapat ganjaran pahala dan kurnia dari Allah Ta’ala menurut kadar kekuatan cintanya itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5164881939722568825?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5164881939722568825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/menentukan-cinta-kerana-allah.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5164881939722568825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5164881939722568825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/menentukan-cinta-kerana-allah.html' title='Menentukan Cinta Kerana Allah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-2657246907649239610</id><published>2011-06-02T12:00:00.002+08:00</published><updated>2011-12-01T20:07:39.736+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><title type='text'>Halusnya Rasulullah s.a.w Dalam Berdakwah</title><content type='html'>Perjuangan Islam itu sangat seni. Bukan semua orang nampak, sebab itu umat Islam huru hara di dunia ini. Berani dah ada, usaha gigih, mana ada umat Islam tak berjuang? semua gigih berjuang, ramai pula, tapi mana ada kejayaan? makin hina sebab berjuang tak ada seni. Sikit-sikit nak tembak orang, nak mengata orang, itu bukan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu halus, dia punya seni. Siapa boleh buat yg seni-seni itu yang boleh mengetuk fitrah orang, boleh orang senang, tengok sahaja dah jatuh hati. Itulah watak benda yang seni. Kalau kita berjuang tak seni, macam kita dengar orang pukul besi, dengar sahaja tak larat, fikiran perasaan serabut pasal tak seni. Berjuang yang tak seni pukul pahat sana sini, akhirnya sakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu seni. Tengok bagaimana seninya Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ke 1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari baginda bawa Sayidina Umar. Rasulullah tahu Umar ni siapa. Umar ni berani, jiwa kuat, sebelum masuk Islam dah pernah bunuh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari Baginda ajak Umar pergi tengah padang pasir, ikut jelah tak payah tanya, Rasulullah bawa ke satu lembah, wadi. Di situ ada bangkai unta, kuda, kambing, kepala manusia pun ada, tengkorak manusia pun ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kata, “hai Umar apa kau lihat di sini, ini tempat busuk, bangkai binatang ada, manusia pun ada. Dulu mana ada undang bunuh, tangkap, bicara mana ada, bunuh campak sahaja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Bila Sayidina Umar lihat ada bangkai binatang dan manusia di situ, dia berkata pada Rasulullah, “ini bangkai wahai Rasulullah, campur antara bangkai manusia dan binatang”.&lt;br /&gt;Rasulullah jawab, “inilah hakikat dunia, orang buru dunia senasib dengan yang kena buru”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seni. Mana ada tok guru yang ajar begini, kalau di masjid tok guru sekadar bersyarah , mana ada tok guru bawa murid lihat bangkai dan bersyarah depan bangkai tentang dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ke 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku juga di zaman Rasululah, orang-orang badwi yang baru peluk Islam, orang badwi ni tak faham adab, tak bertamaddun, walaupun dia masuk Islam tapi banyak lagi yg dia tak faham. Satu hari dia berada di masjid, dia kencing dalam masjid. Rasulullah ada sahabat-sahabat pun ada. Walaupun badwi itu juga seorang sahabat tapi dia baru dididik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat yang lain apabila melihat keadaan itu naik berang juga, sedangkan wahyu belum sempurna, sahabat ikut apa yg turun waktu itu. Banyak yang mereka tidak tahu lagi, sebab itu ada sahabat yang marah, sahabat nak bertindak. Tapi Rasulullah kata, “TAK APA, biarkan“. Kemudian Rasulullah yang cuci najis, buang, basuh, semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itukan seni. Rasul tak marah, jadi sahabat-sahabat lain yang menyaksikan perbuatan Rasulullah itu terpukullah. Rasulullah bukan sahaja tidak marah malah tolong basuhkan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macamana tak berjaya Rasulullah didik orang? Jadi sahabat-sahabat lain pun terpukul sama dan yang terkencing itu pun turut insaf. Rasulullah tak marah, dia basuh. Jadi kedua-duanya terdidik. Sahabat menjadi tahu teknik berdakwah, yang terkencing itu insaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Islam itu seni, kalau tak seni orang takkan boleh ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ke 3 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari Rasulullah bawa duit 2 dirham, baginda ke pasar. Di tengah jalan jumpa budak sedang menangis, rupanya dia adalah hamba pada seorang perempuan. Bila lihat budak itu menangis Rasulullah tanya mengapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budak itu jawab, “saya dibekalkan oleh tuan saya duit 2 dirham nak beli sesuatu, tapi duit itu dah hilang, itu yg saya takut. Biasanya kalau saya salah kena pukullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mendengarnya Rasulullah pun terus bagi duit pada budak itu. Setelah selesai membeli belah budak itupun balik, di tepi jalan Rasulullah jumpa lagi budak itu menangis lagi. Lalu Rasullah bertanya, “mengapa menangis? kan saya dah bagi duit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budak itu menjawab, “tadi saya menangis karena hilang duit, yang menangis kali ini karena saya terlewat nak balik, biasanya kena marahlah”. Lalu Rasullah berkata, “kalau begitu tak apalah, saya hantar”. Lalu Rasulullah pun hantarlah. Bila tuan dia tengok Rasulullah, dia pun malulah nak marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan seni tu? siapa boleh buat macam tu? Kita tengok budak tengah jalan compang camping tak pedulilah, menangis ke tak awak punya pasallah termasuk ulama. Itulah dakwah seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ke 4 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Hari Raya, Rasulullah nak ke masjid, dia lihat di tepi jalan ada budak-budak bermain-main dan ada sorang yang tak main tapi dia menangis, Rasulullah pun terus pergi kepada budak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat sensitif perasaannya, nampak pelik sikit dia terus tanya, “mengapa awak menangis ni, orang lain sedang suka-suka main-main”. Dia pun cerita, “saya sedih ayah dah mati mak saya kahwin lain, ayah tiri biarkan saya, hari ini hari raya saya tak dapat pakaian macam kawan-kawan lain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata Rasulullah? Rasulullah kata, “kau nak tak aku jadi ayah kau, dan Aisyah jadi mak kau?”. Budak itu setuju. Lalu Rasulullah terus bawa balik ke rumah dan bagi pakaian baru padanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-2657246907649239610?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/2657246907649239610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/halusnya-rasulullah-saw-dalam-berdakwah.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2657246907649239610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2657246907649239610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/halusnya-rasulullah-saw-dalam-berdakwah.html' title='Halusnya Rasulullah s.a.w Dalam Berdakwah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-2303980797249873201</id><published>2011-06-01T21:21:00.003+08:00</published><updated>2011-08-09T11:16:58.323+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Susahnya Menjaga Hati, Raja Diri</title><content type='html'>Susahnya menjaga hati. Sedangkan ia adalah tempat pandangan Allah. Ia merupakan wadah rebutan di antara malaikat dan syaitan. Masing-masing ingin mengisi. Malaikat dengan hidayah, syaithan dengan kekufuran. Bila tiada hidayah, ada ilmu pun tidak menjamin dapat selamat, sekalipun ilmu diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susahnya menjaga hati. Bila dipuji, ia berbunga. Terasa luar biasa. Bila dicaci, aduh sakitnya. Pencaci dibenci. Bahkan berdendam sampai mati. Bila berilmu atau kaya, sombong mengisi dada. Jika miskin atau kurang ilmu. Rendah diri pula dengan manusia. Adakalanya kecewa. Kemuncaknya putus asa. Pada takdir yang menimpa, kita susah untuk redha. Ujian yang datang, sabar tiada. Jiwa menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kelebihan orang lain, hati tersiksa. Kesusahan orang lain, hati menghina. Bahkan terhibur pula. Suka menegur orang, tapi bila ditegur hati luka. Aduh susahnya menjaga hati. Patutlah ia dikatakan raja diri. Bukankah sifat sombong pakaian Raja?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mudah menahan marah apabila orang marah kepada kita atau orang membuat kesalahan kepada kita. Bukan mudah tidak membalas terhadap orang yang menganiaya dan memfitnah kita. Sedangkan mereka menyusahkan kita, dan kita pun menderita dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menahan perasaan hati agar tidak berbunga ketika ada orang memuji kita. Apakah kita boleh menolak pujian itu dengan rasa hati bahwa kita tidak layak menerimanya? Tidak mudah, biasanya hati sedap dan berbunga rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita berhadapan dengan orang serba istimewa, ada yang kaya, berjabatan tinggi, tinggi ilmunya sedangkan kita orang biasa saja, biasanya kita inferiority complex dibuatnya, malu pun timbul. Dapatkah kita merasa biasa saja, tidak terasa apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting kita dengan Tuhan ada hubungan senantiasa, takut dan cinta. Terasa bahagia dengan Tuhan, rasa senang dengan-Nya yang lain tidak ada arti apa-apa. Apakah mudah hati kita menahan derita bila mendapat bala bencana? Tidak mudah, biasanya hati kita derita dibuatnya. Kita rasa kecewa, kita rasa orang yang malang hidup di dunia. Kita tidak dapat hubungkaitkan dengan hikmah dan didikan Tuhan kepada kita. Bahkan biasanya selalu saja buruk sangka dengan Tuhan yang melakukannya. Hati kita rasa bahwa tidak semestinya Tuhan menyusahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jugalah kalau kita orang istimewa, berilmu, berjabatan tinggi, kaya! Biasanya rasa megah datang tiba-tiba, sombong pun berbunga, mulailah kita menghina. Hidup kita pun mulailah berubah, sebelumnya beragama lupa agama. Kalau dahulu dapat bergaul dengan orang biasa, sekarang kawan kita golongan atas saja. Hendak bergaul dengan orang biasa seperti dahulu rasa jatuh wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hati manusia sentiasa berubah-ubah apabila berubah keadaan. Karena itulah kita disuruh berdoa: “Ya Allah tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, dan mentaati-Mu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-2303980797249873201?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/2303980797249873201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/susahnya-menjaga-hati-raja-diri.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2303980797249873201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/2303980797249873201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/06/susahnya-menjaga-hati-raja-diri.html' title='Susahnya Menjaga Hati, Raja Diri'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4354747041997695781</id><published>2011-05-24T07:25:00.001+08:00</published><updated>2011-08-09T11:17:15.091+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>3 Manusia Apabila Datang Nikmat</title><content type='html'>Manusia itu dalam kedatangan nikmat atas mereka adalah atas 3 bahagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang awam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang gembira dengan nikmat, bukan dari kerana yang menciptakannya dan yang menjadikannya, dan tetapi adalah dengan terdapat kesenangannya manusia pada nikmat itu, maka manusia yang semacam ini termasuk dari orang-orang yang lalai. Di mana terbenar ke atasnya firman Allah s.w.t: "Sehingga apabila gembira mereka itu dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami ambil tindakan (siksa) terhadap mereka secara tiba-tiba." (Al-An'am: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang Khawas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia gembira melihat nikmat-nikmat kerana melihat bahawasanya manusia melihat nikmat-nikmat itu merupakan nikmat yang yang datang dari yang mengirimnya dan merupakan nikmat yang datang dari yang menyampikannya (yakni Allah). Atas manusia ini benarlah firman Allah s.w.t: "Katakanalah: Dengan limpah kurnia dan rahmat Allah, maka dengan demikian itu hendaklah mereka bergembira. Itulah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Yunus: 58)&lt;br /&gt;Maka dapatlah difahami dari ayat ini bahawa orang khawas itu gembira dengan nikmat Allah, kurnia Allah, di antaranya yang paling utama ialah nikmat iman. Dan apabila mereka melihat nikmat Allah, maka menarik dirinya untuk ingat kepada Allah, maka ini adalah lebih baik daripada dunia yang mereka himpunkan dan mereka kumpulkan, tetapi mereka lupa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang Khawasul Khawas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang bergembira dengan Allah, serta tidaklah menyibukkan kepadanya nikmat-nikmat itu, baik lahiriah keenakannya nikmat dan juga bathin dari nikmat itu sendiri, bahkan yang bersangkutan disibukkan oleh pandangan bathin kepada Allah (seperti Maha Pemurah dan Maha Penyayang), jauh dari segala sesuatu selain Allah. Dan disibukkan pula oleh kebulatan hatinya terhadap Allah. Atas manusia ini firman Allah s.w.t: "Katakanalah: Allah! Kemudian biarkanalah mereka berlarut-larut dalam kesesatan mereka." (Al-An'am: 91)&lt;br /&gt;Maksud ayat ini apabila dikaitkan dengan maqam khawasul khusus, ingatlah Allah atas segala sesuatu, bahawasanya semua itu akan hancur dan tidak ada yang kekal selain Dia. Tinggalkanlah semua manusia itu bermain-main dan berlarut-larut di dalam khayalan lintasan hati mereka. Inilah yang menyebabkan hilang semuanya ini dalam hati mereka apabila hati mereka senang dalam keadaan asyik melihat Allah dan bermunajat dengan Allah.&lt;br /&gt;Maka adalah orang-orang Arif dalam segala hal-hal selalu dalam keadaan diliputi oleh kebesaran Allah dan sifat-sifat keagunganNya.&lt;br /&gt;"Dari Allah, Dengan Allah, Kerana Allah, Kepada Allah, Dalam rahmat Allah, Atas keredhaan Allah, Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah."&lt;br /&gt;Itulah perasaan mereka yang telah meliputi lahiriah dan batiniah mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4354747041997695781?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4354747041997695781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/3-manusia-apabila-datang-nikmat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4354747041997695781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4354747041997695781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/3-manusia-apabila-datang-nikmat.html' title='3 Manusia Apabila Datang Nikmat'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-8059352727832791051</id><published>2011-05-19T06:17:00.001+08:00</published><updated>2011-05-19T06:17:00.279+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Tawadhuk</title><content type='html'>Petua untuk melepaskan diri daripada bahaya takabur ialah:&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;1) Jika anda menemui orang jahil dan orang fasik, maka katakanlah (beritahu) pada diri anda sendiri iaitu: "Orang itu melakukan dosa kerana dia jahil, padahal aku ada ilmu kerana hajat Allah Ta'ala yang begitu tinggi terhadap diriku, tergamak melakukan dosa. Maka tidak syak lagi bahawa orang itu lebih baik (mulia) daripada aku."&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;2) Sekiranya anda ternampak kanak-kanak, maka katakanlah dalam hati anda iaitu: "Kanak-kanak ini kalau melakukan dosa tidak diseksa Allah Ta'ala. Tetapi, kalau aku melakukan dosa, diseksa Allah Ta'ala. Maka tidak syak lagi bahawa kanak-kanak itu lebih mulia daripada aku."&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;3) Jika anda menemui orang alim, maka anda katakan dalam hati anda iaitu: "Orang ini dikurniakan Allah Ta'ala ilmu, sedangkan aku tidak dikurniakan sepertinya. Maka tidak syak lagi bahawa orang alim lebih mulia daripada aku. Sepatutnya aku bersopan santun dihadapannya (merendah diri)."&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;4) Sekiranya anda menemui orang tua, maka katakanlah dalam hati anda iaitu: "Orang ini lebih tua daripadaku, tentu ilmunya pun banyak daripadaku kerana dia banyak melihat dan mendengar. Maka tidak syak lagi bahawa orang tua ini lebih mulia daripada aku."&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;5) Kalau anda ternampak semua binatang, maka dalam hati anda katakan iaitu: "Binatang ini tidak berdosa, tidak diseksa Allah Ta'ala. Sedang aku diseksa Allah Ta'ala kerana melakukan dosa. Maka tidak syak lagi bahawa binatang ini lebih mulia daripada aku."&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Keitika itu juga anda akan tahu dan sedar bahawa diri anda itu tidak memilki kemuliaan walau sezarah pun iaitu selepas anda merenung diri anda. Bahkan diri anda itu amat hina, serba kekurangan, bebal dan jahil daripada orang lain walaupun anda memiliki martabat yang tinggi, keturunan yang mulia, sangat alim dan bijak daripada orang lain.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-8059352727832791051?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/8059352727832791051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/tawadhuk.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8059352727832791051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8059352727832791051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/tawadhuk.html' title='Tawadhuk'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7606552095542781201</id><published>2011-05-18T15:14:00.003+08:00</published><updated>2011-08-09T12:09:06.019+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Mencari Allah Melalui CiptaanNya</title><content type='html'>Allah tidak mencipta sesuatu itu dengan sia-sia. Semua ada sebabnya. Semua ada gunanya. Semua ada hikmahnya. Terpulang kepada manusia untuk mencari sebabnya, gunanya dan hikmahnya itu. Allah hamparkan bumi ini dan mencipta segala sesuatu di dalamnya bukan semata-mata untuk manusia hidup dan berkembang biak di atasnya serta menggunakan segala khazanah kekayaan-Nya. Yang lebih penting, ia bertujuan supaya manusia dapat melihat secara zahir akan alam ciptaan Allah ini. Ia adalah bukti besar kepada manusia tentang wujudnya Allah. lah sebenarnya adalah dalil bagi mereka tentang adanya Allah.&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Demikian juga di antara sebab Allah mencipta sekelian alam. Bukan sahaja alam syahadah atau alam yang nyata ini yang boleh dilihat oleh manusia tetapi juga alam-alam yang lain. Alam itu adalah alamat atau tanda akan wujudnya Allah. Segala apa yang Allah cipta itu ialah alam. Alam itu ialah apa sahaja selain Allah. Hakikat kewujudan ini hanya ada dua. Satu Allah dan satu alam. Allah adalah Khaliq yang mencipta. Alam adalah makhluk yang dicipta. Ada alam maka sudah tentu ada Tuhan yang menjadikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Namun kebanyakan manusia hanya melihat tetapi mereka tidak nampak apa-apa. Kalaupun mereka nampak, mereka tidak dapat kaitkan alam ini dengan Tuhan. Penglihatan mereka hanya selapis sahaja. Manusia tidak dapat melihat apa yang di sebalik ciptaan Tuhan itu. Penglihatan mereka seolah-olah terlindung dan terhijab. Sama sahaja seperti mereka melihat lukisan yang cantik. Mereka terpegun dan memuji kecantikan lukisan itu dan mahu memilikinya. Tidak terbayang di fikiran mereka siapa pelukisnya. Sama juga seperti orang yang memakan hidangan yang sedap dan lazat. Dia mahu memakannya sehingga habis. Tetapi tidak terlintas di fikirannya siapa gerangan yang memasaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Manusia sebenarnya boleh melihat dengan berbagai cara. Pertama, dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata kepala&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Kedua, dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata akal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ketiga, dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata hati&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Tetapi jarang seseorang itu dapat melihat dengan ketiga-tiga mata ini. Kalau seseorang itu melihat hutan belantara dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata kepala&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, maka itulah yang dia nampak iaitu hutan yang tebal dan menghijau. Kalau dia melihat dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata akal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, maka dia akan nampak balak dan kayu-kayan yang boleh dijadikan bahan kekayaan. Kalau dia melihat dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata hati&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, dia akan nampak keagungan dan kehebatan Allah dan hikmah yang terkandung di dalam ciptaan hutan tersebut. Terasa di hatinya betapa hebatnya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Kalau seseorang itu melihat laut dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata kepala&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, maka itulah yang dia nampak iaitu air yang luas dan membiru serta ombak yang tidak henti-henti memukul pantai. Orang yang melihat dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata akal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;akan nampak ikan di dalamnya yang boleh ditangkap dan dijual. Orang yang melihat dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata hati&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;pula akan nampak kehebatan Tuhan dan hikmah dalam ciptaan laut yang begitu luas dan dalam, yang siapa-siapa pun tidak tahu apa rahsia yang tersimpan di dasarnya. Terasa betapa kerdilnya dia di hadapan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Siapa yang melihat dataran bumi dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata kepala&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, maka itulah sahaja yang dia nampak iaitu tanah dan batu-batan. Siapa yang melihat dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata akal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;akan nampak minyak, emas, intan berlian dan segala macam logam yang terkandung di dalam perutnya. Siapa yang melihat dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;mata hati&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;pula akan nampak hebatnya perbuatan Allah yang telah menghamparkan bumi ini untuk dihuni oleh manusia di mana manusia boleh hidup dan mengabdi diri kepada Allah. Terasa di hatinya betapa pemurah dan pengasihnya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Namun demikian, kebanyakan manusia buta mata hatinya. Mereka hanya nampak apa yang menguntungkan dan yang boleh memuaskan kehendak nafsu mereka sahaja. Mereka hanya terangsang dengan nilai dunia yang ada pada sesuatu ciptaan itu. Mereka tidak nampak Allah di sebalik ciptaan-Nya. Alam tidak membawa mereka kepada Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Hati mereka buta kerana jiwa mereka mati. jiwa mereka sudah tidak boleh berfungsi lagi. Mereka sudah tidak mempunyai rasa. Mereka tidak terangsang langsung dengan Akhirat. Mereka tidak ingin kepada Syurga. Mereka tidak takut kepada Neraka. Mereka tidak merasakan peranan Allah dalam hidup mereka. Mereka tidak rasa bahawa Tuhan itu wujud. Kalaupun mereka tahu yang Allah itu wujud, tetapi setakat tahu sahaja. Ia belum menjadi suatu keyakinan atau satu pegangan. Justeru itu, soal Tuhan diambil ringan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tidak ada rasa bertuhan. Apabila rasa bertuhan tidak ada, mereka pun tidak dapat merasakan bahawa mereka itu adalah hamba. Selagi jiwa mereka ini tidak dihidupkan, selagi itulah mereka akan hanyut di alam dunia mengikut arus yang akan membawa mereka kepada kelalaian, kesesatan dan kebatilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Berdoalah banyak-banyak dan buatlah kebajikan sebanyak mungkin agar Allah berkenan mencampakkan hidayah. Tanpa hidayah, manusia tidak akan dapat menjadi insan yang, tulin yang layak menjadi hamba dan khalifah Allah. Selepas hidayah barulah datang ilmu. Selepas ilmu baru boleh yakin dan faham. Setelah faham, barulah boleh beramal.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Setelah jiwa hidup, mata hati akan celik. Ketika itu, kita akan nampak apa-apa yang tersembunyi selama ini. Allah akan angkat hijab bagi kita. Akan terbongkar segala rahsia yang tidak pernah kita tahu sebelum ini. Hati akan mudah dengan kebenaran dan jinak dengan kebaikan. Keyakinan datang tanpa perlu difikir dan diakal-akalkan. Segalagalanya akan mudah difaham.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tuhan ada berfirman di dalam Al Quran, maksudnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;"Dan demi sesungguhnya! Kami telah mudahkan Al-Quran untuk menjadi peringatan dan pengajaran, maka adakah sesiapa yang mahu mengambil peringatan dan pelajaran (daripadanya)?"&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Al-Qamar: 17,22,32,40)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"&lt;em&gt;Dan demi sesungguhnya! Kami telah berulang-ulang kali menyebarkan hujah-hujah di antara manusia melalui Al-Quran supaya mereka berfikir (mengenalku serta bersyukur); dalam pada itu kebanyakan manusia tidak mahu melainkan berlaku kufur."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Al-Furqaan:50)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"(&lt;em&gt;Al-Quran ini) sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu (dan umatmu wahai Muhammad), -Kitab yang banyak faedah-faedah dan manfaatnya, untuk mereka memahami dengan teliti kandungan ayat-ayatnya, dan untuk orang-orang yang berakal sempurna beringat mengambil iktibar."(&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Saad : 29)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"&lt;em&gt;Maka adakah orang yang mengetahui bahawa Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu (wahai Muhammad) perkara yang benar, sama dengan orang yang buta matahatinya? Sesungguhnya orang-orang yang mahu memikirkan hal itu hanyalah orang-orang yang berakal sempurna."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Ar-R'ad : 19)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"&lt;em&gt;(Engkaukah yang lebih baik) atau orang yang taat mengerjakan ibadat pada waktu malam dengan sujud dan berdiri sambil takutkan (azab) hari akhirat serta mengharapkan rahmat Tuhannya? "Katakanlah lagi (kepadanya): "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran dan peringatan hanyalah orang-orang yang berakal sempurna."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Az-Zumar : 9)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"&lt;em&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayatayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai."&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Al-A'raaf: 179)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"Wallahu A'alam "&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7606552095542781201?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7606552095542781201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/mencari-allah-melalui-ciptaannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7606552095542781201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7606552095542781201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/mencari-allah-melalui-ciptaannya.html' title='Mencari Allah Melalui CiptaanNya'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7575749896278697803</id><published>2011-05-13T07:33:00.001+08:00</published><updated>2011-08-09T12:09:23.017+08:00</updated><title type='text'>Tafsir Talqin</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Peringatan Untuk Yang Hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Mahasuci Tuhan yang Engkau bersifat dengan Baqa' dan Qidam, Tuhan yang berkuasa mematikan sekalian yang bernyawa, Mahasuci Tuhan yang menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa yang baik dan siapa yang kecewa.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Mahasuci Tuhan yang menjadikan lubang kubur sebesar-besar pengajaran untuk menjadi iktibar kepada orang yang lalai, dan sebesar-besar amaran kepada orang yang masih hidup. Ingatlah! Bahawa sekalian mahluk Allah akan jahanam dan binasa, melainkan zat Allah Taala.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ialah Tuhan yang Mahabesar kuasa menghukum, manakala kita sekalian akan kembali menghadap hadirat Allah Taala.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Wahai fulan Bin fulan, wahai fulan Bin fulan, wahai fulan Bin fulan, hendaklah kamu ingat akan janji-janji Allah yang mana kamu ada bawa bersama-sama dari dunia ini. Sekarang kamu telah menuju masuk ke negeri Akhirat. Kamu telah mengaku bahawa tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah, dan bahawa senya Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ingatlah wahai fulan Bin fulan, apabila datang kepada kamu 2 orang malaikat sebagai wakil Tuhan yang menemui kamu, iaitu Mungkar dan Nakir, maka janganlah berasa gentar dan takut, janganlah kamu berdukacita dan risau serta janganlah kamu susah-hati dan terkejut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ketahuilah wahai fulan Bin fulan, bahawasanya Mungkar dan Nakir itu hamba Allah Taala, sebagaimana kamu juga hamba Allah Taala. Apabila mereka menyuruh kamu duduk, mereka juga akan menyoal kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Mereka berkata:-&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Siapakah Tuhan kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Siapakah Nabi kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Apakah agama kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Apakah kiblat kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Siapakah saudara kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Apakah pegangan iktikad kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan apakah kalimah yang kamu bawa bersama-sama kamu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Di masa itu hendaklah kamu menjawab soalan-soalan mereka dengan cermat dan sehabis-habis terang, tepat dan betul.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Janganlah berasa gementar, janganlah cuak dan janganlah bergopoh-gapah, biarlah tenang dan berhati-hati. Hendaklah kamu jawab begini:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Allah Taala Tuhanku, Muhammad nabiku, Islam agamaku, kitab suci Al-Quran ikutanku, Baitullah itu kiblatku, malahan solah lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat dan mengerjakan haji diwajibkan ke atas aku. Semua orang Islam dan orang yang beriman adalah saudara aku, bahkan dari masa hidup hingga aku mati aku mengucap: "La ila ha illallah Muhammad dur rasulullah".&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Wahai fulan Bin fulan tetapkanlah hatimu, inilah dia suatu dugaan yang paling besar. Ingatlah bahawa kamu sekarang sedang tinggal di dalam alam Barzakh, sehingga sampai satu masa kelak, kamu akan dibangunkan semula untuk berkumpul di Padang Mahsyar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Insaflah wahai fulan Bin fulan, bahawasenya mati ini adalah benar, soalan malaikat Mungkar dan Nakir di dalam kubur ini adalah benar, bangun dari kubur kemudian kita dihidupkan semula adalah benar, berkumpul dan berhimpun di Padang Mahsyar adalah benar, dihisab dan dikira segala amalan kamu adalah benar, minum di kolam air nabi adalah benar, ada syurga dan neraka adalah benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bahawasenya hari Kiamat tetap akan adanya, begitu juga Tuhan yang maha berkuasa akan membangkitkan semula orang-orang yang di dalam kubur.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Di akhirnya kami ucapkan selamat berpisah dan selamat tinggal kamu disisi Allah Taala. Semoga Tuhan akan memberi sejahtera kepada kamu. Tuhan jua yang menetapkan hati kamu. Kami sekalian berdoa mudah-mudahan Allah Taala menjinakkan hati kamu yang liar, dan Allah menaruh belas kasihan kepada kamu yang berdagang seorang diri di dalam kubur ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Mudah-mudahan Tuhan akan memberi keampunan dan memaafkan kesalahan kamu serta menerima segala amal kebajikan kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ya Allah Ya Tuhan, kami merayu dan bermohon kepada Mu supaya tidak disiksa mayat ini dengan kemegahan penghulu kami Muhammad SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Subhana rabbika rabbil izati amma ya sifun wassallamu alal mursalinwalham dulillahi rabbil alamin.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Al-Fatihah..&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Setiap yang bernafas, Pasti akan Mati "Kullu nafsin za iqatul maut"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Firman Allah swt, "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati dengan kesabaran."Surah Al-A'sr&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda: "Sampaikanlah pesanku walaupunpun satu ayat..."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Wallahua'lam&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/v2rsGJZVhmc&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/v2rsGJZVhmc&amp;color1=0xb1b1b1&amp;color2=0xcfcfcf&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7575749896278697803?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7575749896278697803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/tafsir-talqin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7575749896278697803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7575749896278697803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/tafsir-talqin.html' title='Tafsir Talqin'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-5574222500070710098</id><published>2011-05-10T07:21:00.002+08:00</published><updated>2011-08-09T12:09:36.870+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><title type='text'>Sesungguhnya manusia sangatlah tidak bersyukur...</title><content type='html'>Menurut ahli kebenaran, syukur merupakan kesadaran akan nikmat dengan jalan tunduk berserah diri. Allah memberi nama pada dirinya dengan Syukur yang berarti bahwa Allah membalas mereka yang bersyukur kepada-Nya. Adapun hakikat syukur menurut Imam Al Qusyairi adalah : “pujian bagi yang berbuat baik dengan menyebut kebaikannya.” Maka Allah swt adalah Maha Syukur berarti pujian-Nya atas hamba-Nya yang tidak terhitung. Melimpahkan syukur itu adalah sifat-Nya dan Dia-lah pemberi pahala yang tidak terhitung, sekalipun ketaatan hamba-Nya tidak seberapa memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para arif berkata : “Hanya sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang bersyukur” (QS Saba’ [34] : 13) yang berarti “sedikit sekali orang yang dapat menyaksikan bahwa nikmat itu datang dari Allah; hakikat syukur itu adalah keghaiban dari menyaksikan nikmat karena penyaksian kepada Sang Maha Pemberi Nikmat. Manusia biasanya baru bersyukur ketika ia menerima atau berhadapan denngan kenikmatan yang dirasa istimewa. Tetapi ia melupakan kenikmatan-kenikmatan yang biasa ia terima sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahui olehmu, bermula lafaz 'KURNIA' itu adalah sesuatu yang menunjukkan pemberian atau anugerah yang diberikan oleh pemberi kepada seseorang. Kurnia juga dikaitkan dengan sesuatu yang membawa makna 'nikmat' kerana lazimnya orang yang mendapat pemberian anugerah daripada seseorang akan merasai bahawa itu adalah satu nikmat. Tidak hairanlah kerana kecenderungan untuk mendapat sesuatu nikmat memang dari sifat fitrah makhluk manusia. Biasanya ia akan disusuli dengan ucapan/perbuatan terima kasih atau bersyukur sebagai respon kepada kurnia yang diperolehinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurnia digunapakaikan mengikut tiga pengertian berdasarkan tingkat kefahaman/keimanan seseorang iaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Pengertian mengikut kebanyakan orang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mentafsirkan Kurnia berdasarkan kepada kebendaan semata-mata. Bila mendapat rezeki harta benda yang banyak, kejayaan dalam usaha, peningkatan dalam status kehidupan seperti pangkat, berupaya memiliki apa yang dihajati mereka akan menyambutnya dengan gembira dan ceria sekali hinggakan ada yang menzohirkan kesyukurannya dengan majlis kenduri, parti dan sebagainya. Sebaliknya bila rezeki kurang, gagal dalam usaha, kehidupan dunia merosot mereka akan menganggap sebagai tiada kurnia dari Allah lagi. Mereka akan rasa sedih, resah dan ada yang menterjemahkannya sebagai satu bala atau musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini memahami kurnia mengikut apa yang diburu oleh kebanyakan orang[ahli dunia]. Mereka akan merasa susah dan penat untuk mendapat sesuatu kurnia kerana terikat dengan keinginan nafsu mereka yang sentiasa mendapatkan sesuatu yang lebih. Mereka banyak bergantung kepada syahwat mereka. Jika keyakinannya seperti demikian, maka ia telah menyekutukan Allah secara terang-terangan. Orang yang demikian termasuk orang yang lalai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Firman Allah telah menegaskan kepadanya :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kemudian apabila mereka melupakan apa yang telah diperingatkan mereka dengannya, Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu segala kemewahan dan kesenangan, sehingga apabila mereka bergembira dan bersukaria dengan segala nikmat yang diberikan kepada mereka, Kami timpakan mereka secara mengejut (dengan bala bencana yang membinasakan), maka mereka pun berputus asa (dari mendapat sebarang pertolongan). (QS Al An’aam : 44).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pengertian mengikut sebilangan orang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan merasa senang dan bertuah bila dapat merasai manis dalam ibadat. Sebaliknya bila timbul rasa segan dan pahit dalam ibadat mereka, mereka bersedih dan menyesali di atas kesalahan dan taksir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini memahami kurnia dengan menilik kepada apa yang dikurniakan tetapi tidak melihat kepada Yang Mengurniakan. Ini adalah kerana mereka suka pada 'makhluk' [sesuatu selain dari Allah] dengan melupakan Yang Haq. Mereka ini pun akan merasa susah dan perit untuk mendapat sesuatu kurnia dari Allah kerana merasakan banyak pantang larang yang perlu dijaga untuk menjaga ibadat mereka. Mereka masih lagi bergantung dengan amalan mereka(makhluk} sendiri dengan melupakan Allah Yang Maha Pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus : 58)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Pengertian mengikut beberapa orang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini melihat dan mentafsir sesuatu itu mengikut maksud dan makna yang tersirat. Mereka memandang sesuatu itu dengan pandangan 'Ainul Basyirah' atas jalan "Tafakur" yang seterusnya menterjemahkannya dengan 'Muraqobah'[mengintai-intai perbuatan, sifat, asma Allah] yang hasil daripada gabungan tersebut. Mereka melihat dan memahami kurnia itu adalah semata-mata dari Allah. Umpama seorang petani yang dhoif yang mendapat satu hadiah daripada seorang Raja yang mulia. Hadiah itu bukanlah menjadi nikmat kepadanya tetapi Ingatan Raja itu kepadaNya. Betapa bererti padanya ingatan raja kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan hatinya jelas melihat dan kadang-kadang menyaksikan betapa Allah sentiasa mengurniakannya Nur Makrifat untuk membolehkan dia sentiasa memandang dan melihat betapa hukum Allah sentiasa diluluskan ke atasnya. Sama pandangannya sama ada puji manusia, kutukan manusia,bala, taat, sakit, gembira, takut dan sebagainya semuanya datang dari Kehendak dan Kuasa Allah melalui Tajali(penzhohiran) sifat KurniaNya yang jelas tertancap pada mata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan ini melihat atau menyaksikan kurnia Allah dalam bentuk-bentuk penzhohiranNya yang Mutlak. Tidak lepas sesuatu melainkan Allah meliputi tiap-tiap sesuatu. Mereka melihat Allah dalam tiap-tiap sesuatu dan mereka telah sampai kepada hakikat Syukur kerana hakikat Syukur itu ialah melihat kepada yang memberi bukan kepada apa yang diberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Allah, kemudian biarkanlah mereka berlarut-larut dalam kesesatan mereka." (QS Al An’aam: 91)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Daud. katakanlah kepada orang-orang yang jujur : Hendaklah mereka bergembira dengan-Ku, hendaklah mereka merasakan nikmat dengan mengingatku. (Jami’, Nafahat hlm 336)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana itu tidaklah payah[malahan mudah] untuk mendapatkan kurnia Allah pada orang-orang yang selalu bersyukur bahkan mereka sentiasa tenggelam dalam lautan kurnia Allah Yang Maha Pemberi. Ketika kita bersyukur, maka kebaikanmu sebagai hamba adalah kepatuhanmu kepada Allah, sedangkan kebaikan Allah kepadamu adalah memberikan rahmat kepadamu, dengan menjadikannya mampu bersyukur kepada-Nya. Bersyukur atas kemampuan-untuk-bersyukur adalah lebih lengkap daripada bersyukur saja. Inilah nikmat besar. Bukankah banyak orang yang berlimpah kenikmatan tetapi tidak mampu bersyukur? Mungkin satu hari nanti kita akan sampai di satu tahap, di mana kita bersyukur atas kesyukuran itu, dan kemudian bersyukur terhadap kesyukuran atas kesyukuran itu sampai tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ingatlah tatkala Tuhan kamu memberitahu : “Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya aku akan tambahi nikmatku kepada kamu dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amat pedih”. (Ibrahim : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ia telah memberi kepada kamu sebahagian dari tiap-tiap apa jua yang kamu hajati. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah nescaya lemahlah kamu menentukan bilangannya. Sesungguhnya manusia (yang ingkar) sangat suka menempatkan sesuatu pada bukan tempatnya lagi sangat tidak menghargai nikmat Tuhannya. (Ibrahim: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkannya kepada kamu), tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Al-Nahl: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah sentiasa melimpah-limpah kurniaNya kepada manusia (seluruhnya), tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.(Al- Baqarah: 243)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah sangkaan orang-orang yang mengada-adakan kata-kata dusta terhadap Allah, (tidakkah mereka akan diazabkan) hari kiamat kelak? Sebenarnya Allah jualah yang melimpahkan kurnia kepada manusia (meliputi rezeki pemberianNya dan hukum-hukum Syarak yang diturunkanNya), tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur. (Yunus: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demi sesungguhnya! Jika Kami rasakan manusia sesuatu pemberian rahmat dari Kami kemudian Kami tarik balik pemberian itu daripadanya, mendapati dia amat berputus asa, lagi amat tidak bersyukur. (Hud: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap seorang yang khianat, lagi tidak bersyukur. (Al-Hajj: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia lah yang menghidupkan kamu, kemudian Ia mematikan kamu, kemudian Ia menghidupkan kamu semula. Sesungguhnya manusia sangatlah tidak bersyukur. (Al-Hajj: 66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad) sentiasa melimpah-ruah kurniaNya kepada umat manusia seluruhnya tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur. (An-Naml: 73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berapa banyak Kami binasakan negeri-negeri yang penduduknya telah berlaku sombong dan tidak bersyukur dalam kehidupannya (yang serba mewah dan senang lenang). Maka itulah dia tempat-tempat tinggal mereka terbiar tidak didiami orang sesudah mereka (dibinasakan), kecuali sedikit sahaja dan sesungguhnya Kamilah yang mewarisi mereka. (Al-Qasas: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu berehat padanya, dan menjadikan siang terang-benderang (supaya kamu berusaha). Sesungguhnya Allah sentiasa melimpah-limpah kurniaNya kepada manusia seluruhnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (Ghaffir: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Tuhannya. (Al-'Aadiyaat: 6)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-5574222500070710098?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/5574222500070710098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/sesungguhnya-manusia-sangatlah-tidak.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5574222500070710098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/5574222500070710098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/sesungguhnya-manusia-sangatlah-tidak.html' title='Sesungguhnya manusia sangatlah tidak bersyukur...'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6088254385622388495</id><published>2011-05-08T08:18:00.003+08:00</published><updated>2011-08-09T12:09:56.215+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Syukur Atas Kesyukuran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tiga macam gambaran tingkatan As-Siddiqin yang dapat kita fahami dari contoh 3 orang lelaki yang datang kepada Raja dan bagi setiap orang dari tiga orang itu, Raja memberikan mereka seekor kuda dan sebilah pedang.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Lelaki pertama: Aku sangat senang mendapatkan kuda ini. Aku dapat naik kuda ke mana saja untuk kepentingan-kepentingan. Dengan kuda serta pedang ini pula aku dapat memerangi musuh. Orang ini senang dengan kudanya dan juga dengan pedangnya, kerana maksudnya-maksudnya dapat tercapai dengannya. Tetapi tidak ada di dalam hatinya rasa cinta kepada yang memberikan kuda itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Lelaki kedua: Dengan kuda dan pedang ini dapat aku memanfaatkan untuk berkhidmat kepada Raja. Aku dapat ziarah kepadanya dan aku dapat berjuang untuk menghadapi musuh. Dia bergembira dengan kuda dan pedang itu kerana dengannya dia dapat membantu keperluan, hajat dan cita-cita Raja. Dan tidak tergambar sedikit pun di dalam hatinya kepentingan-kepentingan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Lelaki ketiga: Setelah menerima kuda dan pedeng dari Raja, hatinya berkata. Raja cinta kepadaku dan menghormati daku, sehingga dia memberi padaku hadiah-hadiah ini. Ini semua adalah perhatian dari Raja terhadapku supaya hatiku sentiasa mengingatkan dan tidak lupa kepadanya. Inilah kegembiraanku dan kesenanganku yang luar biasa. Tidak ada kegembiraan dan kesenangan bagiku yang dapat menyamai kegembiraan dan kesenangan ini. Maka kegembiraan lelaki ketiga ini menunjukkan bagaimana kecintaannya, penghormatannya dan kekagumannya kepada Raja. Sehingga bila-bila saja dan di mana saja, hatinya sentiasa tidak dapat terpisahkan lagi dari Raja yang dicintai dan kagumi itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="color: #993399;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Diriwayatkan bahawa Musa a.s. pernah berkata: Ya Tuhanku! Bagaimanakah boleh saya menunaikan kesyukuran nikmatMu? Dan bagiMu atas tiap-tiap rambut ada dua nikmat yang mesti aku syukuri?! Berfirman Tuhan kepada Musa: Hai Musa! Jika sekiranya engkau telah merasa bahawa engkau tidak mampu untuk mensyukuriKu, maka itu tandanya engkau sudah mensyukuriKu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan dikatakan bahawa sesungguhnya Allah s.w.t telah mewahyukan kepada Nabi Daud a.s.: Syukurilah nikmatKu yang Aku berikan kepadaMu! Maka menjawab Daud: Illahi! Bagaiman boleh saya mensyukuriMu, sedangkan syukurku kepadaMu atas segala nikmat itu adalah sebesar-besar nikmat atasku? Maka Allah s.w.t mewahyukan kepadanya: Jika engkau sudah mengetahui yang demikian, maka jadilah engkau orang yang paling bersyukur kepadaKu dari semua hamba-hambaKu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Berkata Muhammad bin As-Sammak r.t.: Ingatlah kepada siapa yang telah mengingatimu sebelum engkau mengingatinya, dan cintanya kepadamu sebelum cintamu kepadanya, dan tiada engkau mengingatinya melainkan dia telah lebih dahulu mengingatimu, dan tiada engkau mencintainya, melainkan kerana dia telah terlebih dahulu mencintaimu!&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Abu Yazid Al-Bustami berkata: Aku telah keliru pada permulaan fikiranku tentang 4 macam:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;1) Aku mengira bahawa aku yang mengingatiNya, kemudian aku sedar bahawa Dialah yang jauh sebelumnya mengingatiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;2) Aku mengira bahawa aku yang mengenalNya, kemudian aku sedar bahawa Dialah yang jauh sebelumnya mengenalku.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;3) Aku mengira bahwa aku yang mencintaiNya, kemudian aku sedar bahawa Dialah yang jauh sebelumnya mencintaiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;4) Aku mengira bahawa aku yang menghendakiNya, kemudian aku sedar bahawa Dialah yang jauh sebelumnya menghendakiku.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Allah s.w.t Maha Awal dalam segala-galanya. Maha Awal pada mengingat makhlukNya dengan kebaikan rahmatNya berupa nikmat-nikmatNya bersamaan dengan kehendakNya pada zaman azali menciptakan wujud makhlukNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sidi Syeikh Abul Hasan As-Syadzili r.t. pernah berkata: Pada suatu hari ketika saya dalam pengembaraanku di padang pasir, saya bermunajat: Ilahi! Bilakah masanya boleh saya menjadi seorang hamba yang bersyukur? Tiba-tiba saya mendengar suatu suara berbicara kepadaku: Bila engkau menganggap dirimu sajalah dikurniakan nikmat, tiada yang lain. Saya terus menjawab suara itu: Ilahi! Bagaimana boleh saya menganggap diriku sahaja yang dikurniakan nikmat, padahal Engkau telah mengurniakan nikmat ke atas para Anbiya', ulama' dan juga ke atas para raja dan penguasa? Tiba-tiba saya mendengar lagi jawapannya, katanya: Kalau tidak ada para Anbiya' tentulah engkau tiada mendapat petunjuk, kalau tidak ada para ulama' tentulah engkau tiada menemui orang yang boleh diikut, dan kalau tidak ada para raja dan penguasa tentulah hidupmu tidak aman, bukankah semua itu adalah nikmat daripadaKu?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Seperti pada munajat Al Hasan bin Ali kepada Allah sambil bertelakan pada sebuah tiang (saking beratnya munajat ini) : “Tuhanku, Engkau telah memberi nikmat aku, namun tidak Engkau dapati aku bersyukur. Engkau telah mengujiku, namun tidak Engkau dapati aku bersabar. Namun Engkau tidak mencabut nikmat karena aku tidak bersyukur, dan tidak menurunkan bencanamu padaku ketika kutinggalkan kesabaran. Tuhanku, tidak ada yang datang dari Yang Maha Pemurah, kecuali kemurahan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Benarlah apa yang dikatakan Asy-Syibli bahwa : “Syukur adalah kesadaran akan Sang Pemberi Nikmat, bukan memandang nikmat itu sendiri.”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sebab itu orang salihin selalu memperinci nikmat-nikmat Allah Ta'ala dengan amalan-amalan kebaikan yang dilakukannya. Memanglah kenikmatan dan kekurniaan Allah itu tiada dapat dihitung banyaknya, namun begitu bila manusia hendak menghitung amalannya berbanding dengan kenikmatan yang diterimanya dari Allah Ta'ala akan binasalah dia. Sebab itulah ramai dari orang-orang saleh sentiasa hidup dalam keluhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Orang yang bersyukur adalah orang yang bersyukur atas apa yang ada (diberi), sedangkan orang yang sangat bersyukur adalah orang yang bersyukur atas apa yang tidak ada (tidak diberi). Pujian hanya bagi Allah terhadap apa yang diberikannya, dan syukur atas apa yang diperbuat oleh-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Jadilah manusia abdan syakuro (hamba yang pandai bersyukur) karena “Jika engkau bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat-Ku) padamu” (QS Ibrahim : 7)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ingat baik-baik kalimat ini, “Siapa tidak mensyukuri nikmat berarti menginginkan hilangnya, dan siapa mensyukurinya berarti telah secara kuat mengikatnya.” Dan bagi mereka yang sungguh mengenal bahwa Allah adalah al-Syakur, hendaknya bersungguh-sungguh dalam bersyukur kepada-Nya; tidak pernah berhenti sesaatpun untuk memuji-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Berkata penyair;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Betapakah gambaran bersyukur kepadaNya&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;sedangkan syukur itu satu nikmat&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;meskipun zaman berturut dan umur bersambung&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Berkata penyair lain;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bagimu Tuhan kami segala puji atas setiap nikmat&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sebahagian nikmat-nikmat itu, kataku puja dan puji untukMu&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tidak ada puji selain Engkau kurniai nikmat&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Maha Suci Engkau, tidaklah kuat hamba atas memujinya&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Rasulullah s.a.w pernah berdoa sebagai suatu pengakuan dari baginda akan tidak upayaannya hendak menunaikan sepenuh kesyukuran kepada Allah Ta'ala: "Ya Allah, aku berlindung dengan keredhaanMu daripada kemurkaanMu, dengan kemaafanMu daripada siksaanMu, dan aku berlindung denganMu daripada tidak mampu memujiMu seperti Engkau memuji diriMu sendiri."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;(Alhamdulillahi rabbil 'Aalamin hamdan yuwafiini 'amahu wa yukaafi umazidah) "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, suatu pujian yang meliputi kesemua nikmat-nikmatNya dan mencukupi semua tambahan daripadaNya. (Itulah dia kumpulan puji dan tasbih). Imam Nawawi berkata: Telah berkata ulama' mutaakhir dari para sahabat kami orang-orang Khurasan: Sekiranya ada orang bersumpah akan memuji Allah Ta'ala dengan kumpulan puji-pujian, ataupun dia bersumpah hendak memuji Allah Ta'ala dengan setinggi-tinggi pujian, maka jalan keluarnya untuk menunaikan sumpahnya ialah dengan mengucapkan zikir yang di atas tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tersebut dalam Sunan Ibn Majah dari Ibn Umar RA bahawa Rasulullah SAW telah menceritakan kepada mereka; iaitu ada seorang hamba Allah mengucap kepujian dengan kata: (Ya rabbi lakalhamdu kama yam baghi li jala li wajhika wa 'azi mi sulto nik) "Wahai Tuhanku! Segala kepujian itu terpulang kepada-Mu, iaitu kepujian yang layak dengan keagungan zat-Mu dan kebesaran kuasa-Mu." Ucapan ini telah menyulitkan dua Malaikat pencatat amalan, keduaduanya tidak tahu bagaimana hendak menulis pahalanya lalu kedua-dua Malaikat itu menghadap Allah dan berkata kepada-Nya: "Ada seorang hamba mengucapkan pujian yang kami tidak mengetahui bagaimana hendak menulis balasannya?" Firman Allah: (Sedangkan Dia lebih mengetahui apa yang telah diucapkan hamba-Nya itu) "Apakah pujian yang telah diucapkan oleh hamba Ku itu?" Jawab kedua-dua Malaikat itu dia berkata: "Wahai Tuhanku segala kepujian itu terpulang kepada Mu, iaitu kepujian yang layak dengan keagungan zat-Mu dan kebesaran kuasa-Mu." Firman Allah kepada kedua-duanya: "Tulislah ucapan itu sebagaimana yang diucapkan oleh hamba Ku sehingga ia menemui Aku dan Akulah sendiri akan membalaskannya."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6088254385622388495?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6088254385622388495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/syukur-atas-kesyukuran.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6088254385622388495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6088254385622388495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/05/syukur-atas-kesyukuran.html' title='Syukur Atas Kesyukuran'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6214432111897327499</id><published>2011-04-28T09:00:00.001+08:00</published><updated>2011-04-28T09:00:03.694+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Berjiwa Sufi Membendung Perpecahan (Bahagian 3)</title><content type='html'>7. Hubungan Maknawiyah&lt;br /&gt;Pertautan hati atau roh sangat penting dalam memelihara perpaduan dan kasih sayang.Atas sebab inginkan keselamatan diri dan keselamatan orang lain maka orang berjiwa sufi seringkali saling mendoakan orang lain. Seringkali mengharapkan orang lain itu diampuni oleh Allah SWT dan ditinggikan darjat. Malah salafussoleh tidak pernah berdoa untuk dirinya sendiri. Mereka berpegang kepada maksud hadis Qudsi, "Barangsiapa mendoakan saudaranya Allah SWT kabulkan doa itu untuk dirinya dan saudaranya sebelum dia mengangkat tangan untuk berdoa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa untuk diri sendiri belum tentu dikabulkan. Salah satu doa yang sangat makbul ialah mendoakan kepada orang lain. Kalau kita mempunyai sesuatu hajat maka panjatkan doa kita itu kepada Allah SWT bukan untuk diri tetapi tujukan kepada orang lain.Saling menghadiahkan doa ini akan bertambah menambat hati antara sesama umat Islam. Sayidina Umar Al Khattab sangat-sangat bersyukur, berterima kasih dan menghargai rakyatnya yang menghadiahkan doa untuk dirinya dan beliau pula membalas dengan berdoa pula kepada rakyat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saling menasihati.&lt;br /&gt;Kemuncak keangkuhan Firaun ialah apabila mengaku dirinya Tuhan. Allah SWT memerintahkan Nabi Musa a.s. untuk memberi peringatan kepada Firaun. Allah SWT juga ingatkan kepada Nabi Musa a.s. agar bercakap kepada Firaun dengan lunak dan lembut kerana itu akan lebih mendatangkan keinsafan. Biarpun akhirnya Firaun tetap mati dalam kekufuran. Begitu pun Nabi Musa a.s seorang utusan Allah SWT, berlunak dan berlembut kepada Firaun itu bertujuan untuk Nabi Musa tidak merasai lebih baik berbanding Firaun. Sedangkan hakikatnya tentulah tidak boleh dibandingkan ketinggian darjat seorang Rasul seperti Nabi Musa a.s. Namun dalam memberi peringatan itu saja yang perlu dihindari merasai lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata keras, kasar, marah, mencerca, memaki hamun itu adalah simbol keangkuhan, ego dan sombong. Malah keras dan kasar itu menggambarkan seolah-olah terlebih dahulu menjatuhkan hukuman bersalah kepada orang lain. Sayidina Ali juga pernah menegur seseorang yang berpidato keras dan kasar seolah-olah orang itu lebih cenderung kepada menonjol diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah manusia adalah sama. Kalau kita sendiri tidak dapat menerima sekiranya orang lain berbahasa kesat dan mencerca, begitu juga orang lain yang turut berperasaan macam kita. Manusia ada perasaan yang mudah terguris dan tersinggung. Adakalanya mereka bukan tidak mahu menerima kebenaran tetapi terhalang oleh terguris dan tersinggung perasaannya. Manusia juga ada akal fikiran yang mampu menilai kebaikan dan keburukan. Makanan yang lazat andainya dilempar secara kasar pun boleh mematahkan selera. Kebenaran dan kebaikan perlu dihidangkan dengan cara yang sebaik mungkin dan mereka akan lebih cepat menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Membaiki Diri.&lt;br /&gt;Orang yang berjiwa sufi sangat kuat berusaha membaiki diri, menghilangkan segala sifat mazmumah dan menyuburkan sifat-sifat mahmudah. Apabila semua umat Islam sama-sama membaiki diri dan dilakukan berterusan tentulah sama-sama mahukan kebaikan dan kedudukan di sisi Allah SWT. Membaiki diri untuk mencari darjat yang lebih baik di sisi Allah SWT itu akan secara otomatik memperelokkan hubungan dan ikatan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang disabdakan oleh Rasulullah SAW maksudnya "Barangsiapa membaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan menyempurnakan hubungannya dengan manusia. Barangsiapa memperbaiki apa yang dirahsiakannya (hati/roh) maka Allah akan memperbaiki apa yang dilahirkannya (terangterangan)." (Riwayat Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Syukur, sabar dan redha.&lt;br /&gt;Orang yang berjiwa sufi hidupnya senang dan tenang. Tidak cerewet dan tidak ada karenah. Bukan beret tiada masalah tetapi apa situasi dan kondisi tidak mengocakkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat yang diterima disyukurinya, nikmat yang tidak pernah putus itu turut dibimbangi kalau-kalau dirinya tidak cukup bersyukur. Kesulitan dan kesusahan yang datang sekali-sekala dihadapi dengan sabar. Sabar itu ertinya daya tahan atau keupayaan menghadapi sesuatu kesulitan. Cuba bayangkan bahawa tidak ada satu detik dari kehidupan ini melainkan tersalurnya nikmat anugerah Allah SWT. Dan bandingkan pula dengan kesusahan atau kesulitan yang datang sekali sekala. Datangnya pula tidak selama-lamanya. Kebiasaannya hanya sementara. Tidak ada orang yang sakit sahaja sepanjang hidup. Tidak ada orang yang hidup melarat buat selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada kedapatan satu kesusahan yang berpanjang ada pula nikmat di sebalik kesusahan tersebut. Atau banyak hikmah di sebaliknya, paling kurang untuk penghapusan dosa atau meninggikan darjat di sisi Allah SWT. Tentulah kita berupaya menahan atau menghadapi kesusahan itu untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bergerak dan diam sesuatu itu melainkan dengan kehendak dan izin Allah SWT. Menyedari hakikat inilah maka sesuatu musibah itu Allah SWT datangkan kepada manusia. Samada musibah sendiri atau musibah bersama yang ditanggung oleh umat Islam. Redhalah kepada Allah SWT yang mendatangkan musibah dan ingat bahawa itu adalah berpunca dari perbuatan dosa. Selain itu, ianya merupakan "panggilan" dari Allah SWT agar berpaling lebih mendekatkan diri atau menghampirkan diri kepada Allah SWT. Jangan lalai dan leka. Maka "panggilan" Allah SWT itu hendaklah disahut segera sebelum datangnya bala atau malapetaka sebagai murka Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu apa pun yang Allah SWT datangkan kepada orang berjiwa sufi melainkan ianya mendatangkan kebaikan. Memperolehi nikmat disyukurinya maka Allah SWT beri pahala. Sabar atas kesusahan, juga Allah SWT beri pahala dan redha dengan ketentuan Allah SWT itu juga diberi pahala. Andainya inilah pegangan dan sikap umat Islam nescaya hidup dalam aman sejahtera tanpa ketakutan, tanpa krisis dan tanpa permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wallahu'alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6214432111897327499?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6214432111897327499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/berjiwa-sufi-membendung-perpecahan_28.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6214432111897327499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6214432111897327499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/berjiwa-sufi-membendung-perpecahan_28.html' title='Berjiwa Sufi Membendung Perpecahan (Bahagian 3)'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4694169123762467890</id><published>2011-04-25T07:00:00.000+08:00</published><updated>2011-04-25T07:00:05.094+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Berjiwa Sufi Membendung Perpecahan (Bahagian 2)</title><content type='html'>2. Mengenang Nasib Di Akhirat&lt;br /&gt;"Dunia ini adalah tanaman akhirat".&lt;br /&gt;Ertinya segala &amp;nbsp;amalan, pekerjaan, perlakuan dan gerak geri sepanjang hidup ini hanyalah disifatkan sebagai menanam sahaja. Akhirat merupakan tempat memungut hasil. Apa yang bakal dikutip di akhirat nanti samada &amp;nbsp;pahala atau dosa, samada syurga atau neraka, bergantung kepada apa dan bagaimana kita menanam. Orang yang berjiwa sufi sentiasa takut dan bimbang. Takut dan bimbang tentang nasibnya di akhirat kelak. Takut dan cemas di saat berhadapan Qadhi Rabbul Jalil yang akan menyelongkar setiap apa yang dilakukan sepanjang hidup. Satu apa pun tidak akan tercicir, sama ada yang nyata mahupun yang tersembunyi hatta gerak dan lintasan hati sekalipun. Maka perlumbaan di dunia ini, apa yang diburu ketika hidup, kerakusannya ialah terhadap menimba amal sebanyak-banyak dan menolak segala perbuatan mungkar dan keji. Begitupun banyak amalan dan menolak kejahatan, nasib di sisi Allah SWT di akhirat nanti belum tahu. lanya sangat bergantung kepada rahmat Allah SWT. Hanya rahmat Allah SWT itu hampir kepada orang yang beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja nikmat yang bersifat duniawi tidak lebih hanya sekadar umpama peralatan dalam menanam padi. Alat-alat yang membantu dan memudahkan kerja-kerja menanam padi. Lebih lengkap dan sempurna segala peralatan maka lebih mudah kerja-kerja menanam dan berpeluang mendapat hasil yang lumayan. Itu pun bukan satu jaminan kerana kadang-kadang dirosakkan oleh berbagai-bagai musuh seperti burung dan ulat. Tanpa, disangka-sangka yang menanam dengan peralatan tradisi berjaya mengutip hasil yang banyak kerana dikawal sungguh dari musuh dan penyakit padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasa Berdosa.&lt;br /&gt;Imam As Shafie menghitung dosanya sebanyak biji pasir di Padang Sahara dan dirinyalah orang yang paling banyak dosa. Seorang ahli sufi mengira jumlah dosanya hitung panjang sepuluh dosa setiap hari. Dia hidup selama enam puluh lima tahun. Dikira dosanya bermula pada usia lima belas tahun. Maka jumlah dosanya ialah 10 x 365 x 50 = 182,500. Satu hari di akhirat sama panjangnya dengan seribu tahun mengikut ukuran dunia. Andainya setiap satu dosa itu Allah SWT hukum sehari masuk neraka, maka 182,500 dosa itu di darab dengan seribu lantas ahli sufi itu menjerit, jatuh pengsan dan terus mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya hidup bermasyarakat apabila setiap orang lebih memikirkan dosa dan kesalahan sendiri. Rasa berdosa itu tidak memberi kesempatan dan tidak ada ruang untuk dirinya memikirkan kejahatan dan cacat cela orang lain. Jauh sekali hendak menyakiti, menindas dan menzalimi orang lain. Malah diganti dengan penuh kasih sayang dan cinta mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengutamakan orang lain.&lt;br /&gt;Sekumpulan tentera Islam yang cedera parah dari satu peperangan sedang berbaring untuk menerima layanan dan rawatan. Salah seorang merintih kehausan. Pelayan membawa segelas air. Sebalik saja gelas hampir mencecah mulutnya kedengaran pula seorang lain yang juga merintih kehausan. Ditolaknya gelas tersebut sebagai isyarat untuk diberi kepada orang itu. Begitu juga yang berlaku, ada suara mahukan air lalu ditolaknya untuk diberi kepada orang itu pula. Perkara yang serupa juga terjadi kerana adanya suara kehausan daripada tentera yang baru tiba. Ditolaknya air itu untuk orang baru itu. Tetapi yang baru tiba itu telah meninggal dunia sebelum sempat meneguk air. Lalu pelayan kembali membawa kepada yang pertama, pun telah mati, yang kedua pun menghembuskan nafas terakhir,yang ketiga pun telah meninggal dunia. Segelas air itu tidak sedikit pun membasahi tekak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah secebis kisah betapa para sahabat yang berjiwa luhur, di saat nyawa hampir melayang pun masih sempat berbakti dan mengutamakan orang lain. Mereka tidak langsung adanya kepentingan diri. Bukan keselesaan hidup yang tergugat, bukan kesenangan hidup yang tergugat, bukan harta benda yang tergugat, malah di saat nyawa tergugat spun masih meletakkan orang lain lebih utama dan berharga. Orang lain lebih layak diberi peluang untuk menyambung hid up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menutup aib saudaranya.&lt;br /&gt;Memiliki jiwa sufi bukan sahaja tidak mengorek-ngorek, tidak mengintai dan mengintip, tidak rnencari-cari kesalahan saudaranya, malah kesalahan yang terlanjur pun diusahakan untuk menutupinya. Ini bukan bererti' bersubahat dan menyetujui perbuatan jahat saudaranya itu tetapi tidak dijaja, tidak disebar dan tidak diberitahu kepada orang lain, kecuali kalau terpaksa dengan maksud untuk membaikinya, maka diadukan kepada orang tertentu umpamanya kadhi atau pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun terpaksa didedahkan, itu pun menurut yang diharuskan oleh syariat seperti untuk pendakwaan atau penghakiman yang sangat terbatas kepada orang-orang tertentu. Bukannya tersebar hingga orang buta dan orang pekak pun turut tahu. Anak-anak kecil yang belum mukallaf pun sudah mengenal kemungkaran orang lain. Kesalahan orang lain yang dipandang berat itu pun andainya berlaku berulang kali dan sangat memberi kesan buruk kepada kepentingan masyarakat. Kesalahan yang sekadar sekali mungkin terlanjur tidak boleh lawan nafsu maka diharapkan yang empunya diri akan sedar dan insaf sendiri dan membaiki kesalahan tersebut tanpa melibatkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemaaf.&lt;br /&gt;Berjiwa sufi ertinya sangat pemaaf. Dan pemaaf itu salah satu sifat keTuhanan yang wajar menjadi pakaian manusia. Allah SWT itu rahmat dan keampunannya sangat luas. Anggaplah orang yang bersalah itu hanya sekali saja sebaliknya diri kita yang berbuat salah berkali-kali. Hanya mungkin kita berbuat salah tidak kepada orang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpamanya ada orang meminta maaf kerana mengumpat diri kita. Mungkin itu sekali sahaja. Maka wajarlah segera memberi maaf kerana kita mungkin telah banyak kali mengumpat orang lain cuma bukan ditujukan kepada orang yang sama. Malah bagi para salafussoleh yang jiwa sufinya menebal mereka memaafkan siapa sahaja samada diketahui, dikenali atau tidak, samada meminta maaf atau tidak agar orang lain diampuni oleh Allah SWT. Pihak yang bersalah pula perlulah segera memohon maaf kerana mati tidak mengira masa dan tempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4694169123762467890?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4694169123762467890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/berjiwa-sufi-membendung-perpecahan_25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4694169123762467890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4694169123762467890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/berjiwa-sufi-membendung-perpecahan_25.html' title='Berjiwa Sufi Membendung Perpecahan (Bahagian 2)'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-8443939937871363370</id><published>2011-04-22T09:22:00.003+08:00</published><updated>2011-04-22T09:36:41.999+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tasawuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Berjiwa Sufi Membendung Perpecahan (Bahagian 1)</title><content type='html'>Berjiwa sufi merupakan salah satu faktor penting untuk membendung perpecahan. Di mana-mana saja berlakunya krisis. Dari krisis individu yakni krisis jiwa, membawa kepada krisis dalam institusi kekeluargaan, kemudian krisis dalam masyarakat, hinggalah kepada krisis dalam kelompok yang lebih besar di kalangan anggota pertubuhan, persatuan, organisasi, seterusnya krisis di peringkat negara dan antara negara, semuanya adalah akibat dari tidak memiliki jiwa sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata umat Islam sudah bernafsu besar, buas dan rakus. Sangat mementingkan diri sendiri serta keluarga. Berlumba-lumba memburu dan membolot apa yang ada, tidak mengira halal dan haram. Tanpa mengira jalan yang hak dan batil. Sanggup menindas dan menzalimi, jatuh menjatuh demi memperolehi sedikit dari kesenangan duniawi. Firman Allah SWT bermaksud:&lt;br /&gt;"Katakan sesunguhnya kebendaan duniawi ini kecil (sedikit) dan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertaqwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin menjadi pencetus huru hara demi memenuhi selera kepimpinannya. Pemimpin sudah tidak memikirkan rakyat ramai. Mereka menjadikan jawatan sebagai satu peluang untuk menimba kekayaan dan bukan sebagai amanah. Para ulama menjual agama dengan wang ringgit, pangkat dan kedudukan. Menjaga periuk nasi menjadi keutamaan. Apabila bertembung kepentingan dan habuan duniawi dengan kebenaran yang mereka terpaksa memilih salah satu maka berbohong atau dengan mudah menggadai kebenaran adalah pilihan mereka. Ulama tidak lagi mendidik umat ke arah kenal dan takut kepada Allah SWT kerana mereka sendiri sudah tidak kenal dan tidak takut kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya sangat kedekut, genggam tak tiris. Mereka sudah lupa daratan, bermewah-mewah, individualistik serta membazir. Mereka lupa kepada jasa petani dan nelayan, kaum buruh dan pekerja hatta tukang kebun dan pemandunya yang tinggal di gobok buruk di kampung setinggan. Sedangkan banglo yang tersergam gagah itu adalah hasil kerja tangan dan tumpuan keringat para kuli dan tukang. Makanan yang dimakan itu adalah jasa tulang empat kerat petani dan nelayan yang saban hari dilambung gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin pula tidak sabar dan tidak redha lantas iri hati dan hasad dengki. Mereka juga sangat cintakan duniawi malangnya duniawi tidak memihak kepada mereka. Memasang angan-angan yang tidak sepadan dengan kemampuan. Akhirnya turut melupai Allah SWT dan agama juga tergadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat bernafsu besar,buas dan rakus ini maka Allah SWT dilupai, tidak kenal dan tidak takut. Apabila hati sudah tidak takut kepada Allah SWT maka agama turut terabai dan terpinggir. Agama bukan lagi menjadi pegangan dan panduan hidup. Akhirat bukan lagi menjadi pilihan dan tempat yang semua orang bakal menemuinya. Hidup menurut apa yang difikirkan umpama lalang ditiup angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila agama tidak menjadi pegangan dan panduan maka ideologi yang menjadi pengganti. Ideologi itu pula ada yang sudah tersedia tersusun dan terhimpun sebagai satu fahaman politik. Namun sebenarnya apabila bukan wahyu yang menjadi pegangan dan panduan maka hidup seseorang itu dengan apa yang difikirkannya maka itulah ideologi tanpa nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengekang nafsu buas dan rakus dan menolak segala ideologi samada berbentuk isma-isma atau ideologi sendiri, sekaligus dapat mempertautkan hati sesama umat Islam tanpa mengira batas sempadan golongan, puak, kedudukan, bangsa, asal usul, keturunan dan negara perlu memiliki jiwa sufi yang di antara ciri-cirinya adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasa kehambaan.&lt;br /&gt;Berusaha bersungguh dan istiqamah (berterusan) memperolehi atau mencapai rasa kehambaan yang mendalam. Benar-benar mengenali diri itu adalah hamba' yang dicipta oleh Allah SWT. Sewajarnya sampai kepada tahap rasa takut, bimbang, cemas, gementar, malu, mengharap, rindu, rasa dilihat, didengar, diketahui sehingga tidak lekang dari hati. Seiringan dengan itu tidak lekang pula rasa berTuhan yang tinggi, kenal Allah SWT hingga ke peringkat merasai keagungan, kebesaran, kehebatan Allah SWT. Biarpun tidak dapat dicapai dalam tempuh yang singkat namun inilah matlamat hidup manusia yang sebenar. Matlamat ini yang mesti diburu, dikejar dan diusahakan hingga akhir hayat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-8443939937871363370?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/8443939937871363370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/berjiwa-sufi-membendung-perpecahan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8443939937871363370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/8443939937871363370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/berjiwa-sufi-membendung-perpecahan.html' title='Berjiwa Sufi Membendung Perpecahan (Bahagian 1)'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-7294699397061925946</id><published>2011-04-05T11:28:00.002+08:00</published><updated>2011-04-05T11:31:55.116+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><title type='text'>Fahamilah Maksud Perbuatan Tuhan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang yang tidak kenal Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang yang tidak faham kerja-kerja Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia tidak akan faham maksud Tuhan menjadikan sesuatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Maksud Tuhan itu difaham mengikut yang dia faham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Akhirnya dia tidak mampu menanggung, apa yang dilakukan oleh Tuhan pada dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kalau Tuhan beri dia kuasa,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tuhan hendak melihatkan kuasa-Nya pada diri orang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi orang itu merasa berkuasa dan berbangga dengan kuasa yang ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia pun takbur dan sombong dan menyalahguna kuasanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jika dia diberi kekayaan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tuhan hendak melihatkan kekayaan-Nya pada diri orang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi orang itu dialah yang merasa kaya, dia pun megah dan sombong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia pun menghina orang yang papa kedana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Apabila Tuhan memberi ilmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tuhan hendak memberitahu ilmu-Nya pada orang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ilmu Tuhan yang diberi kepadanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang itu menganggap dialah yang punya ilmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia mahu dihormat dan dipuji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia rasa, dialah orang alim yang patut dimuliakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Padahal Tuhan hendak melihatkan ilmu-Nya pada orang itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jika seseorang itu suaranya sedap atau rupa parasnya cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tuhan memberitahu itu adalah anugerah Tuhan padanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tuhan pinjamkan kepadanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi orang itu merasa megah pula dengan suara dan rupanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ingin dipuji dan disanjung selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kalau Tuhan uji seseorang dengan kesusahan dan penderitaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tuhan hendak memberitahu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia mampu bertindak apa sahaja kalau Dia mahu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia mahu orang itu sedar dan insaf agar kembali kepada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi orang itu pula dia tidak senang, gelisah, kecewa dan putus asa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Begitulah orang yang tidak kenal dan tidak faham perbuatan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang itu tidak akan rasa tenang jiwanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jiwanya tidak senang dan kecewa selalu mungkin putus asa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hormat orang tidak kekal, sanjungan orang tidak selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pujian orang tidak mesti sampai ke hujung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kemegahan dan kekuasaan tidak selama-lamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Apabila segala-galanya sudah tidak wujud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Lagi kecewa, menderita, putus asa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Oleh itu kenalilah Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Fahamilah maksud perbuatan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bukan maksud seperti yang kita fahami&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-7294699397061925946?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/7294699397061925946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/fahamilah-maksud-perbuatan-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7294699397061925946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/7294699397061925946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/04/fahamilah-maksud-perbuatan-tuhan.html' title='Fahamilah Maksud Perbuatan Tuhan'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6303281136190381304</id><published>2011-03-24T09:57:00.002+08:00</published><updated>2011-03-24T09:57:39.530+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Sedekah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sedekah itu banyak aspeknya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Iaitu setiap kebaikan yang kita beri kepada orang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Samada bersifat maddi atau maknawi, sedekah namanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kalau kita bagi wang kepada orang, itu sedekah namanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Semua orang tahu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita bagi senyuman kepada orang dianggap sedekah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita bermesra dengan orang dianggap sedekah juga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita bagi tenaga menolong orang dianggap sedekah juga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita memberi kemaafan dianggap sedekah juga,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita bertolak ansur dengan orang dianggap sedekah juga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita bagi masa untuk kemudahan seseorang dianggap sedekah juga,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kita beri nasihat kepada seseorang juga sedekah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kalau kita beri ilmu kepada seseorang dianggap sedekah juga,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Menunjuk jalan kepada seseorang yang sesat jalan dianggap sedekah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jadi sedekah itu bukan wang ringgit semata-mata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Atau apa sahaja yang kita beri kepada seseorang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Yang menggembirakannya, itu sedekah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kadang-kadang sedekah yang merupakan wang ringgit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Cepat habis atau cepat dilupakan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi yang bersifat ilmu dan kemaafan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #4c1130; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Seumur hidup dikenang orang. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-6303281136190381304?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/6303281136190381304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/03/sedekah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6303281136190381304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/6303281136190381304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/03/sedekah.html' title='Sedekah'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-243679412647512032</id><published>2011-03-11T10:21:00.002+08:00</published><updated>2011-03-11T10:21:43.300+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Kisah Nabi Ayyub a.s.</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Nabi Ayyub ‘alaihissalam adalah salah seorang Nabi yang terkenal dengan kesabarannya, maka mari kita simak kisah beliau berikut ini dan semoga kisah ini bisa menambah kesabaran kita. Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Para ahli tafsir, ahlli sejarah, dan ilmuwan lainnya mengatakan: Ayyub ‘alaihissalam adalah seorang yang mempunyai banyak kekayaan dengan aneka ragam wujudnya, baik binatang ternak maupun tanah pertanian yang membentang di daerah Hauran.”Ibnu ‘Asakir (di kitab tarikh Dimasq) menceritakan: Semuanya itu adalah miliknya. Disamping itu dia mempunyai anak dan anggota keluarga yang sangat banyak. Lalu semua kekayaan itu diambil darinya, kemudian fisiknya diuji dengan berbagai macam penyakit, sehingga tidak ada satu pun anggota tubuhnya yang sehat selain hati dan lidahnya yang selalu berdzikir kepada Allah Ta’ala. Dengan penderitaan itu ia tetap sabar dan tabah serta selalu berdzikir kepada Allah Ta’ala siang dan malam hari, pagi dan sore hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Penyakit yang dideritanya itu berlangsung cukup lama hingga dia dikucilkan dan diusir dari kampungnya serta diputus dari interaksi dengan banyak orang. Tidak ada yang menaruh kasihan kecuali istrinya saja, di mana dia selalu memberikan perhatian yang dalam, dan dia tidak melupakan dan tetap menghargai kebaikan dan kasih sayang Ayyub ‘alaihissalam di masa lalu. Istrinya tidak henti-hentinya mengurus segala yang dibutuhkannya, termasuk membantunya buang hajat dan memenuhi semua keperluannya sehingga keadaan istrinya emakin lemah dan hartanya semakin menipis, hingga dia bekerja pada orang lain untuk dapat memberi makan suaminya serta mengobati suaminya-mudah-mudahan Allah meridhainya dan memberikan keridhaan kepadanya-.Namun dia tetap sabar dan tabah dengan peristiwa yang menimpanya dan dengan hilangnya kekayaan dan anak dari sisinya serta penderitaan yang dating bertubi-tubi setelah seblumnya dia merasakan kenikmatan dan kemuliaan. Maka Innaa lillaahi wa Innaa ilaihi raaji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan dalam hadits shahih riwayat Timidzi, Ibnu Majah, Ahmad dll ditegaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;“Orang yang mendapat cobaan paling berat adalah para Nabi, lalu orang-orang yang semisalnya dan orang yang semisalnya,seseorang diuji sesuai kadar agamanya, apabila agamanya kuat maka bertambah besar pula ujiannya, dan apabila agamanya lemah maka dia diuji sesuai kadar agamanya. Dan senantiasa seseorang mendapat ujian sampai dia berjalan di atas bumi dan tidak menanggung dosa.”(shahih riwayat Ahmad,Ibnu Majah dll)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ujian dan cobaan itu tidak menambah Ayyub ‘alaihissalam melainkan kesabaran, pujian, dan rasa syukur. Kisah di atas merupakan contoh kesabaran Ayyub ‘alaihissalam, serta beratnya bala’ dan ujian yang ia hadapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Para ahli tafsir dan sejarah berbeda pendapat mengenai masa cobaan yang dijalaninya.Dan yang benar adalah sebagaimana disebutkan di dalam sunnah yang shahih.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Nabi Allah Ayub’alaihissalam diuji dengan musibah tersebut selama delapan belas tahun, dimana keluarga dekat serta keluarga yang jauh telah menolaknya dan mengusirnya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya, dimana keduanya telah memberinya makan dan mengunjunginya. Kemudian pada suatu hari salah seorang dari kedua saudaranya itu berkata kepada saudaranya yang satu, ‘Demi Allahtahukah kamui, bahwa Ayub telah melakukan suatu dosa yang belum pernah dilakukan siapa pun di dunia ini.’ Sahabatnya itu bertanya, ‘Dosa apakah itu?.’ Saudaranya tadi berkata, ‘Selama delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya, sehingga menimpalah apa yang yang menimpanya.’ Ketika keduanya mengunjungi Ayub ‘alaihissalam maka salah seorang dari kedua saudaranya itu tidak dapat menahan kesabarannya, sehingga ia menyampaikan pembicaraan tersebut kepadanya. Ayub ‘alaihissalam menjawab, ‘Aku tidak mengetahui apa yang kamu berdua bicarakan, kecuali Allah Ta’ala mengetahui; bahwa aku pernah berjalan melewati dua orang laki-laki yang berselisih,lalu keduanya menyebut-nyebut nama Allah.Lalu aku kembali ke rumahku dan menutup diri dari keduanya, karena merasa benci nama Allah disebut, kecuali dalam masalah yang haq.’”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika Ayub ‘alaihissalam pergi menunaikan hajatnya maka istrinya memegang tangannya hingga selesai. Suatu hari istrinya datang terlambat dan Ayub ‘alaihissalam menerima wahyu, ‘Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.’ (Shad: 42) Ketika istrinya datang dan bermaksud menemuinya, maka ia melayangkan pandangannya dalam keadaan tertegun, dan Ayub AS menyambutnya dalam rupa dimana Allah telah menyembuhkan penyakit yang dideritanya, dan rupanya sangat tampan seperti semula. Ketika istrinya melihatnya, seraya bertanya, ‘Semoga Allah memberkatimu, apakah engkau melihat Nabi Allah yang sedang diuji? Demi Allah, bahwa aku melihatnya mirip denganmu saat ia sehat.’ Ayub ’alaihissalam menjawab, ‘Sesungguhnya aku ini adalah dia.’ Ketika itu di hadapannya terdapat dua buah gundukan yaitu gundukan gandum dan jewawut. Kemudian Allah mengirim dua buah awan, dimana ketika salah satunya menaungi gundukan gandum, maka tercurah padanya emas hingga penuh, sedangkan pada gundukan jewawut tercurah mata uang hingga penuh.” (HR. Abu Ya’la, 3617, yang dishahihkan al-Hakim (2/581-582) dan Ibnu Hibban (2091) serta al-Albani dalam kitab Shahîh-nya no. 17).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi, beliau bersabda:“Setelah menyuembuhkan Ayyub ‘alaihissalam, Allah menurunkan hujan berupa belalang emas kepadanya. Lalu Ayyub mengambil sebagian darinya dengan tangannya dan memasukannya ke dalam bajunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Ketika Ayyub sedang mandi dalam keadaan telanjang, tiba-tiba sekumpulan belalang emas bersujud, kemudian Ayyub meraupnya dan memasukkan ke bajunya, lalu Rabbnya berseru kepadanya :’Hai Ayyub, bukankah Aku telah menjadikan kamu kaya seperti yang kamu saksikan?’Ia menjawab:’Benar, ya Rabbku, tetapi tiada pernah aku merasa cukup dari berkah-Mu.’”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan fiman Allah Ta'ala:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;“Hantamkanlah kakimu”(QS.Shaad:42)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Artinya, hentakkanlah kakimu ketanah. Maka Ayyub ‘alaihissalam pun mentaati perintah-Nya, Sehingga Allah Ta’ala membuatkan sumber air yang jernih, lalu menyuruhnya mandi dan minum dari air tersebut. Setelah mandi dan meminum air itu, maka lenyaplah semua penyakit yang dideritanya selama ini, baik yang lahir maupun yang bathin. Dan setelah itu Allah Ta’ala menggantinya dengan kesehatan lahir dan bathin, ketampanan yang sempurna dan harta kekayaan yang melimpah, Bahkan Allah Ta’ala juga menurunkan hujan belalang emas kepadanya, serta mengembalikan keluarganya, sebagaimana yang difirmankan-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;“Dan Kami Anugerahkan ia dengan mengumpulkan kembali keluarganya dan Kami tambahkan kepada mereka sebanyak mereka pula” (QS.Al-Anbiyaa’:84)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ada yang berpendapat:”Allah Ta’ala menghidupkan mereka secara keseluruhan.”Dan ada lagi yang menyatakan:”Allah Ta’ala memberikan ganti kepadanya ketika di dunia dan menyatukan mereka kembali bersamanya kelak di akhirat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan firman-Nya :&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;“Sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QSAl-Anbiyaa’:84)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Maksudnya, Kami hilangkan kesusahan yang dideritanya dan Kami lenyapkan penderitaanya sebagai rahmat dari Kami sekaligus kasih sayang dan kebaikan Kami kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;“Dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang beribadah kepada Allah. (QS.AlAnbiyaa’:84)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Yaitu, sebagai peringatan bagi orang yang mengalami cobaan, baik fisik, harta kekayaan, mauoun anak keturunannya. Maka hendaklah dia menjadikan Nabi Ayyub ‘alaihissalam sebagai suri tauladan, di mana beliau pernah diuji oleh Allah dengan cobaan yang lebih berat, lalu dia bersabar sehingga Allah menyembuhkannya kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan setelah itu, Nabi Ayyub ‘alaihssalam sempat menjalani hidup selama tujuh puluh tahun di negeri Romawi dengan memeluk agama yang hanif, adapun orang-orang yang setelahnya mereka merubah agama Ibrahim ‘alaihissalam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-243679412647512032?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/243679412647512032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/03/kisah-nabi-ayyub-as.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/243679412647512032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/243679412647512032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/03/kisah-nabi-ayyub-as.html' title='Kisah Nabi Ayyub a.s.'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-4877722546299867516</id><published>2011-03-03T20:02:00.000+08:00</published><updated>2011-03-03T20:02:39.758+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Kuasa Dan Kerja Tuhan</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Engkau tidak lihatkah kuasa Tuhan dan kerja-kerja-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setiap hari kita lihat, membaca dan mendengarnya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sungguh menakut dan mengerikan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang-orang kaya, yang punya nama, tiba-tiba mati mengejut meninggalkan harta,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Orang-orang kaya yang punya glamour, tiba-tiba muflis menjadi papa,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pemimpin-pemimpin yang ternama yang sedang membina nama,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tiba-tiba dijatuhkan oleh rakyatnya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Seorang yang ternama dikagumi oleh dunia mati terhina,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Gunung berapi meledak, gempa bumi menggoncang, air bah mengamuk,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tidak dapat dibendung oleh alat-alat sains teknologi yang canggih,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kapal terbang jatuh membunuh beratus-ratus penumpang,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Yang tidak mampu tenaga manusia membendungnya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Belum lagi manusia mati setiap hari akibat perang yang manusia bukan suka,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi tidak dapat menahan dan membendung daripada berlakunya peperangan yang memusnah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Hampir setiap bulan di dunia ada sahaja negara yang dipukul ribut,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Memusnahkan dan merosakkan apa sahaja,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Air bah yang mengganas memusnah, meruntuh dan membinasakan apa sahaja,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Belum lagi soal-soal jenayah yang manusia tidak suka tapi terjadi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Eksiden dan pelanggaran kereta setiap hari membunuh dan merosakkan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tanah runtuh dan berbagai-bagai lagi kejadian yang mengerikan terjadi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tidak mampu manusia mengelakkannya sekalipun mempunyai ilmu yang tinggi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Begitulah kuasa Tuhan dan kerja Tuhan di dunia ini,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tapi tidak ada manusia mengambil iktibar dan pengajaran,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tidak juga manusia itu kembali kepada Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Di Akhirat lebih lagi parah kena hukuman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bagi mereka yang tidak sedar dan tidak rujuk kepada Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Yang seksaannya lebih parah lagi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #660000; font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Yang penderitaannya lebih sengsara lagi dan lebih hebat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1006217473575906809-4877722546299867516?l=cahayamukmin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/feeds/4877722546299867516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/03/kuasa-dan-kerja-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4877722546299867516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1006217473575906809/posts/default/4877722546299867516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayamukmin.blogspot.com/2011/03/kuasa-dan-kerja-tuhan.html' title='Kuasa Dan Kerja Tuhan'/><author><name>Mujahid Al Faqir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12618013122328730887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_yuQfWpTPu2E/SGwwiKNhwEI/AAAAAAAAAF8/X0j4wUjUIE0/S220/allah.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1006217473575906809.post-6786619539237474681</id><published>2011-02-26T06:38:00.003+08:00</published><updated>2011-02-26T06:39:05.695+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hadith'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah s.a.w'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>'Ikhwan' - Umat Yang Dirindui Oleh Rasulullah s.a.w</title><content type='html'>Rasulullah kami umatmuwalau tak pernah melihat wajahmukami cuba mengingatimudan kami cuba mengamal sunnahmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, berlaku perbualan di antara Nabi saw. dengan Saidina Abu Bakar Siddiq serta para sahabat lain. “Wahai Abu Bakar, aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudara-saudaraku( ikhwanku ),” berkata Nabi saw. “Wahai Rasulullah, bukankah kami ini teman-teman engkau?” jawab Abu Bakar. “Bukan,” jawab Nabi saw. “Kamu adalah sahabat-sahabatku”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat menjadi keliru dan hairan siapakah yang dimaksudkan dengan ikhwan yang Nabi rindukan itu. Setahu mereka yang paling rapat dengan Nabi ialah para sahabat sendiri. Melihatkan Abu Bakar dan sahabat-sahabat lain kebingungan, Nabi segera menjelaskan; “Ikhwan ialah mereka yang belum pernah melihat aku, t
